Kelebihan dan Efek Samping Pemeriksaan USG 4D

Kelebihan dan Efek Samping Pemeriksaan USG 4D

Pemeriksaan USG 4D telah menjadi kebutuhan bagi pasangan yang menantikan kedatangan buah hati. Metode ultrasonografi yang menghasilkan gambar empat dimensi ini memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai kondisi janin di dalam kandungan. Proses tumbuh kembang janin pun dapat dipantau dengan lebih saksama, termasuk ada-tidaknya kelainan yang berisiko bagi bayi ataupun ibu yang mengandung. Hasil berbeda akan didapatkan jika menggunakan metode USG 3D atau USG 2D.

 

Keunggulan Pemeriksaan USG 4D

Pemeriksaan USG 4D lebih unggul dibanding 3D dan 2D. Keunggulan itu antara lain:

  • Teknologi lebih maju
  • Hasil USG berupa gambar bergerak/video
  • Kualitas hasil lebih detail dan jelas
  • Gerakan janin bisa diketahui, misalnya sedang menguap
  • Kelainan lebih mudah terdeteksi dan akurat
  • Jenis kelamin lebih jelas terlihat
  • Ikatan orang tua dengan bayi bisa lebih kuat berkat gambar yang mendekati kenyataan

 

Efek Samping Pemeriksaan USG 4D

Secara umum, pemeriksaan USG 4D aman dilakukan. Hingga saat ini, tidak ada risiko pemeriksaan USG 4D yang diketahui. Namun hanya dokter kandungan atau tenaga medis yang berkompeten yang boleh menjalankan USG 4D.

Baca Juga:  Pemeriksaan Pap Smear, Tahapan dan Cara Membaca Hasilnya

Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, ketika gelombang suara yang digunakan dalam pemeriksaan masuk ke tubuh, jaringan tubuh menjadi sedikit panas dan bisa menghasilkan gas dalam cairan atau jaringan tubuh. Tapi efek samping gas ini belum diketahui. Selain itu, pemeriksaan USG yang terlalu sering dan lama berpotensi mengganggu kondisi janin.

 

Kapan USG 4D Perlu Dilakukan?

Pemeriksaan USG 4D bisa dilakukan ketika struktur organ janin sudah terbentuk atau setelah usia kehamilan mencapai 26 minggu. Dengan begitu, hasil yang didapatkan akan sesuai dengan harapan karena bagian tubuh janin bisa lebih terang terlihat. Selain itu, pada usia kehamilan tersebut posisi janin sudah jarang berubah-ubah.

Pasangan orang tua umumnya meminta USG 4D untuk melihat lebih jelas kondisi bayi, terutama jenis kelamin. Tapi dokter kandungan bisa juga menyarankan USG 4D jika mencurigai ada kelainan yang sulit dideteksi dengan USG 2D ataupun 3D.

Baca Juga:  Sariawan Pada Ibu Hamil

Berikut ini beberapa alasan USG 4D perlu dilakukan:

  • Mengkonfirmasi hari perkiraan kelahiran
  • Mendeteksi detak jantung bayi
  • Memastikan kehamilan tidak ektopik (di luar kandungan)
  • Mengkonfirmasi jumlah janin dalam kandungan
  • Memastikan janin berkembang sesuai dengan rencana
  • Mengukur bayi, misalnya berat dan tingginya, lingkar kepala, dan lain-lain
  • Mengecek jumlah air ketuban
  • Memeriksa kelainan
  • Melihat jenis kelamin
  • Memperlihatkan kondisi janin kepada orang tua untuk memberikan informasi bahwa tak ada masalah pada proses tumbuh kembang janin

Pemeriksaan USG hanya perlu dilakukan untuk kebutuhan medis. Penyedia jasa USG yang bersifat komersial besar kemungkinan tidak bisa memberikan penjelasan memadai mengenai proses tumbuh kembang janin karena berorientasi pada bisnis.

Ingat, akan banyak waktu dan kesempatan untuk mengambil gambar dan video bayi ketika sudah lahir. Sembari menunggu waktu yang berharga itu, ikuti petunjuk dokter dalam menjalani pemeriksaan USG 4D, 3D, atau 2D demi kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan hingga proses persalinan.

Baca Juga:  Perkembangan Janin Terhambat, Apa yang Harus Dilakukan?

 

Ditinjau oleh:

dr. Edo Brendo Stevano, SpOG

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Primaya Hospital Bekasi Utara

 

Referensi:

https://www.webmd.com/baby/3d-4d-ultrasound

https://www.news-medical.net/health/Ultrasound-scans-is-there-a-difference-between-3D-and-4D-scans.aspx

Sumber gambar : https://www.freepik.com/premium-photo/doctor-ultrasound-machine_5311603.htm#page=1&query=ultrasonography%204d&position=0

Bagikan ke :