Persiapan Melahirkan dengan Metode Lotus Birth

Persiapan Melahirkan dengan Metode Lotus Birth

Para orang tua lazimnya ingin memberikan yang terbaik untuk putra dan putrinya. Niat itu bahkan sudah ada sejak masa kehamilan. Beberapa orang tua hendak menunjukkan niat tersebut dengan memilih persiapan melahirkan menggunakan metode lotus birth.

Orang tua tersebut percaya bahwa lotus birth memberikan manfaat besar buat sang buah hati. Namun metode ini bukannya tanpa risiko. Kementerian Kesehatan pun tidak merekomendasikan persiapan melahirkan dengan metode lotus birth. Di Inggris, Royal College of Obstetricians and Gynaecologists juga menaruh perhatian besar pada metode lotus birth yang tengah menjadi tren.

Setiap orang tua bebas memilih persiapan melahirkan dengan metode apa pun. Meski begitu, bila hendak memilih metode lotus birth, orang tua harus memahami benar bagaimana pelaksanaannya. Begitu juga risiko yang mungkin muncul dan cara mencegahnya.

 

Apa Itu Metode Lotus Birth

Metode melahirkan lotus birth adalah persalinan tanpa memutus tali pusat begitu bayi lahir. Metode ini erat kaitannya dengan kepercayaan bahwa tali pusat mesti putus secara alami dari plasenta. Orang yang pertama kali mempraktikkannya adalah Claire Lotus Day pada 1974 di Amerika Serikat. Ide persiapan melahirkan dengan metode lotus birth terinspirasi dari observasi Claire terhadap simpanse yang tidak memotong tali pusat anaknya seusai persalinan.

Baca Juga:  Pemeriksaan Pap Smear, Tahapan dan Cara Membaca Hasilnya

 

Perbedaan Metode Lotus Birth dengan Cara Melahirkan Biasanya

Proses persalinan metode lotus birth dan cara melahirkan normal biasa tak ada bedanya. Perbedaan terletak pada proses setelahnya, yakni ketika bayi sudah lahir. Pada persalinan biasa, dokter akan memotong tali pusat sesudah bayi lahir. Sedangkan dengan metode lotus birth, tali pusat tetap menempel pada plasenta.

Badan Organisasi Dunia (WHO) merekomendasikan pemotongan tali pusat pada bayi yang baru lahir. Tapi pemotongan menunggu 1-3 menit seusai persalinan, tidak dengan segera. Penundaan pemotongan tali pusat ini bermanfaat bagi kebutuhan nutrisi dan kesehatan bayi baru lahir.

 

Manfaat Melahirkan dengan Metode Lotus Birth

Hingga kini, belum ada hasil penelitian ilmiah mengenai manfaat melahirkan dengan metode lotus birth. Adapun praktisi lotus birth percaya adanya beberapa manfaat berikut ini:

  • Lebih menenangkan bayi yang baru keluar dari rahim
  • Meningkatkan nutrisi dan darah dari plasenta bagi bayi
  • Mengurangi risiko luka pada pusar bayi

 

Risiko Menjalani Metode Lotus Birth

Terlepas dari manfaatnya, harus ada persiapan melahirkan yang matang karena ada risiko infeksi dari metode lotus birth. Dokter umumnya memperingatkan akan adanya infeksi bakteri.

Baca Juga:  Persiapan Melahirkan Untuk Ibu Positif Covid-19

Bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap penyakit. Sistem kekebalan tubuhnya pun belum berkembang. Dengan tidak memotong tali pusat, mikroorganisme di sekitarnya bisa menyerang jaringan plasenta yang telah mati dan menempel di sana.

Tali pusat yang terlalu lama melekat pada bayi seusai kelahiran akan meningkatkan risiko infeksi. Infeksi itu bisa menyebabkan masalah kesehatan pada bayi. Meski demikian, penelitian tentang metode lotus birth masih terbatas. Butuh lebih banyak riset untuk memastikan risikonya.

 

Apa yang Perlu Dipersiapkan dan Tips Sebelum Menjalani Proses Melahirkan

Persiapan melahirkan dengan metode lotus birth tak jauh berbeda dengan proses melahirkan biasa. Ibu hamil tetap harus memeriksakan kehamilan dan berolahraga agar persalinan lancar. Yang utama adalah memilih dokter yang punya pengalaman dengan metode lotus birth.

Persiapan lainnya termasuk menyediakan wadah plasenta yang aman sembari menunggu tali pusat putus dengan sendirinya. Ibu tetap bisa menyusui langsung dengan tali pusat tetap menempel pada plasenta. Plasenta juga butuh perawatan khusus karena telah menjadi jaringan mati sehingga bisa membusuk. Misalnya dengan memberikan garam dan minyak esensial.

Baca Juga:  Mengapa Bisa Menopause Dini?

Dalam metode lotus birth, tali pusat akan putus dalam waktu 3-10 hari. Bila mendapati masalah selama proses itu, misalnya area di sekitar tali pusat membengkak dan memerah hingga bayi rewel serta susah minum air susu ibu, sebaiknya segera datangi rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Ditinjau oleh:

dr. Risma Maharani, SpOG, MKes

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Hospital Bekasi Timur

 

Referensi:

https://www.pregnancy.com.au/birth/lotus-birth/

https://parenting.firstcry.com/articles/lotus-birth-benefits-and-risks/

https://web.archive.org/web/20170322221453/https://www.rcog.org.uk/en/news/rcog-statement-on-umbilical-non-severance-or-lotus-birth

https://www.who.int/elena/titles/full_recommendations/cord_clamping/en/

Bagikan ke :