Pemeriksaan Pap smear adalah salah satu langkah penting untuk mendeteksi dini perubahan sel di leher rahim (serviks) yang berpotensi menjadi kanker serviks. Namun, banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa kebiasaan tertentu, seperti vaginal douching, dapat mempengaruhi hasil tes ini. Artikel ini akan mengulas dampak vaginal douching terhadap hasil Pap smear dan memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi tanpa melakukan praktik yang berisiko.
Apakah itu kanker serviks?
Adapun kanker serviks termasuk salah satu kanker kedua terbanyak terjadi pada wanita di dunia setelah kanker payudara, dan kerap disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) high risk persisten. Pada awalnya, virus HPV akan masuk ke dalam sel dan memicu perubahan metabolik dan laju replikasi sel menjadi tidak terkendali. Proses perubahan ini membutuhkan waktu bertahun-tahun, sehingga memberikan kita “ruang” untuk mendeteksi perubahan tersebut. Perubahan tersebut dapat dideteksi salah satu caranya adalah dengan Pap-smear berkala. Itu sebabnya deteksi dini dengan metode Pap smear sangatlah penting
Apa Itu Pap Smear dan Mengapa Penting?
Pap smear adalah prosedur screening untuk mendeteksi sel-sel abnormal di serviks yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Dalam jurnal Obstetrics and Gynecology Clinics of North America disebutkan jumlah insiden dan kematian akibat kanker serviks di Amerika Serikat menurun secara signifikan hingga lebih dari 70 persen sejak 1950-an. Penurunan ini terutama terjadi karena diperkenalkannya Pap smear alias tes Papanicolaou pada 1940-an.
Papanicolaou mengacu pada Georgios Papanicolaou, dokter asal Yunani yang memelopori sitopatologi dan tersohor sebagai penemu metode deteksi kanker serviks sejak dini yang kini kerap disebut Pap smear.
Prosedur Pap smear sederhana. Pasien diposisikan dalam posisi terlentang dengan kaki terbuka, lalu Dokter hanya perlu mengambil sampel sel dari serviks menggunakan semacam sikat kecil dengan Gerakan berputar. Sampel tersebut lantas dibawa ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop. Keunggulan dari Pap-smear sendiri adalah dapat melihat sel baik dari bagian luar serviks dan dalam serviks dengan lebih akurat, sehingga memberikan gambaran lebih luas dan tepat mengenai kondisi serviks anda saat ini.
Apa Itu Vaginal Douching?
Vaginal douching adalah praktik membersihkan vagina dengan cairan khusus, seperti campuran air, sabun, antiseptik, bahkan cuka dan soda kue. Ada pula produk douching komersial yang mengandung berbagai bahan kima yang digunakan dengan cara disemprotkan ke dalam vagina. Istilah douching sendiri berasal dari bahasa Prancis, douche, yang artinya “mencuci” atau “merendam”. Kebiasaan ini berkembang dari mitos yang menyebutkan bahwa vagina perlu disterilkan.
Padahal vagina mempunyai mekanisme pembersihan alami melalui lendir dan bakteri baik (Lactobacillus) yang menjaga pH seimbang (3,8-4,5). Banyak perempuan melakukan vaginal douching dengan berbagai alasan, di antaranya:
- Merasa lebih bersih dan segar, terutama setelah menstruasi atau setelah berhubungan seksual
- Menghilangkan bau tidak sedap pada vagina
- Mencegah kehamilan, yang merupakan mitos besar karena douching bukan merupakan metode kontrasepsi
- Mengobati infeksi vagina, walau belum ada bukti dan justru douching diketahui malah membuat infeksi makin parah
Alasan perempuan melakukan vaginal douching sekilas tampak baik demi kebersihan vagina. Namun banyak penelitian yang menunjukkan dampak buruk douching, termasuk mengganggu hasil Pap smear.
Bagaimana Douching Mempengaruhi Hasil Pap Smear
Dalam penelitian berjudul “The Effects of Vaginal Douching on the Results of Pap Smear Screening Test” di Pamukkale Medical Journal, sebanyak 105 perempuan yang melakukan vaginal douching diperiksa sebelum dan setelah menghentikan praktik tersebut. Hasilnya menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat peradangan pada Pap smear, dari 11,4 persen menjadi 1,9 persen serta penurunan kasus infeksi tipikal dari 48,5% menjadi 31,4%.
Temuan ini menunjukkan bahwa douching tidak hanya mengganggu flora vagina, tapi juga dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan kesehatan. Douching dapat mengubah flora vagina, mengurangi bakteri baik, dan meningkatkan risiko infeksi seperti bacterial vaginosis (BV). Menurut artikel riset di Fetal Diagnosis and Therapy, bacterial vaginosis dikaitkan dengan peradangan serviks yang mengaburkan hasil Pap smear.
Selain itu, cairan douching dapat menghilangkan atau mengencerkan sel-sel abnormal sehingga sulit terdeteksi pada saat pemeriksaan Pap smear dan meningkatkan risiko kesalahan diagnosis.
Kesimpulan penelitian tersebut jelas: vaginal douching merusak struktur dan keseimbangan flora vagina yang berdampak negatif pada kesehatan serta mempengaruhi apa yang terlihat pada hasil Pap smear, terutama terkait dengan gambaran peradangan dan infeksi.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Keakuratan Pap Smear
Bukan hanya vaginal douching yang bisa mengganggu hasil tes Pap smear. Berdasarkan berbagai penelitian, ada sejumlah hal yang bisa mempengaruhi akurasi hasil Pap smear, di antaranya:
- Hubungan seksual 24-48 jam sebelum tes karena sperma atau cairan pelumas dapat mempengaruhi sampel sel serviks yang akan terambil.
- Penggunaan tampon atau obat vagina dengan kandungan bahan kimia yang dapat mengubah pH vagina.
- Menstruasi lantaran darah haid dapat menutupi sel-sel serviks yang perlu diperiksa.
- Infeksi vagina/serviksaktif seperti infeksi jamur atau bacterial vaginosis yang dapat memicu peradangan dan mengaburkan sel abnormal.
- Teknik pengambilan sampel yang kurang tepat sehingga hasil tes tidak optimal, biasanya akibat kurangnya keahlian/pengalaman tenaga medis yang melakukan pemeriksaan
Banyak dokter dan institusi kesehatan yang tidak merekomendasikan vaginal douching karena lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya. Termasuk American College of Obstetricians and Gynecologists yang menganjurkan para perempuan tidak melakukan douching dengan mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa perempuan yang melakukannya berisiko lebih tinggi terkena penyakit radang panggul.
Untuk perempuan yang terbiasa melakukan vaginal douching dan hendak menjalani Pap smear, sebaiknya hindari praktik ini minimal 72 jam sebelum tes dilakukan agar flora vagina stabil dan hasilnya lebih optimal.
Narasumber:
Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Primaya Evasari Hospital
Referensi:
- The effect of vaginal douching on Pap-Smear. https://dergipark.org.tr/en/pub/patd/issue/68347/1090608. Diakses 15 Mei 2025
- Vaginal Douching: Helpful or Harmful?. https://www.webmd.com/women/vaginal-douching-helpful-or-harmful. Diakses 15 Mei 2025
- Vaginal Douching: Evidence for Risks or Benefits to Women’s Health. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2567125/. Diakses 15 Mei 2025
- Cervical Cancer Prevention – Cervical Screening: Science in Evolution. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2762353/. Diakses 15 Mei 2025
- Pap Test. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/pap-test. Diakses 15 Mei 2025
- Abnormal Papanicolaou Smear. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560850/. Diakses 15 Mei 2025
- Is Inflammation on Papanicolaou Smear a Risk Factor for Preterm Delivery?. https://karger.com/fdt/article-abstract/12/4/244/328497/Is-Inflammation-on-Papanicolaou-Smear-a-Risk. Diakses 15 Mei 2025
- Association Between Vaginal Douching and Genital Human Papillomavirus Infection Among Women in the United States. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6281373/. Diakses 15 Mei 2025
- An updated review of of evidence to discourage douching. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20215951/. Diakses 15 Mei 2025
- Vaginitis. https://www.acog.org/womens-health/faqs/vaginitis. Diakses 15 Mei 2025
