• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Waspadai Endometriosis, Salah Satu Penyebab Kemandulan

Penyakit yang menyerang sistem reproduksi wanita ada banyak jenisnya. Salah satunya yaitu endometriosis yang memiliki gejala nyeri saat haid dan mangganggu kesuburan.

Umumnya, wanita dengan usia subur lebih berpotensi terkena penyakit ini. Lalu bahayakah endometriosis dan apa pengaruhnya terhadap kesuburan? Yuk simak terlebih dahulu beberapa informasi seputar penyakit tersebut di bawah ini.

buat jani dokter primaya

Apa itu Endometriosis?

Endometriosis adalah gangguan pada sistem reproduksi wanita yang mana endometrium (jaringan yang melapisi rahim) tumbuh di luar rahim. Seharusnya, jaringan tersebut tumbuh dan menebal pada dinding rahim saat usia subur. Namun pada kondisi ini, penebalan justru terjadi di luar dinding rahim seperti di saluran tuba, ovarium, atau pun organ panggul.

Jaringan tersebut akan luruh sesuai siklus menstruasi. Saat luruh, yang seharusnya dibuang melalui vagina yang kita sebut sebagai darah haid, justru akan menumpuk dan mengendap di luar rongga rahim tersebut karena tidak dapat dikeluarkan tubuh dengan sendirinya.

Tanpa penanganan medis, kondisi ini dapat menyebabkan iritasi, hingga peradangan di sekitar panggul bahkan bisa mengenai saluran kencing, saluran cerna bahkan masuk ke dalam rongga peritonium atau disebut Deep Infiltrating Endometriosis atau endometriosis dengan gejala yang paling berat atau tingkat tiga. Umumnya, gejala awal yang dirasakan berupa rasa sakit pada panggul dan merasa tidak nyaman setiap haid.

Kondisi ini juga dapat mengakibatkan penderitanya mengalami haid sangat nyeri dan kesulitan hamil. Bahkan, jika sudah kronis (jangka panjang) dapat berakibat pada kemandulan.

Penyakit Endometriosis
Gejala Utama Panggul terasa sakit, haid yang sangat nyeri
Dokter Spesialis Dokter spesialis kebidanan dan kandungan
Penyebab Utama Genetik, gangguan hormonal, faktor lingkungan
Diagnosis Pemeriksaan fisik, cek USG, dan juga wawancara medis
Faktor Risiko Keturunan atau riwayat keluarga, kelainan rahim, gangguan sistem imun
Pengobatan Operasi, penggunaan obat pereda nyeri, terapi hormon
Pencegahan Mengurangi faktor risiko
Komplikasi Kanker ovarium, kista ovarium, kemandulan

Faktor Risiko Endometriosis

Faktor risiko seseorang terkena endometriosis meliputi beberapa  hal di bawah ini:

  • Riwayat keturunan keluarga
  • Punya kelainan pada rahim
  • Belum pernah melahirkan
  • Kadar hormon estrogen yang t inggi
  • Kelainan pada vagina dan leher rahim
  • Kurang asupan asam lemak omega 3
  • Menstruasi sebelum usia 12 tahun
  • Siklus menstruasi yang pendek
  • Memiliki infeksi panggul
  • Kondisi medis tertentu
    Baca Juga:  Cara Menyuburkan Kandungan Secara Alami

    Penyebab

    • Transformasi sel embrio: kerap terjadi pada masa perkembangan prenatal akibat pengaruh ketidakseimbangan hormon estrogen.
    • Retrograde menstruation: kondisi di mana darah tidak dapat keluar melalui vagina, justru kembali ke saluran tuba yang mana akan berakhir di rongga panggul.
    • Perubahan sel peritoneum: yaitu sel yang dapat berkembang menjadi end ometrium saat seseorang punya masalah terhadap imun tubuh.
    • Faktor lingkungan: paparan zat kimia seperti dioxin dipercaya mampu membuat seseorang berpotensi terkena kondisi ini.
    • Tindakan bedah: tindakan berupa operasi caesar, histerektomi, atau operasi di perut lainnya dapat berpotensi mengakibatkan sel endometrium menempel di luar rahim.
    • Perubahan sel embrionik: sel yang belum matang (embrionik) akana tumbuh dan berkembang menjadi endometrium akibat adanya ketidakseimbangan hormon estrogen.
    • Gangguan sistem imun: sistem kekebalan tubuh yang tidak normal akan membuatnya tidak mampu menghancurkan jaringan endometrium yang berkembang di luar rahim.

    Gejala

    Ada beberapa gejala endometriosis yang kerap dirasakan penderitanya. Berikut ini contohnya:

    • Diare
    • Buang air kecil dan besar terasa sakit
    • Feses atau urine berdarah
    • Sakit saat berhubungan seks
    • Kelelahan
    • Perut kembung
    • Mual saat menstruasi
    • Darah haid keluar banyak
    • Keluar darah di luar siklus haid
    • Konstipasi

    Diagnosis

    Dalam mendiagnosis pasien yang berpotensi terkena endometriosis, maka dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti:

    • Wawancara medis
    • Cek fisik
    • Pemeriksaan panggul
    • Laparoskopi (Diagnosa Pasti)
    • Ultrasound
    • Biopsi
    • MRI (magnetic resonance imaging)
    Baca Juga:  Carpal Tunnel Syndrome: Ketahui Gangguan Pada Saraf Tangan

    Pencegahan

    Untuk mencegah terjangkit penyakit atau gangguan reproduksi wanita ini, maka Anda perlu melakukan beberapa metode berikut:

    • Rutin berolahraga
    • Konsumsi makanan kaya omega-3
    • Rutin cek organ kewanitaan
    • Hindari alkohol
    • Batasi asupan kafein
    • Hindari minuman manis
    • Jangan minum minuman bersoda
    • Kontrol berat badan
    • Gunakan masker di luar ruangan
    • Hindari konsumsi daging merah

    Pengobatan

    Dokter akan melakukan beberapa tahapan pengobatan berdasarkan tingkat keparahan penyakit yang berupa:

    • Pemberian obat analgesik (pereda nyeri): tergantung pada tingkat keparahan rasa nyeri yang pasien rasakan
    • Terapi hormon: terapi progestin, androgen, penghambat aromatase, IUD, Gn-RH agonis antagonis, kontrasepsi hormonal
    • Operasi: beberapa operasi konservatif seperti halnya laparotomi, laparoskopi, histerektomi
    • Perawatan kesuburan: khusus untuk wanita yang sulit hamil

    Komplikasi

    Terdapat beberapa komplikasi endometriosis yang dapat terjadi akibat tidak mendapatkan perawatan secara optimal:

    • Subersilitas (kesulitan hamil)
    • Infertilitas (tidak subur/mandul)
    • Kista Coklat
    • Inflamasi kronis akibat perlengketan

    Kapan Harus ke Dokter?

    Segera periksakan diri Anda ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan jika mengalami gejala endometriosis seperti yang kami sebutkan. Dalam kasus tertentu, kondisi ini juga membutuhkan penanganan bersama dari dokter spesialis bedah urologi, patologi anatomi, bedah digestif, patologi klinik, radiologi, dan juga dokter spesialis gizi klinik.

    Narasumber:

    dr. Iskandar Mirza, Sp. OG

    Spesialis Kebidanan dan Kandungan

    Primaya Hospital Depok

    Referensi:

    • Endometriosis. https://www.acog.org/womens-health/faqs/endometriosis. Diakses pada 10 Maret 2024.
    • Endometriosis. https://www.merckmanuals.com/professional/gynecology-and-obstetrics/endometriosis/endometriosis. Diakses pada 10 Maret 2024.
    • Endometriosis. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/endometriosis. Diakses pada 10 Maret 2024.
    • Uterine Conditions. https://www.marchofdimes.org/complications/uterine-conditions.aspx. Diakses pada 10 Maret 2024.
    • Endometriosis, fertility and pregnancy. https://www.endometriosis-uk.org/endometriosis-fertility-and-pregnancy. Diakses pada 10 Maret 2024.
    • Endometriosis. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/endometriosis. Diakses pada 10 Maret 2024.
    • Common Reproductive Health Concerns for Women. https://www.cdc.gov/reproductivehealth/womensrh/healthconcerns.html. Diakses pada 10 Maret 2024.
    • Endometriosis. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/endometriosis. Diakses pada 10 Maret 2024.
    • Endometriosis. https://www.nichd.nih.gov/health/topics/endometriosis. Diakses pada 10 Maret 2024.
    Share to :

    Buat Janji Dokter

    Promo

    Login to your account below

    Fill the forms bellow to register

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.