Apakah saat ini Anda sedang semangat-semangatnya menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga namun ternyata badan sakit setelah olahraga? Kondisi ini memang kerap terjadi bila baru memulai olahraga, namun apakah kita tetap perlu melanjutkan olahraga atau menunggu hingga rasa sakit hilang?
Badan sakit setelah berolahraga yang di rasakan 1 hari sesudahnya merupakan hal yang wajar. Entah pemula maupun profesional sekalipun seringkali mengalami hal seperti ini. Yuk ketahui rincian lengkapnya di bawah ini!
Mengenal Badan Sakit Setelah Olahraga
Badan sakit setelah olahraga merupakan respons tubuh terhadap aktivitas fisik yang intens ataupun aktivitas berat yang jarang dilakukan. Rasa nyeri akan muncul dalam 12-24 jam setelah aktivitas fisik tersebut. Dalam medis, salah satu alasan mengapa badan sakit setelah berolahraga dikenal dengan istilah DOMS (Delayed onset muscle soreness).
Ini bukan merupakan kondisi yang mengkhawatirkan karena merupakan hal umum sebagai proses adaptasi otot terhadap stres. Ini juga menjadi bagian dari proses pemulihan otot yang akan membaik dalam 48-72 jam pasca latihan.
Namun perlu dibedakan antara sakit karena proses adaptasi otot dengan sakit akibat cedera. DOMS maupun cedera tentunya tidak selalu terjadi setelah proses latihan. Namun, pada DOMS umumnya tidak disertai nyeri tajam, kelemahan otot esktrim, atau pembengkakan, seperti yang terjadi pada cedera.
Apakah tetap lanjut olahraga saat badan sakit dan nyeri?
Anda tetap bisa beraktivitas dan aktif namun pilihlah olahraga yang ringan. Contohnya yaitu jalan santai, sepeda santai, yoga, berenang ringan, atau sekedar stretching. Hal ini akan membantu aliran darah pada tubuh lancar sehingga mencegah kekakuan otot dan mempercepat proses pemulihan.
Namun, apabila rasa nyeri yang dirasakan terlalu parah sehingga untuk mengangkat tangan atau kaki saja sulit, maka lebih baik Anda istirahat terlebih dahulu 1-2 hari. Selain itu, otot yang mengalami nyeri jangan digunakan untuk berlatih karena sedang dalam proses pemulihan.
| Nama |
Badan Sakit Setelah Olahraga (DOMS) |
| Gejala Utama | Nyeri otot, otot kaku, kehilangan kekuatan sementara, rentang gerak terbatas |
| Dokter Spesialis | Dokter spesialis ortopedi |
| Penyebab Utama | DOMS, cedera, kurangnya nutrisi |
| Diagnosis | Wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan lanjutan |
| Faktor Risiko | Baru melakukan olahraga intens, latihan eksentrik, tidak melakukan pemanasan |
| Pengobatan | Pemberian obat pereda nyeri, aktivitas fisik ringan |
| Pencegahan | Pemanasan dan pendinginan, cukupi kebutuhan nutrisi harian |
| Komplikasi | Rhabdomyolysis (jarang), cedera yang makin parah |
Penyebab Badan Sakit Setelah Olahraga
Setelah seseorang berolahraga secara intens, maka serabut otot akan mengalami kerusakan. Namun tubuh memiliki mekanisme tersendiri untuk mengatasi kerusakan tersebut, umumnya otot akan bertambah ukurannya menjadi lebih besar dan lebih padat. Ini merupakan mekanisme adaptasi otot terhadap latihan yang dilakukan.
Nah, jika Anda setelah berolahraga intens namun tidak mengalami DOMS, maka tidak perlu khawatir. Umumnya tubuh sudah beradaptasi dengan latihan yang Anda lakukan. Cukup menambah intensitas latihan secara terukur dan teratur, sambil memastikan supaya tidak terjadi cedera.
Perlu diingat, bahwa badan sakit setelah olahraga bukan hanya disebabkan oleh DOMS saja, beberapa hal dibawah ini bisa menjadi penyebabnya:
- Strain, ketika terjadi robekan pada otot.
- Dehidrasi dan kurangnya nutrisi seperti protein.
- Penumpukan asam laktat.
- Latihan yang berlebihan.
- Kurang istirahat sehingga otot belum pulih.
- Kurangnya pemanasan sehingga risiko cedera meningkat.
Gejala
Secara umum, gejala DOMS (Delayed onset muscle soreness) yaitu berupa:
- Nyeri otot.
- Otot kaku.
- Rentang gerak terbatas.
- Kekuatan otot hilang sementara.
- Terjadi pembengkakan secara ringan.
- Lebih sensitif ketika disentuh.
Gejala di atas dapat muncul mulai dari 12 jam setelah seseorang berolahraga. Dan puncaknya dapat terjadi mulai dari 24-72 jam pasca latihan.
Untuk kondisi lain seperti karena cedera, robekan pada otot, dehidrasi, kurangnya nutrisi, atau hal lainnya, tentunya akan menimbulkan gejala yang berbeda juga.
Mencegah terjadinya DOMS
Beberapa macam pencegahan yang dapat Anda lakukan yaitu:
- Hindari olahraga dengan intensitasberat bila baru memulai ber
- Pastikan untuk latihan dengan intensitas yang bertahap.
- Lakukan pemanasansebelum berolahraga dan pendinginan setelah berolahraga
- Cukupi kebutuhan nutrisi harian
- Cukupistirahat
Penanganan pada DOMS
Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi badan sakit setelah berolahraga yaitu dengan:
- Pijat
- Berendam di air dingin.
- Lakukan aktivitas dengan intensitas
Konsumsi obat pereda nyeri tidak disarankan untuk DOMS
Kapan Harus ke Dokter?
Apabila badan sakit setelah berolahraga yang disertai dengan nyeri menusuk, memar, gangguan fungsi gerak, apalagi jika ada patah tulang, maka segera kunjungi dokter spesialis ortopedi untuk segera mendapatkan perawatan.
Narasumber:
Spesialis Kedokteran Olahraga
Primaya Hospital Bekasi Timur
Â
Referensi:
- What Is Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). https://www.healthline.com/health/doms. Diakses pada 18 April 2025.
- What You Should Know About Working Out When Sore. https://www.healthline.com/health/working-out-when-sore. Diakses pada 18 April 2025.
- Delayed onset muscle soreness (DOMS). https://www.acsm.org/docs/brochures/delayed-onset-muscle-soreness-(doms).pdf. Diakses pada 18 April 2025.
- Muscle soreness anddelayed-onset muscle soreness. http://dx.doi.org/10.1016/j.csm.2011.09.009. Diakses pada 18 April 2025.
- Muscle pain. https://www.mayoclinic.org/symptoms/muscle-pain/basics/definition/sym-20050866. Diakses pada 18 April 2025.
- ‘Good pain’ versus ‘bad pain’ for athletes. https://www.hopkinsmedicine.org/orthopaedic-surgery/about-us/ask-the-experts/pain.html. Diakses pada 18 April 2025.
