Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Namun, berkat kemajuan teknologi medis, banyak pasien yang berhasil sembuh atau hidup lebih lama dengan kualitas hidup yang baik. Salah satu terapi andalan dalam pengobatan kanker adalah radioterapi. Di tengah meningkatnya angka penderita kanker di seluruh dunia, penting bagi kita untuk memahami apa itu radioterapi, siapa yang memerlukannya, dan bagaimana prosesnya seperti dijelaskan dalam artikel berikut ini.
Mengenal Radioterapi
Radioterapi adalah salah satu metode pengobatan yang menggunakan sinar energi tinggi untuk menghancurkan sel kanker. Metode ini bekerja dengan cara mematikan atau merusak sel kanker sehingga tak bisa berkembang lagi. Ada berbagai jenis radiasi yang digunakan dalam teknik ini, antara lain:
- Sinar-X, yang paling sering digunakan
- Elektron
- Gamma
- Proton
Menurut American Cancer Society, radioterapi efektif untuk berbagai jenis kanker, baik sebagai terapi utama, kombinasi dengan terapi lain seperti kemoterapi, maupun terapi adjuvan (tambahan) setelah operasi.
Ada dua jenis radioterapi yang umum digunakan:
- Radioterapi eksternal: sumber radiasi berasal dari mesin di luar tubuh
- Radioterapi internal: sumber radiasi ditempatkan di dalam atau dekat tumor
Selain itu, ada terapi radiasi sistemik dengan menggunakan obat yang diberikan lewat mulut atau pembuluh darah untuk beberapa jenis kanker.
Jenis radioterapi yang sesuai bergantung pada berbagai faktor, seperti:
- Jenis kanker
- Ukuran tumor
- Lokasi tumor
- Seberapa dekat tumor dengan jaringan normal yang sensitif pada radiasi
- Riwayat medis dan kondisi kesehatan secara umum
- Apakah ada jenis perawatan kanker lain yang sedang dilakukan
- Faktor lain, seperti umur dan kondisi medis lain
Seperti banyak metode pengobatan lain, radioterapi juga memiliki risiko. Namun perkembangan teknologi radioterapi yang pesat memungkinkan pengobatan yang lebih akurat dengan efek samping lebih minimal.
Siapa Saja yang Memerlukan Radioterapi
Radioterapi dapat digunakan untuk berbagai jenis kanker. Namun dokter harus melakukan serangkaian pemeriksaan dulu guna memastikan apakah metode ini memang diperlukan. Jenis kanker yang kerap ditangani dengan metode terapi radiasi ini meliputi:
- Kanker payudara, biasanya setelah operasi untuk mencegah kekambuhan
- Kanker prostat, menjadi alternatif bedah atau diberikan setelah bedah
- Kanker kepala dan leher untuk membantu mempertahankan fungsi seperti berbicara dan menelan
- Kanker otak untuk mengecilkan tumor atau mencegah pertumbuhan lebih lanjut
Radioterapi kadang juga digunakan untuk tumor nonkanker seperti meningioma. Di sisi lain, pasien dengan kanker metastatikโyang telah menyebar ke organ lainโjuga dapat memperoleh manfaat radioterapi sebagai bagian dari perawatan paliatif untuk mengurangi gejala.
Kapan Seseorang Memerlukan Radioterapi
Waku yang tepat untuk menjalani radioterapi bergantung pada karakteristik kanker serta kondisi pasien. Di antaranya:
- Sebelum operasi: mengecilkan tumor agar lebih mudah diangkat
- Setelah operasi: membunuh sel kanker yang mungkin tersisa
- Sebagai pengobatan utama: untuk kanker yang sensitif terhadap radiasi atau bila operasi tidak mungkin dilakukan
- Pada kanker kambuh: jika kanker kembali setelah pengobatan sebelumnya
- Terapi paliatif: untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup, bukan menyembuhkan
Manfaat/Tujuan Radioterapi
Radioterapi memiliki sederet manfaat yang menjadikannya penting dalam penanganan kanker di era modern:
- Membunuh sel kanker tanpa operasi
- Mengontrol pertumbuhan tumor atau memperkecil risiko penyebaran
- Mengurangi gejala seperti nyeri
- Meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup pasien
- Mengurangi risiko kekambuhan setelah pembedahan
- Alternatif pengganti operasi pengangkatan organ
Persiapan Sebelum Menjalani Radioterapi
Sebelum memulai radioterapi, pasien perlu menjalani beberapa tahap persiapan yang biasanya meliputi:
- Konsultasi awal dengan ahli onkologi radiasi
- Pencitraan (CT scan, MRI, atau PET scan) untuk pemetaan area yang akan diberi radiasi
- Penandaan kulit dengan tinta atau tato kecil untuk panduan posisi
- Perhitungan dosis radiasi menggunakan komputer
- Simulasi pengobatan
- Konsultasi gizi dan evaluasi kondisi umum
Prosedur dan Pelaksanaan Radioterapi
Proses pelaksanaan radioterapi biasanya berlangsung dalam beberapa langkah:
- Pemeriksaan awal untuk memastikan tidak ada kontraindikasi atau hal yang membahayakan jika dilakukan radioterapi.
- Pasien berbaring di meja perawatan dalam posisi tertentu untuk memastikan radiasi tepat mengenai area yang ditargetkan.
- Pengiriman radiasi dengan durasi 10-30 menit di setiap sesi. Frekuensi dan total sesi bergantung pada rencana perawatan sebelumnya.
Proses radioterapi tidak menimbulkan rasa sakit dan pasien tidak akan merasa apa pun saat radiasi diberikan. Pasien pun tetap terjaga selama proses berlangsung dan dapat segera pulang setelahnya.
Perawatan Pasca Radioterapi
Setelah menyelesaikan radioterapi, pasien perlu melakukan beberapa hal untuk membantu pemulihan:
- Beristirahat yang cukup dan menjaga pola makan sehat
- Menghindari paparan sinar matahari langsung pada area yang diradiasi
- Menggunakan pelembap kulit sesuai dengan anjuran dokter
- Menjaga pola makan bergizi untuk pemulihan sel sehat
- Memantau efek samping seperti kelelahan, kulit kemerahan, atau mual
- Menjalani kontrol rutin untuk mengevaluasi hasil terapi
Adakah Efek Samping Setelah Radioterapi
Tim medis akan memantau kemungkinan efek samping dan memberikan penanganan bila muncul masalah. Kebanyakan efek samping ini bersifat sementara dan akan hilang dalam beberapa minggu setelah terapi. Di antaranya:
- Kelelahan ekstrem
- Iritasi kulit berupa kemerahan, gatal, atau mengelupas
- Rambut rontok pada area yang diradiasi
- Mual jika radiasi di area perut
- Gangguan menelan atau suara jika radiasi pada leher
- Perubahan nafsu makan
Radioterapi di Primaya Hospital
Primaya Hospital menyediakan layanan radioterapi modern dengan teknologi modern dan tim medis yang berpengalaman dan terlatih. Dengan pendekatan yang holistik dan berkomitmen kepada pasien, Primaya Hospital akan berupaya memberikan perawatan terbaik yang tidak hanya efektif secara medis, tapi juga nyaman dan aman bagi pasien.
Ditinjau oleh:
dr. Maryam Fathima, Sp. Onk. Rad
Spesialis Onkologi Radiasi
Primaya Hospital Tangerang
Referensi:
- Radiation Therapy to Treat Cancer. https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/radiation-therapy. Diakses 17 April 2025
- Radiotherapy. https://www.healthdirect.gov.au/radiotherapy. Diakses 17 April 2025
- Cancer and Radiation Therapy: Current Advances and Future Directions. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3298009/. Diakses 17 April 2025
- What is radiotherapy?. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/treatment/radiotherapy/what-is-radiotherapy. Diakses 17 April 2025
- Radiation Therapy: About this Treatment. https://stanfordhealthcare.org/medical-treatments/r/radiation-therapy/about-this-treatment/techniques.html. Diakses 17 April 2025
- How Radiation Therapy Is Used to Treat Cancer. https://www.cancer.org/cancer/managing-cancer/treatment-types/radiation/basics.html. Diakses 17 April 2025
- Adverse Effects of Radiation Therapy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563259/. Diakses 17 April 2025



