• Emergency
  • 150 108

Gejala Kanker Payudara Stadium Awal

Gejala Kanker Payudara Stadium Awal

Kanker payudara masih menghantui para wanita. Jenis kanker ini mendominasi kanker penyebab kematian utama di banyak negara, termasuk di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah keterlambatan mendeteksi gejala kanker payudara stadium awal. Akibatnya, pasien sudah masuk stadium lanjut ketika mendapat perawatan.

 


Kanker Payudara Stadium Awal

Kanker payudara adalah kanker yang bermula dari payudara. Kanker ini terjadi ketika sel di payudara tumbuh tak terkendali baik di salah satu atau kedua payudara. Umumnya sel tersebut membentuk tumor yang dapat dilihat lewat mamogram atau ultrasonografi ataupun terasa seperti benjolan, yang merupakan salah satu gejala kanker payudara stadium awal. Dari payudara, sel kanker bisa menyebar ke bagian tubuh lain dan berkembang di sana.

Mengetahui stadium perkembangan kanker sangat penting agar kanker dapat ditangani sedini mungkin. Dengan pembagian tahap ini, pasien bisa menjawab pertanyaan penting seperti bagaimana biasanya perkembangan kanker ini dan apa jenis perawatan yang tepat.

Pembagian stadium kanker didasari:

  • Ukuran dan lokasi tumor
  • Apakah kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian lain tubuh
  • Kemampuan penyebaran dan pertumbuhan sel kanker
  • Apakah ada biomarker (reseptor hormon atau protein lain) tertentu yang ditemukan

Stadium awal kanker payudara adalah ketika sel kanker belum menyebar luas ke area lain. Pada tahap ini, kanker sudah menyebar ke jaringan sekitar tapi masih di area yang relatif kecil. Jika Anda didiagnosis mengalami kanker payudara stadium 1, berarti ukuran tumor kurang dari 2 sentimeter. Selain itu, sel kanker belum ditemukan di kelenjar getah bening ataupun organ lain.

Stadium 2 juga kerap diklasifikasikan sebagai stadium awal, di mana ukuran tumor sudah lebih besar dan sel kanker telah menyebar ke beberapa kelenjar getah bening di dekatnya. Yang pasti, orang yang mengalami gejala kanker payudara stadium awal mesti segera memeriksakan diri karena kanker sudah masuk tahap invasif.

 

Siapa Saja yang Berisiko Terkena Kanker Payudara?

Bukan hanya wanita, para pria juga bisa terkena kanker payudara. Tapi risiko pada wanita lebih besar. Menurut penelitian, 1 di antara 8 wanita berisiko mengalami kanker payudara. Sebagian besar wanita yang menderita kanker payudara tak punya riwayat keluarga yang memiliki penyakit itu. Faktor risiko utama kanker payudara antara lain:

  • Berjenis kelamin perempuan
  • Berusia 50 tahun ke atas atau masuk masa menopause
  • Payudara yang tampak padat dalam tes mamografi
  • Pernah didiagnosis kanker payudara
  • Pernah mengalami tumor jinak pada payudara
Baca Juga:  Diagnosis Kanker, dari Gejala dan Tindakan Pencegahannya

Orang yang sering mengonsumsi alkohol, terbiasa merokok, dan kelebihan berat badan juga lebih berisiko mengalami kanker payudara.

 

Gejala Kanker Payudara Stadium Awal

Tanda dan gejala kanker payudara stadium awal umumnya bisa ditemukan lewat pemeriksaan fisik secara mandiri. Gejala itu lebih mudah dideteksi lewat tes mamografi, yakni metode pemeriksaan payudara dengan sinar-X. Jika masih sangat kecil pada stadium awal, tumor atau benjolan yang merupakan gejala paling umum kanker payudara sulit diketahui lewat rabaan. Itulah kenapa mamografi sangat penting dalam upaya deteksi dini.

Gejala kanker payudara stadium awal bervariasi antara satu orang dan orang lain. Gejala yang lazim didapati pada satu atau kedua payudara antara lain:

  • Payudara membengkak atau memerah
  • Bentuk dan ukuran payudara berubah menjadi lebih besar
  • Tampilan putting susu berubah
  • Keluar cairan dari putting meski tidak menyusui
  • Payudara terasa nyeri
  • Benjolan di payudara

 

Apa yang Dirasakan Penderita Kanker Payudara Stadium Awal?

Penderita kanker payudara stadium awal mungkin tak merasakan perubahan sama sekali pada dirinya. Khususnya jika tidak rutin memeriksa atau memperhatikan perubahan pada payudara untuk mengantisipasi kanker. Namun umumnya pasien kanker payudara stadium awal akan merasakan beberapa hal berikut ini:

  • Gatal di payudara
  • Payudara terasa lebih keras, lunak, atau hangat saat disentuh
  • Warna payudara berubah
  • Kulit payudara terkelupas
  • Mudah lelah
  • Berat badan turun drastis
  • Berkeringat di malam hari

 

Saat Mengetahui Kanker Payudara, Apa yang Harus Dilakukan?

Wajar jika muncul perasaan panik dan khawatir jika mengetahui terdiagnosis kanker payudara. Tapi cobalah untuk tetap tenang dan mencari tahu lebih lanjut tentang kanker payudara serta pengobatannya. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari dukungan mental dari orang-orang terdekat, terutama anggota keluarga. Beberapa langkah selanjutnya yang sebaiknya dilakukan termasuk:

Baca Juga:  Pengobatan Kanker Otak

1. Tetap berkonsultasi dengan dokter

Jangan sampai putus komunikasi atau konsultasi dengan dokter. Jika perlu, Anda bisa meminta second opinion alias pendapat kedua dari dokter lain. Yang penting, Anda harus tetap terhubung dengan dokter itu untuk lebih memahami diagnosis. Mintalah dokter menjelaskan jenis kanker, stadium, dan apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan bagi penderita kanker.

2. Pelajari info pengobatan

Dokter umumnya telah menyediakan opsi pengobatan bagi pasien kanker tergantung stadiumnya. Penanganan gejala kanker payudara stadium awal biasanya berupa terapi radiasi, kemoterapi, terapi hormon, operasi, atau kombinasi beberapa cara tersebut. Pelajari setiap jenis pengobatan, termasuk efek sampingnya.

3. Berkomitmen untuk jalani pengobatan

Setelah memilih cara pengobatan terapi, jalani dengan konsisten. Terapi harus dilakukan secara berkelanjutan untuk hasil yang maksimal. Bila lalai tak menjalani sesi terapi, peluang pemulihan menjadi berkurang.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Benjolan pada payudara kerap menjadi tanda utama kanker payudara stadium awal. Ketika Anda merasakan atau melihatnya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter onkologi. Gejala kanker payudara stadium awal lebih mudah terdeteksi lewat pemeriksaan mamografi. Jika hasil mamografi menunjukkan ada dugaan kanker payudara, Anda mungkin akan diminta menjalani tes lain untuk menguatkan diagnosis. Tes mamografi penting dilakukan secara rutin, terutama bagi yang berisiko terkena kanker payudara. Makin dini deteksi, makin besar peluang pemulihan.

 

Ditinjau oleh

dr. M.Hidayat Budi, ST, SpB, Msi.Med

Dokter Spesialis Bedah

Primaya Hospital Semarang

 

Referensi:

Early stage breast cancer: A guide. https://www.medicalnewstoday.com/articles/early-stage-breast-cancer. Diakses 18 Februari 2022

Treatment of Breast Cancer by Stage. https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/treatment/treatment-of-breast-cancer-by-stage.html. Diakses 18 Februari 2022

The Quality of Early-Stage Breast Cancer Care. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1421134/. Diakses 18 Februari 2022

Stage 1 or 2 – Early Breast Cancer. https://nbcf.org.au/about-breast-cancer/diagnosis/stage-1-2-early-breast-cancer/. Diakses 18 Februari 2022

A Comprehensive Guide to Breast Cancer. https://www.healthline.com/health/breast-cancer. Diakses 18 Februari 2022

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.