Pernah mendengar suara “krek”, “klik”, atau “pop” saat menggerakkan lutut, jari, bahu, atau leher? Tenang, tidak semua bunyi sendi berarti sendi Anda rusak. Sebagian besar justru merupakan kondisi yang normal.
Mengapa Sendi Bisa Berbunyi?
Ada beberapa penyebab yang umum terjadi:
- Gelembung gas di dalam cairan sendi
Di dalam sendi terdapat cairan yang mengandung gas. Saat sendi bergerak, gelembung gas dapat terbentuk atau pecah sehingga menimbulkan suara “pop” atau “krek”. Ini merupakan penyebab yang paling sering dan umumnya tidak berbahaya.
- Tendon atau ligamen bergeser
Saat bergerak, tendon atau ligamen dapat bergeser melewati tonjolan tulang, kemudian kembali ke posisi semula sehingga menghasilkan bunyi “klik”. Kondisi ini juga sering kali normal.
- Permukaan sendi menjadi kasar
Pada usia lanjut, setelah cedera, atau akibat osteoarthritis, lapisan tulang rawan dapat menipis sehingga permukaan sendi menjadi kurang mulus dan menimbulkan bunyi saat bergerak.
Kapan Bunyi Sendi Masih Normal?
Anda biasanya tidak perlu khawatir jika bunyi sendi:
- Tidak terasa nyeri
- Tidak bengkak
- Gerakan sendi tetap normal
- Hanya muncul sesekali
Kapan Harus Diperiksa ke Dokter?
Segera berkonsultasi apabila bunyi sendi disertai:
- Nyeri yang menetap
- Bengkak atau kemerahan
- Sendi terasa kaku, terutama saat bangun pagi
- Gerakan menjadi terbatas
- Riwayat cedera atau benturan sebelumnya
Keluhan tersebut dapat mengarah pada kondisi seperti:
- Osteoarthritis (pengapuran sendi)
- Cedera ligamen atau meniskus
- Radang sendi (arthritis)
- Kerusakan tulang rawan
Mitos atau Fakta?
Mitos: Membunyikan jari menyebabkan pengapuran sendi.
Fakta: Hingga saat ini, penelitian belum membuktikan bahwa kebiasaan membunyikan jari menyebabkan osteoarthritis. Meski demikian, jangan dilakukan secara berlebihan apabila menimbulkan rasa tidak nyaman.
Tips Menjaga Sendi Tetap Sehat
- Rutin berolahraga
- Pertahankan berat badan ideal
- Lakukan pemanasan dan peregangan sebelum aktivitas
- Konsumsi makanan bergizi dengan protein yang cukup
- Hindari cedera akibat olahraga atau aktivitas berlebihan
Kesimpulan
Tidak semua bunyi “krek-krek” pada sendi merupakan tanda penyakit. Sebagian besar adalah kondisi normal, terutama bila tidak disertai nyeri, bengkak, atau keterbatasan gerak.
Namun, apabila bunyi sendi disertai keluhan lain atau muncul setelah cedera, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.
Ditinjau oleh:
Orthopaedic & Sports Injury Surgeon
Primaya Hospital Kelapa Gading
Referensi:
- Couch JL, King MG, de Oliveira Silva D, Whittaker JL, Bruder AM, Serighelli F, et al. Noisy knees: knee crepitus prevalence and association with structural pathology—a systematic review and meta-analysis. Br J Sports Med. 2025;59(2):126–132.
- Song SJ, Park CH, Liang H, Kim SJ. Noise Around the Knee. Clin Orthop Surg. 2018;10(1):1–8.
- Couch JL, Culvenor AG, Whittaker JL, et al. Knee Crepitus and Osteoarthritis Features in Young Adults Following ACL Reconstruction. Arthritis Care Res (Hoboken). 2025.
- deWeber K, Olszewski M, Ortolano R. Knuckle Cracking and Hand Osteoarthritis. J Am Board Fam Med. 2011;24(2):169–174.
- Swezey RL, Swezey AM. The Consequences of Habitual Knuckle Cracking. West J Med. 1975;122(5):377–379.
- American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS). Why Do Knees Make Noise? (OrthoInfo).
- National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS). Osteoarthritis.
- Mayo Clinic. Osteoarthritis: Symptoms and Causes.
- 9. Cleveland Clinic. Crepitus: What Causes Cracking and Popping Joints?


