Pernahkah Anda atau keluarga kesulitan berjalan setelah cedera , patah tulang, atau bahkan pasca operasi anggota gerak bawah. Tongkat kruk sering menjadi penyelamat agar tetap bisa bergerak ย dengan cara mengurangi /tidak membebani kaki yang sakit. Sayangnya, banyak orang memakai kruk dengan cara yang salah atau setelan yang tidak tepat ย mungkin terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.
Akibatnya, muncul nyeri di anggota gerak atas ( seperti bahu, lengan, siku, pergelangan tangan), punggung melengkung, atau malah jatuh karena kurang stabil. Padahal, kruk yang pas hanya perlu disesuaikan dengan tinggi badan dan cara pakai yang benar.
Yuk, simak panduan lengkap berbasis rekomendasi resmi dari dokter orthopedi dan fisioterapis agar kruk Anda benar-benar nyaman dan aman!
Mengenal Jenis Tongkat Kruk yang Sering Digunakan
- Kruk Ketiak (Axillary Crutch)
Menopang berat badan melalui ketiak, memberikan dukungan maksimal. Ideal untuk pasien yang sama sekali tidak boleh menapak kaki yang cedera (non-weight bearing) dan penggunaan jangka pendek. - Kruk Siku (Forearm/Lofstrand Crutch)
Memiliki gagang di lengan bawah sehingga lebih ringan dan mudah digunakan. Cocok untuk penggunaan jangka panjang atau jika hanya satu kaki yang memerlukan bantuan.
Mengapa Tinggi Kruk Harus Pas dengan Tubuh Anda
Kruk yang tidak disesuaikan dengan tinggi tubuh akan memaksa postur menjadi tidak wajar. Tubuh harus terus bekerja ekstra untuk menyeimbangkan posisi yang salah ini setiap kali melangkah. Akibatnya, berbagai keluhan baru bisa muncul, justru memperlambat proses pemulihan:
- Kruk terlalu tinggi โ bahu akan terus terangkat untuk menahan beban โ otot leher dan bahu menjadi tegang โ menimbulkan nyeri pada leher, bahu, bahkan bisa sampai sakit kepala tegang.
- Kruk terlalu rendah โ tubuh harus membungkuk terus-menerus โ tulang punggung berada dalam posisi melengkung tidak normal โ memicu nyeri pada punggun hingga pinggang bagian bawah .
- Gagang terlalu tinggi atau rendah โ menimbulkan tekanan berlebih pada saraf ulnaris di siku atau saraf aksilaris di ketiak โ berisiko mati rasa, kesemutan, bahkan kelemahan pada tangan yang bersifat permanen jika dibiarkan terlalu lama.
- Beban tubuh tidak merata โ meningkatkan risiko terpeleset atau jatuh karena pusat gravitasi tubuh bergeser.
Lebih dari 50 % pengguna kruk mengalami nyeri pada bahu atau punggung dalam dua minggu pertama, hanya karena pengukuran tinggi kruk yang salah. Nyeri ini sebenarnya dapat dicegah sepenuhnya jika kruk disesuaikan dengan benar sejak penggunaan pertama.
Cara Mengukur Tinggi Kruk yang Benar (Metode Resmi)
Untuk Kruk Ketiak (Axillary Crutch)
- Pakai sepatu yang biasa digunakan sehari-hari
- Berdiri tegak, kaki rapat, pandangan lurus ke depan, bahu rileks
- Letakkan ujung kruk 15 cm ke samping dan 5โ6 cm di depan kaki
- Bagian atas bantalan ketiak harus 5 cm (2โ3 jari) di bawah lipatan ketiak saat berdiri tegak โ bukan menempel ketiak!
- Gagang tangan harus setinggi lipatan pergelangan tangan saat lengan lurus menggantung
- Saat memegang gagang, siku menekuk 15โ30 derajat (seperti memegang setir mobil santai)
Untuk Kruk Siku (Forearm Crutch)
- Cuff (lingkaran lengan) berada 5 cm di bawah siku
- Gagang tangan setinggi tulang pergelangan saat lengan lurus
- Siku menekuk 20โ30 derajat saat memegang gagang
- Cuff tidak boleh terlalu ketat atau longgar
Tabel Panduan Tinggi Kruk Berdasarkan Tinggi Badan
| Tinggiย Badan | Panjang Kruk Ketiak (dari bantalan atas ke ujung karet) | Kruk Siku (dari gagang ke ujung) |
| 150โ160ย cm | 105โ115ย cm | 80โ90ย cm |
| 161โ170ย cm | 115โ125ย cm | 90โ100ย cm |
| 171โ180ย cm | 125โ135ย cm | 100โ110ย cm |
| 181โ190ย cm | 135โ145ย cm | 110โ120ย cm |
Bahan dan Fitur Kruk yang Nyaman
Pilih kruk dengan spesifikasi berikut agar tidak menyesal:
- Bantalan ketiak & gagang: busa tebal, anti-selip, mudah dibersihkan
- Bahan aluminium aeronautical grade: ringan tapi kuat hingga 150 kg
- Ujung karet anti-slip: diameter besar, ada pegas peredam guncangan
- Double push-button adjustment: mudah diatur tinggi tanpa alat
- Reflektor malam: penting jika sering keluar malam hari
Cara Menggunakan Kruk yang Benar agar Tidak Nyeri
- JANGAN pernah bertumpu pada ketiak โ beban 100 % di tangan (mencegah crutch palsy)
- Gunakan pola langkah 3 titik jika satu kaki tidak boleh menapak sama sekali
- Gunakan pola langkah 2 titik jika boleh menapak sedikit
- Latihan dulu di depan cermin atau dengan fisioterapis selama 10โ15 menit
- Jangan membungkuk saat berjalan โ pandangan tetap lurus ke depan
Tips Membeli Kruk yang Aman dan Nyaman
- Beli di toko alat kesehatan resmi atau apotek besar yang punya teknisi
- Minta penjaga toko mengatur tinggi di tempat sambil Anda coba berjalan
- Coba berjalan 10โ20 meter untuk memastikan tidak ada tekanan aneh
- Pilih merek yang terbukti kualitasnya
- Hindari kruk bekas karena bantalan dan karet sering sudah aus
Kapan Harus Segera Ganti Kruk atau Konsultasi Dokter
Meskipun kruk sudah diatur dengan benar, tetap waspadai tanda-tanda berikut. Segera ganti kruk atau konsultasi dokter/fisioterapis jika muncul:
- Nyeri bahu, leher, atau punggung yang terus-menerus setelah 3โ5 hari pemakaian
- Ketiak atau lengan bawah mati rasa, kesemutan, atau terasa terbakar (tanda tekanan saraf)
- Kruk terasa goyang, berbunyi โkrek-krekโ, atau terasa longgar
- Ujung karet sudah aus, retak, atau licin di lantai basah
- Kaki yang cedera sudah boleh menapak penuh โ segera ganti ke tongkat biasa agar postur kembali normal
- Kulit ketiak atau tangan lecet, memar, atau iritasi berat
- Jatuh atau hampir jatuh lebih dari sekali karena kruk tidak stabil
Masalah ini bisa dicegah dengan pengecekan rutin ,minimal setiap minggu.
Penutup
Tongkat kruk yang tepat tinggi dan nyaman bisa mempercepat penyembuhan serta mencegah nyeri baru di bahu atau punggung. Hanya butuh kurang dari 5 menit pengukuran yang benar untuk mendapatkan kruk yang pas 100 % dengan tubuh Anda. Jangan asal pakai kruk โkira-kiraโ. Gunakan panduan ini atau kontrol ke dokter orthopedi anda agar proses pemulihan berjalan lancar, aman, dan tanpa keluhan tambahan. Kaki sehat kembali dimulai dari kruk yang benar!
Ditinjau oleh:
dr. Alfa Januar Krista, Sp. OT (Foot and Ankle Surgeon), M. Kes, FICS, AIFO-K
Spesialis Ortopedi dan Traumatologi
Primaya Hospital Bekasi Timur



