• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Diare: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Diare Gejala, Mencegah dan Mengobati

Setiap orang bisa jadi pernah mengalami diare setidaknya sekali semasa hidupnya. Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling biasa terjadi dan mempengaruhi semua umur, dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun kondisi ini bisa juga menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius yang butuh perhatian medis.

Mengenal Diare

Diare adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang lebih sering buang air besar daripada biasanya atau tinja yang dibuang encer/berair. Terdapat beragam faktor yang bisa memicu kondisi ini, seperti infeksi, peradangan usus, reaksi tubuh terhadap makanan/minuman tertentu, dan efek samping obat-obatan.

buat jani dokter primaya

Sebagian besar orang dewasa mengalami episode diare setidaknya empat kali setiap tahun. Episode ini bisa terjadi secara mendadak dan berlangsung hingga 14 hari atau bersifat akut. Diare sebetulnya merupakan cara tubuh untuk membersihkan saluran pencernaan dari bakteri, virus, atau racun dengan cepat. Untuk kasus diare akut yang disebabkan oleh virus, gejalanya bisa hilang dalam beberapa hari dengan perawatan mandiri yang tepat di rumah.

Namun jika diare berlangsung lebih lama, bisa jadi itu merupakan pertanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius. Bisa menjadi kondisi yang membahayakan terutama jika tak mendapat penanganan yang baik. Ketika mengalami diare, seseorang akan kehilangan banyak cairan hingga mengalami dehidrasi yang mengancam jiwa, khususnya pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa yang rentan karena kondisi kesehatannya.

Gejala

Diare kerap disertai dengan buang angin, nyeri perut, dan keinginan buang air besar yang tak tertahankan. Kadang penderitanya juga mengalami mual dan muntah. Berikut ini beberapa gejala diare yang kerap muncul:

  • Tinja berair atau encer
  • Frekuensi buang besar meningkat hingga lebih dari tiga kali sehari
  • Kram perut yang menandakan adanya gangguan pada sistem pencernaan
  • Demam terutama untuk diare yang disebabkan oleh infeksi
  • Pusing
  • Letih lesu karena kehilangan cairan dan elektrolit
  • Selera makam turun atau hilang
  • Mulut kering
  • Rewel (bayi)
  • Ada darah dalam tinja, menandakan adanya penyakit yang lebih serius

Penyebab

Ada berbagai kemungkinan penyebab diare, dari infeksi hingga obat-obatan atau makanan yang dikonsumsi. Penyebab paling umum adalah infeksi bakteri, virus, atau parasit. Bakteri yang kerap memicu infeksi antara lain E. coli dan Salmonella. Berikut ini beberapa penyebab lain:

  • Reaksi alergi atau intoleransi terhadap kandungan makanan/minuman, misalnya laktosa atau gluten.
  • Konsumsi makanan/minuman yang tidak higienis, misalnya makanan mentah/belum/kurang matang. Air yang terkontaminasi juga bisa memicu diare ketika dikonsumsi.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti antibiotik dan obat pencahar.
  • Sindrom iritasi usus yang mempengaruhi saluran pencernaan.
  • Peradangan usus yang bisa memicu diare kronis atau berulang dalam jangka waktu lama.
  • Masalah lain pada saluran pencernaan.
  • Stres atau gangguan kecemasan.
Baca Juga:  Kenali Ramsay Hunt Syndrome : Penyakit Langka yang diderita Justin Bieber

Cara Dokter Mendiagnosis Diare

Dokter akan mengevaluasi kondisi pasien berdasarkan riwayat medis dan gejala yang dialami. Dokter akan bertanya seputar gejala buang air besar pasien, seperti berapa kali buang air besar dalam sehari, apakah tinja cair, apakah ada darah, dan lain-lain.

Dokter juga akan menanyakan apa makanan dan minuman yang baru-baru dikonsumsi, riwayat perjalanan, serta obat yang pernah atau sedang dikonsumsi. Selain itu, dokter bakal memeriksa fisik pasien untuk melihat tanda-tanda dehidrasi, gangguan elektrolit, atau lainnya yang mungkin berkaitan dengan diare.

Guna memastikan penyebab diare, dokter bisa meminta pasien menjalani tes laboratorium. Misalnya tes tinja untuk mengidentifikasi bakteri, virus, atau parasit yang mungkin menyebabkan infeksi saluran pencernaan. Dalam kasus tertentu, pasien mungkin perlu menjalani tes pencitraan seperti USG atau CT scan agar dokter memperoleh informasi lebih banyak tentang kondisi saluran pencernaan.

Cara Mengatasi Diare

Fokus penanganan diare adalah meredakan gejala, mengganti cairan yang hilang, dan mencegah komplikasi. Berikut ini sejumlah cara yang bisa dilakukan:

  • Beristirahat yang cukup agar tubuh punya tenaga untuk memulihkan diri
  • Minum banyak air putih
  • Mengonsumsi larutan elektrolit, seperti oralit
  • Makan makanan yang ringan dan mudah dicerna, seperti bubur, sop, nasi, roti, kentang rebus
  • Menghindari makanan pedas, berlemak, atau tinggi serat
  • Menghindari minuman beralkohol atau berkafein, termasuk teh dan kopi
  • Menghentikan penggunaan obat yang diduga menyebabkan efek samping diare
  • Menjaga kebersihan diri termasuk dengan rutin mencuci tangan menggunakan air dan sabun
Baca Juga:  Lemah Jantung (Kardiomiopati), Bagaimana Cara Mengatasinya?

Komplikasi

Diare rentan menyebabkan komplikasi jika tak mendapat penanganan yang tepat. Di antaranya:

  • Dehidrasi yang bisa menyebabkan gangguan serius pada fungsi organ tubuh hingga kematian
  • Ketidakseimbangan elektrolit yang bisa memicu gangguan jantung, kejang, dan kelumpuhan otot
  • Malnutrisi atau gangguan kekurangan nutrisi, terutama pada anak-anak
  • Gangguan keseimbangan asam-basa yang bisa mempengaruhi fungsi organ vital dan mengganggu sistem pernapasan serta peredaran darah
  • Infeksi sekunder yang kian memperparah gejala
  • Masalah pencernaan karena rusaknya lapisan usus atau gangguan fungsi organ lain

Pencegahan

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah cara utama untuk mencegah diare, antara lain dengan:

  • Mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun setelah menggunakan toilet atau menyentuh benda yang terkontaminasi
  • Memastikan mengonsumsi minuman/makanan yang telah matang dan diolah secara higienis
  • Jika ragu terhadap kebersihan makanan/minuman, sebaiknya tidak mengonsumsinya
  • Menggunakan perlengkapan dan tempat makan yang bersih
  • Menjalani vaksinasi, terutama anak-anak

Kapan Harus ke Dokter?

Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter bila mengalami diare yang parah dan berkepanjangan serta disertai gejala yang mengkhawatirkan, seperti dehidrasi, demam tinggi, darah dalam tinja, atau penurunan berat badan yang signifikan. Dokter akan melakukan evaluasi lebih lanjut dan menentukan diagnosis yang akurat untuk menentukan pengobatan yang tepat.

 

Narasumber:

dr. Aditya Rangga Fandiarta, Sp. PD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Tangerang

Referensi:

  • Diarrhea. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/diarrhea. Diakses 5 Juni 2023
  • Diarrhoeal disease. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease. Diakses 5 Juni 2023
  • Diarrhea in Adults. https://www.msdmanuals.com/home/digestive-disorders/symptoms-of-digestive-disorders/diarrhea-in-adults. Diakses 5 Juni 2023
  • Diarrhea Causes, Treatment, and Symptoms. https://share.upmc.com/2015/05/causes-of-diarrhea/. Diakses 5 Juni 2023
  • Diarrhea. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448082/. Diakses 5 Juni 2023
  • Acute Diarrhea. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7148607/. Diakses 5 Juni 2023
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.