Penyakit cacar air atau varicella adalah infeksi virus sangat menular yang paling sering menyerang anak usia sekolah dan balita. Di Indonesia, cacar air masih endemis dengan ribuan kasus setiap tahun, terutama di musim hujan atau pergantian cuaca. Banyak orang tua panik saat anak demam tinggi dan ruam gatal muncul, tapi cacar air biasanya sembuh sendiri dalam 7 hingga 10 hari tanpa komplikasi jika ditangani tepat di rumah. Penyebab utama virus varicella-zoster yang menyebar lewat udara atau kontak langsung, dengan masa inkubasi 10–21 hari. Gejala khas seperti ruam berbentuk bintik merah berisi cairan dan gatal hebat sering disertai demam dan lelah.
Pengobatan rumah fokus kurangi gatal, cegah infeksi sekunder, dan jaga kenyamanan anak dengan kompres dingin, oatmeal bath, dan obat simptomatik seperti paracetamol. Vaksin cacar air bisa cegah hingga 90 persen kasus berat. Dengan perawatan tepat, anak bisa pulih tanpa bekas luka permanen.
Artikel ini membahas mendalam penyebab cacar air, gejala awal sering terlewat, cara penularan, diagnosis klinis, pengobatan rumah efektif, komplikasi jarang tapi berbahaya, pencegahan vaksin dan isolasi, tips harian atasi gatal, serta kapan harus segera ke dokter agar cacar air tertangani aman di rumah dan anak cepat sembuh.
Mengenal Penyakit Cacar Air
Cacar air, atau dalam istilah medis dikenal sebagai Varicella, adalah infeksi saluran pernapasan dan kulit yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Varicella-Zoster (VZV), yang termasuk dalam keluarga Herpesvirus. Meskipun sering dianggap sebagai penyakit “masa kanak-kanak” yang ringan, cacar air tetap memerlukan perhatian khusus karena rasa tidak nyaman yang ditimbulkannya serta potensi komplikasinya pada individu dengan imun lemah.
Di Indonesia, cacar air paling sering menyerang anak-anak usia 5 hingga 10 tahun, terutama saat memasuki masa sekolah di mana interaksi fisik antar anak sangat intens. Namun, orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air atau belum divaksinasi juga bisa tertular dengan gejala yang biasanya lebih berat.
Ciri Khas dan Gejala
Perjalanan penyakit cacar air biasanya mengikuti pola yang sangat khas, dimulai dari gejala mirip flu hingga munculnya lenting di seluruh tubuh.
- Fase Gejala Awal (Prodromal): Muncul 1–2 hari sebelum ruam. Anak akan mengalami demam (mulai dari ringan hingga tinggi), merasa sangat lelah (lethargy), sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan.
- Fase Ruam dan Lenting (Vesikel): Ruam biasanya muncul pertama kali di dada, punggung, atau wajah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Prosesnya sangat cepat:
- Bintik Merah: Ruam kecil kemerahan.
- Vesikel: Bintik tersebut berubah menjadi lenting berisi cairan bening yang sangat gatal.
- Krusta: Lenting akan pecah atau mengering menjadi keropeng (kerak) dalam waktu 4–7 hari.
- Gatal Hebat: Ini adalah keluhan utama yang membuat anak rewel. Menggaruk lenting sangat tidak disarankan karena dapat memicu infeksi bakteri sekunder dan meninggalkan bekas luka permanen (bopeng).
Masa Penularan yang Sangat Cepat
Cacar air menular melalui percikan ludah (droplets) saat penderita batuk atau bersin, serta kontak langsung dengan cairan dari lenting.
Penting untuk Diketahui: Seseorang sudah bisa menularkan virus 1 hingga 2 hari SEBELUM ruam muncul. Masa penularan ini baru berakhir ketika seluruh lenting telah kering menjadi krusta (keropeng). Selama masih ada satu saja lenting yang basah, anak harus tetap diisolasi di rumah agar tidak memicu wabah di sekolah atau lingkungan sekitar.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), cacar air umumnya sembuh sendiri, namun vaksinasi terbukti menurunkan risiko komplikasi.
Setelah sembuh, virus latent dan bisa aktif kembali sebagai herpes zoster dewasa.
Gejala Cacar Air pada Anak
Gejala awal:
- Demam
- Sakit kepala
- Lelah
- Nafsu makan turun
Gejala khas:
- Ruam merah gatal
- Vesikel berisi cairan
- Krusta cokelat
- Ruam bertahap gelombang
Ruam muncul wajah, badan, lalu ekstremitas.
Penyebab dan Penularan Cacar Air
Penyebab: virus varicella-zoster.
Penularan:
- Droplet udara batuk bersin
- Kontak vesikel
- Ibu hamil ke janin
Masa menular: 1–2 hari sebelum ruam hingga krusta kering.
Imun setelah sembuh seumur hidup terhadap cacar air.
Cara Dokter Mendiagnosis Cacar Air
Diagnosis:
- Klinis gejala ruam
- Riwayat kontak
- Tes PCR atau serologi jarang
Diagnosis biasa tanpa lab.
Pengobatan Cacar Air di Rumah
Pengobatan rumah:
- Paracetamol demam nyeri
- Kompres dingin gatal
- Oatmeal bath
- Lotion calamine
- Potong kuku cegah garuk
- Pakaian longgar katun
Hindari aspirin risiko Reye syndrome.
Antiviral acyclovir hanya risiko tinggi.
Komplikasi Cacar Air
Komplikasi:
- Infeksi kulit bakteri
- Pneumonia
- Ensefalitis
- Cacar kongenital janin
Komplikasi lebih tinggi dewasa atau imun lemah.
Pencegahan Cacar Air
Pencegahan:
- Vaksin varicella 2 dosis
- Isolasi anak sakit
- Hindari kontak risiko tinggi
Vaksin kurangi kasus 90 persen.
Tips Praktis Menangani Cacar Air Rumah
Tips:
- Hidrasi banyak
- Makan lembut
- Ruang sejuk
- Hindari garuk
- Pantau demam
Tips kurangi gatal efektif.
Kapan Harus ke Dokter
Segera ke dokter jika:
- Demam >4 hari
- Ruam bernanah
- Sesak napas
- Lemas berat
- Bayi <6 bulan
Konsultasi cegah komplikasi.
Informasi lengkap cacar air dapat dibaca pada artikel layanan anak dan layanan kulit dan kelamin dari Primaya Hospital.
Tangani Cacar Air dengan Tenang
Penyakit cacar air dengan penyebab virus dan pengobatan rumah tepat bisa sembuh tanpa komplikasi. Dengan pencegahan vaksin, tips gatal, dan respons cepat di atas, anak bisa pulih nyaman. Mulai hari ini: vaksin lengkap, pantau gejala, kompres dingin, dan konsultasi dokter jika berat. Ingat: cacar air sementara — bekas bisa dicegah dengan perawatan. Tangani cacar air tenang untuk anak sehat kembali!
Ditinjau oleh:
dr. Theresia Asti Prasasti Darma Sudjono Sp. PD
Spesialis Penyakit Dalam
Primaya Hospital Inco Sorowao
Referensi:
- Chickenpox (Varicella). https://www.cdc.gov/chickenpox/about/index.html. Diakses pada 29 Desember 2025.
- Chickenpox. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chickenpox/symptoms-causes/syc-20351282. Diakses pada 29 Desember 2025.
- Pedoman Penanganan Cacar Air pada Anak. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/infeksi/pedoman-cacar-air. Diakses pada 29 Desember 2025.
- Panduan Kesehatan Anak. https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-publik/Pedoman-Kesehatan-Anak-2023.pdf. Diakses pada 29 Desember 2025



