• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Cacar Monyet – Penularan, Pencegahan dan Pengobatannya

Monkeypox Cacar Monyet - Penularan, Pencegahan dan Pengobatannya

Monkeypox atau cacar monyet menjadi fenomena masalah kesehatan terbaru setelah Covid-19 menjadi pandemi. Hingga artikel ini ditulis, Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum menyatakan cacar monyet sebagai pandemi. Meski begitu, WHO meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan akan bahaya monkeypox.

 


Mengenal Monkeypox

Monkeypox adalah penyakit zoonosis. Artinya, penyakit ini dapat menular di antara hewan dan manusia. Virus penyebab cacar monyet bisa menyebar dari hewan ke manusia lewat kontak erat. Monkeypox pertama kali ditemukan pada monyet liar, karena itulah penyakit ini disebut cacar monyet. Temuan itu diperoleh dari penelitian terhadap monyet di laboratorium di Kopenhagen, Denmark pada tahun 1958.

Meski demikian, virus monkeypox kemungkinan besar tersebar dari berbagai hewan pengerat yang hidup di hutan hujan kawasan Afrika tengah dan barat. Hewan itulah yang mungkin membawa virus ini di alam, termasuk kemudian menulari monyet liar. Kasus cacar monyet pertama pada manusia pertama kali terdeteksi di Kongo pada 1970.

Adapun penularan monkeypox secara masif terakhir kali dilaporkan pada pertengahan 2022 di sejumlah negara di Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Afrika, dan Australia. Penyakit ini pada dasarnya jarang dijumpai pada manusia. Para ahli meyakini kasus cacar monyet mengalami peningkatan karena menurunnya imunitas setelah penghentian vaksin cacar air rutin.

 

Tanda dan Gejala Monkeypox

Tanda dan gejala monkeypox yang utama adalah munculnya ruam. Namun ruam yang bermula dari wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh ini umumnya baru terlihat 1-3 hari setelah gejala awal dialami pasien. Gejalanya antara lain:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit punggung
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Menggigil
  • Merasa sangat lelah dan lemas

Ruam cacar monyet akan berkembang menjadi lesi berisi cairan nanah. Setelah sembuh, lesi akan berubah menjadi koreng dan lalu rontok. Dalam kasus wabah cacar monyet 2022, didapati pasien yang tidak mengalami demam, tapi langsung muncul ruam dan lesi.

 

Penyebab Monkeypox

Monkeypox disebabkan oleh virus yang berasal dari genus Orthopoxvirus. Manusia bisa tertular virus cacar monyet ketika bersinggungan dengan hewan yang terinfeksi sebelumnya. Misalnya:

  • Gigitan atau cakaran
  • Sentuhan dengan darah, luka, atau cairan tubuh
  • Memakan daging hewan terinfeksi yang tidak diolah dengan baik
  • Sentuhan dengan kulit atau bulu
Baca Juga:  Obat Antibiotik: Bolehkah Tidak Dihabiskan?

Monkeypox juga dapat menyebar dari satu orang ke orang lain lewat:

  • Sentuhan dengan benda yang terkontaminasi
  • Sentuhan dengan ruam atau lesi orang yang terinfeksi, termasuk saat berhubungan badan
  • Cairan bersin atau batuk

 

Cara Mendiagnosis Monkeypox

Karena gejala cacar monyet mirip dengan cacar lain, dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis. Umumnya diagnosis dilakukan dengan memeriksa tanda dan gejala dulu secara fisik. Dalam pemeriksaan ini, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan pasien.

Selain itu, dokter akan meminta pasien menjalani tes laboratorium guna memastikan jenis virus yang menyebabkan penyakit itu, antara lain tes polymerase chain reaction (PCR) dan tes darah serta pemeriksaan sampel cairan dari lesi yang muncul pada kulit.

 

Pengobatan dan Penanganan Monkeypox

Monkeypox adalah penyakit yang dapat sembuh sendiri  selama 2-4 pekan. Sebagian besar pasien cacar monyet dapat pulih tanpa perawatan di rumah sakit. Hingga saat ini belum ada obat anti-virus khusus untuk menyembuhkan pasien cacar monyet. Setelah mendapat diagnosis, pasien biasanya mendapat obat-obatan yang difokuskan untuk meredakan gejala. Pasien harus dipisahkan dari anggota keluarga lain di rumah guna menghindari penularan di lingkungan terdekat.

Pasien juga bisa mendapatkan obat pereda nyeri dan demam dari apotek seperti ibuprofen dan asetaminofen. Untuk mengatasi gatal-gatal dan kulit kering akibat ruam, mandi berendam dalam air hangat dan tambahan oatmeal bisa membantu.

 

Komplikasi Monkeypox

Monkeypox bisa menyebabkan komplikasi dalam kasus yang serius, di antaranya:

  • Pneumonia
  • Infeksi kulit
  • Kebingungan
  • Infeksi mata yang bisa memicu kebutaan
  • Infeksi otak

Tingkat kematian pasien monkeypox terbilang kecil. Risiko komplikasi lebih besar pada anak-anak dan orang lain yang memiliki masalah kesehatan sebelumnya.

Baca Juga:  Pengobatan Minimal Invasif Untuk Pembesaran Tiroid Jinak Dengan Radio Frekuensi Ablasi (RFA) di Primaya Hospital

 

Pencegahan Monkeypox

Upaya pertama untuk mencegah monkeypox bisa dilakukan dengan mendapatkan vaksinasi cacar. Namun vaksin cacar tidak serta-merta membuat orang kebal dari virus cacar monyet. Cara terbaik untuk membantu mencegah penularan virus ini antara lain:

  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat
  • Menghindari kontak dengan hewan yang terinfeksi, termasuk yang sudah mati
  • Mengolah semua makanan berbahan daging dengan baik
  • Menghindari kontak dengan objek apa pun yang terkontaminasi
  • Menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi
  • Bersihkan dan disinfeksi permukaan benda yang sering dipegang
  • Kenakan alat pelindung diri ketika merawat anggota keluarga yang terkena cacar monyet

 

Kapan Harus ke Dokter?

Monkeypox adalah penyakit yang jarang terjadi dan bisa hilang sendiri. Namun tetap ada risiko komplikasi yang membahayakan. Hubungi dokter secepatnya jika merasakan tanda atau gejala cacar monyet, terutama bila sebelumnya bepergian ke kawasan yang rawan penyebaran virus cacar monyet atau melakukan kontak erat dengan orang atau hewan yang diduga terinfeksi virus tersebut.

 

Reviewed by

dr. Anugrah Riansari M.Kes, SpPD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Semarang

 

Referensi

  • IDSA Media Briefing: Monkeypox – What Experts Know. https://www.idsociety.org/multimedia/videos/idsa-media-briefing-monkeypox–what-experts-know/. Diakses 27 Juni 2022
  • Monkeypox. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/monkeypox. Diakses 27 Juni 2022
  • Virus causing monkeypox outbreak has mutated to spread easier. https://www.cidrap.umn.edu/news-perspective/2022/06/virus-causing-monkeypox-outbreak-has-mutated-spread-easier. Diakses 27 Juni 2022
  • Clinical features and management of human monkeypox: a retrospective observational study in the UK. https://www.thelancet.com/journals/laninf/article/PIIS1473-3099(22)00228-6/fulltext. Diakses 27 Juni 2022
  • The changing epidemiology of human monkeypox—A potential threat? A systematic review. https://journals.plos.org/plosntds/article?id=10.1371/journal.pntd.0010141. Diakses 27 Juni 2022
  • Extended Human-to-Human Transmission during a Monkeypox Outbreak in the Democratic Republic of the Congo. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4880088/. Diakses 27 Juni 2022
  • Major increase in human monkeypox incidence 30 years after smallpox vaccination campaigns cease in the Democratic Republic of Congo. https://www.pnas.org/doi/10.1073/pnas.1005769107. Diakses 27 Juni 2022
  • Monkeypox. https://www.cdc.gov/poxvirus/monkeypox/index.html. Diakses 27 Juni 2022
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.