Pernahkah Anda merasa tubuh sangat letih lesu padahal baru saja bangun tidur? Atau kerap kesulitan berkonsentrasi, kadang seperti nge-blank, dan suasana hati gampang berubah-ubah? Bisa jadi itu bukan gejala kelelahan biasa, melainkan tanda fibromyalgia. Kondisi ini mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, tapi masih banyak yang belum memahaminya. Berikut ini artikel yang menjelaskan kondisi yang belum ada obatnya ini.
Apa Itu Fibromyalgia?
Fibromyalgia adalah gangguan kronis yang ditandai dengan nyeri muskuloskeletal (berkaitan dengan otot dan tulang) yang meluas dan disertai dengan gejala lain, seperti masalah tidur, kelelahan, serta gangguan memori dan suasana hati. Kondisi ini sering kali dikira sebagai gangguan akibat stres, tapi mekanisme terjadinya bisa jauh lebih kompleks.
Seperti dijelaskan di MayoClinic, pada fibromyalgia, banyak peneliti berpendapat bahwa saraf terpengaruh sedemikian rupa sehingga menyebabkan perubahan pada otak dan sumsum tulang belakang. Perubahan ini melibatkan peningkatan kadar zat kimia tertentu di otak yang tidak teratur dan berfungsi sebagai sinyal rasa nyeri.
Adapun dalam studi di jurnal Mayo Clinic Proceedings disebutkan bahwa studi pencitraan saraf modern telah mengkonfirmasi bahwa fibromyalgia adalah gangguan pengaturan nyeri di sistem saraf pusat yang ditandai dengan “sensitisasi sentral” atau “amplifikasi sentral”.
Studi menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) menunjukkan pasien dengan fibromyalgia memiliki aktivasi otak yang berbeda dan meningkat sebagai respons terhadap tekanan, bahkan ketika tekanan tersebut dianggap tidak menimbulkan rasa sakit oleh individu sehat.
National Institutes of Health menyebutkan kondisi ini mempengaruhi sekitar 2-4 persen populasi orang dewasa dengan prevalensi lebih tinggi pada perempuan dibanding pria. Hingga kini belum ada obat untuk fibromyalgia, tapi terdapat pilihan terapi yang bisa membantu meringankan gejala.
Gejala Fibromyalgia
Gejala fibromyalgia yang utama adalah nyeri yang terasa pada otot dan tulang, tapi karakteristiknya bervariasi pada setiap individu. Nyeri ini bisa berupa seperti sensasi terbakar, kaku, atau berdenyut dan bisa berlangsung setidaknya selama tiga bulan. Gejala umum lainnya meliputi:
- Rasa lelah yang ekstrem dan tidak membaik walau sudah beristirahat.
- Kabut otak, yakni gangguan kognitif seperti sulit berkonsentrasi, mengingat kata-kata, atau memproses informasi.
- Gangguan tidur, seperti sulit tidur, kerap terbangun saat tidur, dan merasa tidak segar ketika bangun.
- Area tubuh tertentu lebih sensitif terhadap tekanan, antara lain leher, bahu, dada, pinggul, lutut, dan siku
Selain itu, ada pasien yang melaporkan gejala seperti sakit kepala tegang atau migrain, kecemasan, depresi, pusing, serta sensitivitas terhadap suara, cahaya, atau suhu.
Penyebab Fibromyalgia
Hingga kini penyebab pasti fibromyalgia belum diketahui. Namun para ahli sepakat kondisi ini terjadi karena kombinasi beberapa faktor yang meliputi:
- Sensitisasi sentral: Otak dan sumsum tulang belakang penderita fibromyalgia menjadi hipersensitif sehingga ambang batas nyeri menjadi lebih rendah.
- Ketidakseimbangan neurotransmiter: Kadar serotonin dan norepinefrin yang terlibat dalam regulasi nyeri, suasana hati, dan tidur rendah, sementara kadar glutamat yang dapat meningkatkan sinyal nyeri lebih tinggi.
- Genetik: Ada kecenderungan fibromyalgia dialami secara turun-temurun dalam keluarga.
- Gangguan tidur: Selain menjadi gejala, gangguan tidur bisa menjadi faktor pemicu fibromyalgia.
- Infeksi: Fibromyalgia bisa muncul atau memburuk karena beberapa penyakit atau infeksi tertentu.
- Trauma fisik atau emosional: Kejadian traumatis seperti kecelakaan atau kondisi stres pascatrauma (PTSD) kerap dikaitkan dengan munculnya gejala fibromyalgia.
Cara Dokter Mendiagnosis Fibromyalgia
Dokter mendiagnosis fibromyalgia dengan berpedoman pada beberapa kriteria, seperti:

- Indeks perluasan nyeri (WPI): Pengukuran area tubuh mana yang terasa nyeri dalam satu minggu terakhir.
- Skala keparahan gejala: Penilaian tingkat keparahan kelelahan, tidur yang tidak menyegarkan, dan gejala kognitif.
- Durasi: Gejala harus sudah ada pada tingkat yang sama setidaknya selama tiga bulan.
Di samping itu, dokter akan mendiskusikan riwayat nyeri, gejala yang menyertai, riwayat keluarga, dan potensi pemicu dengan pasien. Untuk mengecek tanda-tanda perluasan nyeri, dokter mungkin perlu menekan titik-titik nyeri tertentu.
Cara Mengatasi Fibromyalgia
Karena kompleksitasnya, penanganan fibromyalgia memerlukan kombinasi antara obat-obatan dan terapi gaya hidup. Di antaranya:
- Obat-obatan: pereda nyeri, antidepresan, atau antikejang untuk membantu mengurangi rasa sakit dan memperbaiki kualitas tidur.
- Terapi fisik dan olahraga: olahraga berintensitas rendah seperti jalan kaki, berenang, atau tai chi dapat secara signifikan mengurangi rasa nyeri.
- Terapi perilaku kognitif: terapi ini dapat membantu pasien membangun strategi untuk menghadapi situasi stres dan mengubah cara berpikir tentang rasa sakit.
Komplikasi Fibromyalgia
Fibromyalgia tidak menyebabkan kerusakan organ dalam secara langsung, tapi ada komplikasi psikologis yang sangat mungkin terjadi, seperti:
- Penurunan kualitas hidup karena rasa sakit yang konstan membatasi aktivitas fisik dan produktivitas kerja.
- Isolasi sosial atau rasa kesepian akibat tidak mampu ikut serta dalam aktivitas sosial.
- Depresi dan kecemasan.
Pencegahan Fibromyalgia
Secara teknis, tidak ada cara pasti untuk mencegah fibromyalgia. Namun ada cara yang dapat membantu mengurangi risiko, seperti:
- Manajemen stres dengan meditasi, pernapasan dalam, atau yoga.
- Pastikan jadwal tidur yang konsisten dan menciptakan lingkungan kamar yang nyaman saat akan tidur.
- Diet seimbang untuk menjaga berat badan ideal sehingga mengurangi tekanan pada sendi dan otot.
Kapan Harus ke Dokter?
Fibromyalgia memerlukan diagnosis dokter agar dapat segera diatasi. Segeralah berkonsultasi dengan ahli reumatologi atau dokter umum jika mengalami nyeri yang meluas di seluruh tubuh tanpa penyebab jelas hingga lebih dari tiga bulan serta kelelahan ekstrem. Meskipun fibromyalgia tidak bisa disembuhkan secara total, ada cara untuk mengelola kondisi ini sehingga individu yang mengalaminya tetap bisa menjalani hidup dengan aktif dan bahagia.
Ditinjau oeh:
Spesialis Neurologi
Primaya Hospital Karawang
Referensi:
- Fibromyalgia. https://rheumatology.org/patients/fibromyalgia. Diakses 27 Januari 2026
- Mind and body therapy for fibromyalgia. https://www.cochranelibrary.com/cdsr/doi/10.1002/14651858.CD001980.pub3/full. Diakses 27 Januari 2026
- Fibromyalgia. https://www.niams.nih.gov/health-topics/fibromyalgia. Diakses 27 Januari 2026
- The Science of Fibromyalgia. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3258006/. Diakses 27 Januari 2026
- Fibromyalgia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK540974/. Diakses 27 Januari 2026
- Fibromyalgia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fibromyalgia/symptoms-causes/syc-20354780. Diakses 27 Januari 2026
- Fibromyalgia. https://www.nature.com/articles/nrdp201522. Diakses 27 Januari 2026
- 2016 Revisions to the 2010/2011 fibromyalgia diagnostic criteria. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0049017216302086. Diakses 27 Januari 2026
- Fibromyalgia: from pathophysiology to therapy. https://www.nature.com/articles/nrrheum.2011.98. Diakses 27 Januari 2026
- Emotional, physical, and sexual abuse in fibromyalgia syndrome: a systematic review with meta-analysis. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20722042/. Diakses 27 Januari 2026
- Fibromyalgia: When Distress Becomes (Un)sympathetic Pain. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1155/2012/981565. Diakses 27 Januari 2026


