Sindrom kelelahan kronis atau Chronic Fatigue Syndrome (CFS), yang juga disebut Myalgic Encephalomyelitis (ME/CFS), adalah penyakit kompleks yang membuat penderita merasa sangat lelah terus-menerus meskipun sudah istirahat panjang.
Pada remaja, penyakit ini sering terdeteksi terlambat karena gejalanya disangka โhanya capek sekolahโ atau โmalas belajarโ. Padahal, CFS dapat mengganggu sekolah, pertemanan, bahkan perkembangan fisik dan mental remaja secara serius.
Artikel ini membahas tanda-tanda-tanda khas CFS pada remaja agar orang tua dan guru bisa mendeteksi lebih dini.
Mengenal Sindrom Kelelahan Kronis (ME/CFS)
ME/CFS adalah gangguan multisistem yang ditandai dengan kelelahan berat yang tidak membaik dengan istirahat dan memburuk setelah aktivitas fisik atau mental (disebut post-exertional malaise atau PEM). Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diagnosis CFS pada remaja memerlukan gejala minimal 6 bulan dan mengganggu aktivitas sehari-hari lebih dari 50%.
Gejala Utama CFS pada Remaja
Remaja dengan CFS biasanya mengalami kombinasi gejala berikut:
- Kelelahan berat yang tidak wajar
Merasa lelah sepanjang hari meski tidur 10โ14 jam. Bangun tidur tetap lemas seperti tidak tidur. - Post-Exertional Malaise (PEM)
Setelah aktivitas ringan (sekolah, olahraga, ujian), tubuh โcrashโ selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. Remaja jadi terpaksa bolos sekolah berulang. - Gangguan tidur yang tidak menyegarkan
Sulit tidur, sering terbangun, atau tidur terlalu lama tapi tetap lelah (unrefreshing sleep). - Nyeri otot dan sendi tanpa pembengkakan
Nyeri berpindah-pindah, terasa โseperti habis lari maraton padahal hanya duduk di kelas. - Kabut otak (brain fog)
Sulit berkonsentrasi, lupa pelajaran yang baru dipelajari, sulit mencari kata-kata, lambat berpikir. - Sakit kepala jenis baru
Biasanya tegang atau migrain yang tidak pernah dialami sebelumnya. - Sakit tenggorokan & pembesaran kelenjar getah bening
Terasa seperti mau flu terus-menerus. - Intoleransi suhu & keringat malam
Mudah kedinginan atau malah berkeringat berlebih tanpa sebab. - Gangguan pencernaan
Sering IBS (irritable bowel syndrome), mual, atau perut kembung.
Siapa Remaja yang Berisiko Tinggi?
CFS dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering pada:
- Remaja perempuan (rasio 2โ4 : 1 dibanding laki-laki)
- Usia 13โ18 tahun
- Memiliki riwayat infeksi virus berat (misalnya mononukleosis/EBV, COVID-19)
- Pernah mengalami trauma fisik atau stres berat (ujian nasional, bullying)
- Keluarga dengan riwayat autoimun atau CFS
Dampak CFS terhadap Kehidupan Remaja
- Bolos sekolah >50% waktu belajar
- Turun prestasi drastis
- Menarik diri dari teman dan kegiatan ekstrakurikuler
- Muncul kecemasan atau depresi sekunder
- Orang tua sering dituduh โterlalu memanjakanโ anak
Cara Dokter Mendiagnosis CFS pada Remaja
Tidak ada tes laboratorium tunggal. Dokter menggunakan kriteria diagnostik internasional (Institute of Medicine 2015 atau CDC):
- Kelelahan berat >6 bulan + mengganggu aktivitas signifikan
- Post-exertional malaise
- Tidur tidak menyegarkan
- Gangguan kognitif ATAU ortostatik intoleransi (pusing saat berdiri)
Dokter akan menyingkirkan penyakit lain terlebih dahulu (anemia, hipotiroid, diabetes, sleep apnea, depresi primer, dll).
Informasi lengkap bisa dibaca di laman resmi Mayo Clinic.
Cara Mengatasi CFS pada Remaja
Belum ada obat penyembuh, tetapi gejala dapat dikelola dengan:
- Pacing: mengatur aktivitas agar tidak melebihi โenergy envelopeโ
- Terapi perilaku kognitif (CBT) khusus CFS (bukan CBT depresi biasa)
- Manajemen tidur yang baik
- Fisioterapi bertahap (graded exercise therapy hanya jika dilakukan ahli CFS)
- Suplemen (CoQ10, magnesium, vitamin B12) jika terbukti kekurangan
- Dukungan sekolah (belajar dari rumah parsial, tambahan waktu ujian)
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera periksa jika remaja:
- Tidak bisa sekolah >2 minggu berturut-turut karena lelah
- Mengalami pusing hebat saat berdiri (POTS)
- Demam berulang tanpa sebab jelas
- Berat badan turun drastis
Yang Sering di Tanyakan (FAQ)
Apakah CFS sama dengan โhanya capek biasaโ?
Tidak. Kelelahan biasa membaik setelah istirahat. CFS justru memburuk setelah aktivitas.
Berapa lama CFS bertahan pada remaja?
Sekitar 50โ70% remaja membaik dalam 5 tahun, tapi sebagian tetap memiliki gejala ringan hingga dewasa.
Apakah CFS menular?
Tidak menular, tapi sering muncul setelah infeksi virus.
Memahami Sindrom Kelelahan Kronis pada Remaja
Sindrom kelelahan kronis pada remaja bukan โkemalasanโ atau โdrama remajaโ. Ini adalah penyakit nyata yang sangat mengganggu kehidupan. Deteksi dini dan dukungan dari keluarga serta sekolah dapat mencegah memburuknya kondisi. Jika anak Anda tiba-tiba โberubah jadi pemalasโ padahal dulu aktif, jangan buru-buru memarahi. Dengarkan dan bawa ke dokter yang paham ME/CFS.
Dengan penanganan tepat, banyak remaja dengan CFS tetap bisa lulus sekolah dan menjalani hidup yang bermakna.
Ditinjau oleh:
Spesialis Saraf
Primaya Hospital Bekasi Utara
Referensi:
- Myalgic Encephalomyelitis/Chronic Fatigue Syndrome (ME/CFS). Centers for Disease Control and Prevention (CDC). https://www.cdc.gov/me-cfs/symptoms-diagnosis/symptoms.html . Diakses 3 Desember 2025.
- Chronic Fatigue Syndrome. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-fatigue-syndrome/symptoms-causes/syc-20360490 . Diakses 3 Desember 2025.
- Institute of Medicine. Beyond Myalgic Encephalomyelitis/Chronic Fatigue Syndrome: Redefining an Illness. National Academies Press, 2015. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK284897/ . Diakses 3 Desember 2025.
- Jason LA, et al. The prevalence of pediatric myalgic encephalomyelitis/chronic fatigue syndrome in a community-based sample. Child Youth Care Forum. 2020. https://doi.org/10.1007/s10566-019-09545-5 . Diakses 3 Desember 2025.
- Rowe PC, et al. Myalgic Encephalomyelitis/Chronic Fatigue Syndrome Diagnosis and Management in Young People: A Primer. Frontiers in Pediatrics, 2017. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5474682/ . Diakses 3 Desember 2025.



