• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Gejala Sindrom Kelelahan Kronis pada Remaja yang Perlu Diwaspadai

sindrom kelelahan

Sindrom kelelahan kronis atau Chronic Fatigue Syndrome (CFS), yang juga disebut Myalgic Encephalomyelitis (ME/CFS), adalah penyakit kompleks yang membuat penderita merasa sangat lelah terus-menerus meskipun sudah istirahat panjang.

Pada remaja, penyakit ini sering terdeteksi terlambat karena gejalanya disangka โ€œhanya capek sekolahโ€ atau โ€œmalas belajarโ€. Padahal, CFS dapat mengganggu sekolah, pertemanan, bahkan perkembangan fisik dan mental remaja secara serius.

Artikel ini membahas tanda-tanda-tanda khas CFS pada remaja agar orang tua dan guru bisa mendeteksi lebih dini.

Mengenal Sindrom Kelelahan Kronis (ME/CFS)

ME/CFS adalah gangguan multisistem yang ditandai dengan kelelahan berat yang tidak membaik dengan istirahat dan memburuk setelah aktivitas fisik atau mental (disebut post-exertional malaise atau PEM). Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diagnosis CFS pada remaja memerlukan gejala minimal 6 bulan dan mengganggu aktivitas sehari-hari lebih dari 50%.

Gejala Utama CFS pada Remaja

Remaja dengan CFS biasanya mengalami kombinasi gejala berikut:

  • Kelelahan berat yang tidak wajar
    Merasa lelah sepanjang hari meski tidur 10โ€“14 jam. Bangun tidur tetap lemas seperti tidak tidur.
  • Post-Exertional Malaise (PEM)
    Setelah aktivitas ringan (sekolah, olahraga, ujian), tubuh โ€œcrashโ€ selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. Remaja jadi terpaksa bolos sekolah berulang.
  • Gangguan tidur yang tidak menyegarkan
    Sulit tidur, sering terbangun, atau tidur terlalu lama tapi tetap lelah (unrefreshing sleep).
  • Nyeri otot dan sendi tanpa pembengkakan
    Nyeri berpindah-pindah, terasa โ€œseperti habis lari maraton padahal hanya duduk di kelas.
  • Kabut otak (brain fog)
    Sulit berkonsentrasi, lupa pelajaran yang baru dipelajari, sulit mencari kata-kata, lambat berpikir.
  • Sakit kepala jenis baru
    Biasanya tegang atau migrain yang tidak pernah dialami sebelumnya.
  • Sakit tenggorokan & pembesaran kelenjar getah bening
    Terasa seperti mau flu terus-menerus.
  • Intoleransi suhu & keringat malam
    Mudah kedinginan atau malah berkeringat berlebih tanpa sebab.
  • Gangguan pencernaan
    Sering IBS (irritable bowel syndrome), mual, atau perut kembung.
Baca Juga:  Terapi Saraf Kejepit, Kapan Diperlukan?

Siapa Remaja yang Berisiko Tinggi?

CFS dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering pada:

  • Remaja perempuan (rasio 2โ€“4 : 1 dibanding laki-laki)
  • Usia 13โ€“18 tahun
  • Memiliki riwayat infeksi virus berat (misalnya mononukleosis/EBV, COVID-19)
  • Pernah mengalami trauma fisik atau stres berat (ujian nasional, bullying)
  • Keluarga dengan riwayat autoimun atau CFS

Dampak CFS terhadap Kehidupan Remaja

  • Bolos sekolah >50% waktu belajar
  • Turun prestasi drastis
  • Menarik diri dari teman dan kegiatan ekstrakurikuler
  • Muncul kecemasan atau depresi sekunder
  • Orang tua sering dituduh โ€œterlalu memanjakanโ€ anak

Cara Dokter Mendiagnosis CFS pada Remaja

Tidak ada tes laboratorium tunggal. Dokter menggunakan kriteria diagnostik internasional (Institute of Medicine 2015 atau CDC):

  1. Kelelahan berat >6 bulan + mengganggu aktivitas signifikan
  2. Post-exertional malaise
  3. Tidur tidak menyegarkan
  4. Gangguan kognitif ATAU ortostatik intoleransi (pusing saat berdiri)

Dokter akan menyingkirkan penyakit lain terlebih dahulu (anemia, hipotiroid, diabetes, sleep apnea, depresi primer, dll).

Informasi lengkap bisa dibaca di laman resmi Mayo Clinic.

Cara Mengatasi CFS pada Remaja

Belum ada obat penyembuh, tetapi gejala dapat dikelola dengan:

  • Pacing: mengatur aktivitas agar tidak melebihi โ€œenergy envelopeโ€
  • Terapi perilaku kognitif (CBT) khusus CFS (bukan CBT depresi biasa)
  • Manajemen tidur yang baik
  • Fisioterapi bertahap (graded exercise therapy hanya jika dilakukan ahli CFS)
  • Suplemen (CoQ10, magnesium, vitamin B12) jika terbukti kekurangan
  • Dukungan sekolah (belajar dari rumah parsial, tambahan waktu ujian)

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Segera periksa jika remaja:

  • Tidak bisa sekolah >2 minggu berturut-turut karena lelah
  • Mengalami pusing hebat saat berdiri (POTS)
  • Demam berulang tanpa sebab jelas
  • Berat badan turun drastis
Baca Juga:  Cara Mengatasi Sakit Kepala Paling Efektif

Yang Sering di Tanyakan (FAQ)

Apakah CFS sama dengan โ€œhanya capek biasaโ€?
Tidak. Kelelahan biasa membaik setelah istirahat. CFS justru memburuk setelah aktivitas.

Berapa lama CFS bertahan pada remaja?
Sekitar 50โ€“70% remaja membaik dalam 5 tahun, tapi sebagian tetap memiliki gejala ringan hingga dewasa.

Apakah CFS menular?
Tidak menular, tapi sering muncul setelah infeksi virus.

Memahami Sindrom Kelelahan Kronis pada Remaja

Sindrom kelelahan kronis pada remaja bukan โ€œkemalasanโ€ atau โ€œdrama remajaโ€. Ini adalah penyakit nyata yang sangat mengganggu kehidupan. Deteksi dini dan dukungan dari keluarga serta sekolah dapat mencegah memburuknya kondisi. Jika anak Anda tiba-tiba โ€œberubah jadi pemalasโ€ padahal dulu aktif, jangan buru-buru memarahi. Dengarkan dan bawa ke dokter yang paham ME/CFS.

Dengan penanganan tepat, banyak remaja dengan CFS tetap bisa lulus sekolah dan menjalani hidup yang bermakna.

Ditinjau oleh:

dr. Sesmi Betris, Sp.S

Spesialis Saraf

Primaya Hospital Bekasi Utara

 

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below