• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Migrain dengan Aura: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Sakit kepala adalah gejala masalah kesehatan yang sudah umum terjadi. Namun ada beberapa jenis sakit kepala yang perlu perhatian lebih. Misalnya ketika ada sensasi aneh seperti penglihatan tiba-tiba berkabut, melihat cahaya berkelap-kelip seperti kilat, atau bahkan mati rasa di salah satu tangan yang perlahan merambat sebelum merasakan sakit kepala yang hebat. Bisa jadi itu adalah tanda migrain dengan aura. Jenis sakit kepala ini berkaitan dengan gangguan neurologis. Berikut ini pembahasannya.

Mengenal Migrain dengan Aura

Migrain dengan aura adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan serangan gejala aura yang biasanya berkembang secara bertahap dalam 5ย menit dan berlangsung kurang dari 60 menit yang diikuti sakit kepala khas migrain. Singkatnya, aura adalah โ€œperingatan diniโ€ dari sistem saraf bahwa serangan migrain akan segera terjadi.

Dikutip dari studi di jurnal Nature, aura terjadi karena adanya fenomena yang disebut cortical spreading depressionย (CSD). CSD adalah gelombang aktivitas listrik yang menyebar secara perlahan di permukaan otak (korteks) dan diikuti penekananย aktivitas saraf. Aura akan muncul sesuai dengan lokasi penyebaran gelombang ini, antara lain area korteks visual yang mempengaruhi penglihatan atau sensorik yang memicu gejala mati rasa atau kesemutan.

Gelombang CSD ini juga memicu pelepasan zat-zat kimia yang menyebabkan peradangan danย perubahan aliranย darah di otak yang pada akhirnya memunculkan rasa sakit berdenyut di kepala. Terdapat beberapa subtipe migrain dengan aura, termasuk โ€œsilent migraineโ€ย berupa munculnya gejala aura tapi tanpa sakit kepala yang lazim di kalangan lanjut usia. Kondisi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gejala Migrain dengan Aura

Gejala migrain dengan aura atau migrain klasik berkembang dalam fase-fase tertentu hingga munculnya sakit kepala yang hebat, yakni:

Fase Prodrom (Peringatan Dini)

Terjadi beberapa jam atau bahkan hari sebelum serangan. Gejalanya tidak signifikanย dan dapat berupa perubahan suasana hati (euforia atau lekas marah), leher kaku, sering menguap, dan peningkatan frekuensi buang air kecil.

Fase Aura (Inti)

Berlangsung selama 5-60 menit. Gejalanya sangat bervariasi, jenia aura yang umum dijumpai:

  • Aura visual (paling dominan): Dialami oleh lebih dari 90 persen penderita. Contohnya bintik buta atau area gelap di bidang pandang (skotoma) dan kilatan, bintik, atau garis cahaya (fotopsia) serta gambar seperti benteng atau zig-zag yang berkilauan (fortification spectra).
  • Aura sensorik: Sensasi kesemutan seperti ditusuk jarum atau mati rasa yang biasanya dimulai dari ujung jari, naik ke lengan, dan kemudian mencapai sisi wajah yang sama.
  • Aura disfasik/gangguan bahasa: Kesulitan menemukan kata-kata, berbicara dengan ucapan yang tidak jelas (pelo), atau kesulitan memahami pembicaraan orang lain.
Baca Juga:  Bayi Tidak Dapat Mengekspresikan Wajahnya? Waspadai Sindrom Moebius!

Fase Sakit Kepala

Nyeri berdenyut, biasanya pada satu sisi kepala (tapi bisa juga kedua sisi), yang bisa makin buruk oleh aktivitas fisik, cahaya, suara, atau bau. Sering disertai mual dan muntah.

Fase Postdrom (Mabuk Migrain)

Setelah sakit kepala reda, banyak penderita merasa kelelahan, linglung, lemas, dan pegal-pegal selama 24-48 jam.

Penyebab Migrain dengan Aura

Penyebab pasti migrain dengan aura masih diteliti, namun diyakini melibatkan kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan neurologis. Penyebab dasarnya adalah gelombangย cortical spreading depression yang memicu perubahan pada zat kimia, saraf, dan aliran darah di otak yang mempengaruhi cara kerjanya dan berkaitan dengan rasa sakit.

Faktor lain yang mungkin berpengaruh adalah genetik atau ada riwayat migrain dengan aura dalam keluarga. Selain itu, mungkin ada faktor pemicu lain yang meliputi:

  • Hormonal: fluktuasi estrogen pada perempuan (sebelum menstruasi, selama kehamilan, atau menopause).
  • Makanan: keju, cokelat, MSG, pemanis buatan, daging olahan, dan minuman beralkohol (terutama anggur merah).
  • Sensorik: cahaya terang atau silau, suara keras, dan bau yang kuat.
  • Perilaku: stres, kurang tidur atau tidur berlebihan, melewatkan waktu makan, dehidrasi, dan perubahan cuaca.

Cara Dokter Mendiagnosis Migrain dengan Aura

Tidak ada tes khusus yang bisa digunakan untuk memastikan diagnosis migrain dengan aura. Diagnosis terutama didasarkan pada riwayat medis yang mendetail dan pemeriksaan neurologis. Caranya antara lain:

  • Wawancara medis mengenai gejala aura yang muncul dan karakteristik sakit kepala yang dialami, termasuk frekuensi dan durasinya, juga tentang riwayat kesehatan pribadi dan keluarga.
  • Pemeriksaan neurologis lengkap yang mencakup tessaraf otak,ย kekuatan otot, refleks, koordinasi, dan sensasi.

Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti MRI atau CT scan otak, terutama jika:

  • Gejala berlangsung lebih dari satu jam atau disertai kelemahan otot.
  • Pola sakit kepala berubah tiba-tiba.
  • Serangan pertama kali terjadi setelah usia 40 tahun
  • Pemeriksaan neurologis menunjukkan temuan yang tidak normal.

Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan gejala tidak disebabkan oleh penyebab lain yang lebih serius, seperti stroke, tumor, atau malformasi pembuluh darah otak.

Cara Mengatasi Migrain dengan Aura

Penanganan migrain dengan aura difokuskan pada dua tujuan utama, yakni menghentikan serangan yang sedang berlangsung dan mencegah serangan di kemudian hari. Obat yang biasa digunakan antara lain:

  • Obat pereda nyeri umum seperti ibuprofen, naproksen, atau aspirin.
  • Triptan, yakni obat resep khusus migrain yang bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah dan memblokir jalur nyeri di otak.
  • Antiemetik untuk mengatasi mual dan muntah.
  • Obat pencegahan yang direkomendasikan bila terjadi serangaan nyeri kepala yang sering (lebih dari 4 hari per bulanย yang menyebakan gangguan fungsional) atau intensitas serangan sangat parah, seperti betablocker, antikonvulsan, dan antidepresan serta botoks untuk migrain kronis.
  • Suplemen seperti riboflavin (vitamin B2) dan magnesium.
Baca Juga:  Pseudodementia: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Selain obat-obatan, ada terapi nonfarmakologis, seperti:

  • Istirahat di ruangan yang gelap dan tenang.
  • Menggunakan kompres dingin pada dahi atau leher.
  • Menerapkan teknik relaksasi seperti meditasi dan latihan pernapasan dalam.

Komplikasi Migrain dengan Aura

Migrain dengan aura dikaitkan dengan sejumlah komplikasi yang mungkin terjadi, seperti:

  • Stroke iskemik, terutama pada kalangan perempuan perokok.
  • Migrain kronis atau sakit kepala yang berlangsung lama.
  • Status migrainosus, yakni serangan migrain yang parah dan berlangsung lebih dari 72 jam dan sering memerlukan penanganan di rumah sakit.
  • Gangguan kesehatan mental.
  • Sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan.

Pencegahan Migrain dengan Aura

Pencegahan migrain dengan aura melibatkan serangkaian langkah penyesuaian gaya hidup dan identifikasi pemicu serta penggunaan obat-obatan bila perlu. Rinciannya:

  • Menjaga pola hidup sehat dan seimbang, seperti:
  • Tidur dan bangun di waktu yang sama tiap hari
  • Tidak melewatkan jam makan
  • Minum air putih yang cukup
  • Rutin berolahraga
  • Mengelola stres dengan cara yang disenangi
  • Mengidentifikasi dan menghindari pemicu.
  • Mengikuti anjuran dokter jika ada obat yang diresepkan untuk pencegahan.

Kapan Harus ke Dokter?

Berkonsultasilah dengan dokter bila mengalami gejala yang menyerupai migrain dengan aura untuk pertama kalinya. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan membantu menemukan pemicunya. Bila mengalami gejala yang mirip migrain tapi lebih parah, segera cari pertolongan medis darurat untuk mengantisipasi kondisi yang lebih serius, seperti stroke.

Ditinjau oleh:

dr. Feliana, Sp. N

Spesialis Neurologi

Primaya Hospital Semarang

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below