• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Screen Time dan Risiko Gangguan Pendengaran

screen time

Di era digital saat ini, penggunaan gadget sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, menonton video, bermain game, hingga mendengarkan musik — semuanya dilakukan melalui smartphone, tablet, atau laptop.

Namun di balik kenyamanan tersebut, ada satu hal yang sering tidak disadari: screen time yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan telinga dan pendengaran.

Banyak orang fokus pada dampak gadget terhadap mata, padahal penggunaan earphone atau headphone dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran.

Apa Hubungan Screen Time dengan Pendengaran?

Screen time sering kali berkaitan dengan penggunaan audio melalui:

  • Earphone
  • Headset
  • Headphone
  • Speaker dengan volume tinggi

Semakin lama seseorang menggunakan perangkat audio, terutama dengan suara keras, semakin besar tekanan pada organ pendengaran di telinga bagian dalam.

Jika terjadi terus-menerus, sel-sel rambut halus di koklea (organ pendengaran) dapat mengalami kerusakan permanen.

Kebiasaan yang Berisiko Merusak Pendengaran

  1. Volume Terlalu Tinggi

Mendengarkan audio dengan volume tinggi dalam waktu lama menjadi penyebab paling umum gangguan pendengaran akibat gadget. Paparan suara di atas 85 desibel secara terus-menerus dapat merusak pendengaran.

  1. Menggunakan Earphone Berjam-jam

Banyak orang menggunakan earphone sambil bekerja, belajar, atau tidur tanpa jeda. Semakin lama telinga terpapar suara, risiko gangguan pendengaran juga meningkat.

  1. Tidur Menggunakan Earphone

Selain meningkatkan risiko iritasi telinga, kebiasaan ini membuat telinga terus menerima paparan suara tanpa istirahat.

  1. Penggunaan Gadget pada Anak
Baca Juga:  Bahaya Penggunaan Cotton Bud untuk Keamanan Lubang Telinga

Anak-anak memiliki organ pendengaran yang masih berkembang sehingga lebih sensitif terhadap paparan suara keras.

Gejala Awal Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran akibat paparan suara keras biasanya muncul perlahan sehingga sering tidak disadari.

Beberapa tanda awal yang perlu diperhatikan:

  • Telinga berdenging (tinnitus)
  • Suara terasa kurang jelas
  • Sering meminta orang mengulang pembicaraan
  • Telinga terasa penuh
  • Sulit mendengar di tempat ramai

Pada beberapa kasus, keluhan dapat menjadi permanen jika paparan terus berlanjut.

Tinnitus: Dampak yang Sering Diabaikan

Salah satu keluhan yang sering muncul akibat paparan suara berlebihan adalah:

Tinitus

yaitu Tinitus adalah sensasi mendengar suara tambahan tanpa ada sumber suara dari luar

Bunyi yang dirasakan bisa berupa:

  • Berdengung
  • Berdenging
  • Mendesis
  • Siulan
  • Desis
  • atau suara berdetak

Tinitus dapat mengganggu kualitas tidur, konsentrasi, dan aktivitas sehari-hari.

Cara Mengurangi Risiko Gangguan Pendengaran

Beberapa langkah sederhana dapat membantu menjaga kesehatan telinga:

Gunakan Aturan 60/60

Mendengarkan audio maksimal:

  • 60% volume
  • selama maksimal 60 menit tanpa jeda

Beri Waktu Istirahat untuk Telinga

Hindari penggunaan earphone terus-menerus sepanjang hari.

Hindari Volume Maksimal

Jika orang lain bisa mendengar suara dari earphone Anda, kemungkinan volumenya terlalu keras.

Gunakan Noise Cancelling jika Diperlukan

Lingkungan bising sering membuat seseorang menaikkan volume audio secara berlebihan.

Baca Juga:  Tenggorokan Sakit Saat Menelan, Apa Penyebabnya?

Batasi Screen Time pada Anak

Pengawasan orang tua penting untuk membatasi durasi penggunaan gadget dan volume audio pada anak.

Kapan Harus Periksa ke Dokter THT?

Segera konsultasi jika mengalami:
⚠️ telinga berdenging terus-menerus
⚠️ pendengaran terasa menurun
⚠️ telinga terasa penuh
⚠️ nyeri telinga
⚠️ sulit memahami percakapan

Pemeriksaan sejak dini membantu mencegah gangguan pendengaran menjadi lebih berat.

Kesimpulan

Screen time yang tinggi sering kali disertai penggunaan earphone atau headphone dalam waktu lama. Jika tidak dikontrol, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran dan tinnitus.

Menjaga volume tetap aman, memberi waktu istirahat pada telinga, dan membatasi penggunaan gadget menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan pendengaran, terutama pada anak dan remaja.

Ditinjau oleh:

dr. Bunga Aline Ditha, Sp.THT-BKL

Spesialis THT-BKL

Primaya Hospital Kelapa Gading

Referensi

Share to :

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below