Nyeri yang menusuk dan datang tiba-tiba pada bagian kanan bawah perut kerap memunculkan dugaan adanya masalah kesehatan yang serius, terutama usus buntu. Penyakit usus buntu alias radang usus buntu dalam dunia medis disebut apendisitis. Operasi kerap menjadi cara utama untuk mengatasi penyakit ini. Artikel ini akan membahas soal estimasi biaya operasi usus buntu atau harga appendectomy dan pilihan tindakannya, juga gejala yang menandakan operasi darurat mesti segera dilakukan.
Mengenal Radang Usus Buntu
Radang usus buntu adalah kondisi ketika terjadi peradangan pada apendiks, yaitu kantong kecil berbentuk jari yang menempel di usus besar. Menurut World Society of Emergency Surgery, ini adalah kasus bedah darurat pada rongga perut atau abdomen paling umum di dunia dan menjadi penyebab utama masuk rumah sakit serta tindakan operasi. Maka wajar jika soal biaya operasi usus buntu menjadi kekhawatiran tersendiri.
Diperkirakan sekitar 7-8% populasi dunia akan mengalami usus buntu dalam hidupnya dengan puncak kejadian pada usia 10-30 tahun. Penyebab utamanya adalah penyumbatan di dalam apendiks yang bisa terjadi karena feses yang mengeras, pembengkakan kelenjar getah bening, atau infeksi. Jika tak segera ditangani, apendiks itu bisa membengkak, terinfeksi (abses), bahkan pecah (perforasi) dan menyebabkan infeksi rongga perut (peritonitis) dari nanah dan kotoran di dalamnya yang mengancam nyawa.
Gejala yang Mengharuskan Operasi
Operasi usus buntu menjadi tindakan penanganan utama untuk kasus peradangan. Namun, jika peradangan masih ringan, dokter mungkin akan memberikan terapi antibiotik kuat lebih dulu sebagai alternatif operasi.
Dalam operasi, dokter akan mengangkat apendiks yang bermasalah (apendektomi) dengan teknik bedah tertentu. Berikut ini sejumlah gejala klasik usus buntu yang kerap memerlukan operasi darurat:
- Nyeri perut yang berpindah mulai dari sekitar pusar hingga ke perut kanan bawah.
- Nyeri perut memberat saat batuk, berjalan, atau bergerak mendadak.
- Mual dan muntah yang sering muncul setelah nyeri.
- Kehilangan nafsu makan.
- Demam yang kian tinggi seiring dengan memburuknya peradangan.
- Konstipasi atau diare, perut kembung, susah buang angin.
Jika Anda atau keluarga mengalami gejala tersebut, segera cari pertolongan medis. Dalam praktik klinis, keputusan operasi tidak hanya bergantung pada gejala yang dirasakan, tapi kombinasi gejala, pemeriksaan fisik, hasil lab, dan pencitraan.
Secara umum, operasi menjadi pilihan bila:
- Diagnosis apendisitis akut sangat mungkin/terkonfirmasi, terutama bila gejala mengarah ke inflamasi yang cukup berat.
- Ada kecurigaan komplikasi seperti perforasi, abses, peritonitis.
- Pasien datang dengan kondisi yang membuat risiko terapi konservatif lebih tinggi (misalnya tampak memburuk, tanda infeksi berat, atau bukti komplikasi pada pencitraan).
Ada dua pilihan tindakan operasi usus buntu, yakni:
Operasi Terbuka (Laparotomi)
- Dokter perlu membuat sayatan besar (sekitar 5-10 cm) di perut kanan bawah.
- Biasa dilakukan pada kasus perforasi, abses besar, atau pasien dengan peradangan berat.
- Pemulihan lebih lama.
- Risiko infeksi luka sedikit lebih tinggi.
Operasi Laparoskopi
- Menggunakan 3-4 sayatan kecil (0,5-1 cm) dan kamera mini.
- Risiko komplikasi lebih rendah.
- Waktu operasi lebih singkat.
- Lama rawat inap lebih pendek.
- Kehilangan darah lebih sedikit.
- Pemulihan fungsi usus lebih cepat.
Operasi laparoskopi menawarkan lebih banyak keunggulan daripada laparotomi. Namun biaya operasi usus buntu dengan teknik minimal invasif itu secara umum lebih tinggi di awal. Meski begitu, karena lama rawat inap lebih pendek, harga appendectomy secara keseluruhan mungkin bisa lebih hemat.
Pemilihan jenis operasi juga mesti disesuaikan dengan kondisi pasien berdasarkan rekomendasi dokter. Yang pasti, seturut hasil studi di jurnal The Surgeon, pasien yang segera menjalani operasi dalam 24 jam setelah muncul gejala lebih berpeluang sembuh daripada mereka yang menunda operasi hingga lebih dari 24 jam.
Estimasi Biaya Operasi Usus Buntu di Rumah Sakit
Biaya operasi usus buntu sangat bervariasi, tergantung tipe rumah sakit, kelas perawatan, metode operasi, dan kompleksitas kasus. Berikut ini rincian estimasi biaya itu tanpa BPJS Kesehatan berdasarkan sejumlah sumber:
Kisaran Biaya Umum
| Tipe RS | Estimasi Biaya |
| RS Pemerintah | Rp 5 juta–Rp 15 juta |
| RS Swasta Umum | Rp 15 juta–Rp 40 juta |
| RS Swasta Premium/Internasional | Rp 50 juta–Rp 90 juta (bisa lebih) |
Operasi usus buntu masuk daftar tindakan yang ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan jika pasien merupakan peserta aktif dan mengikuti prosedur rujukan yang benar. Jika tanpa BPJS, estimasi biaya operasi usus buntu di atas bisa dijadikan salah satu referensi awal, bukan angka pasti, untuk menyiapkan dana.
Ada beberapa hal yang penting dipahami dalam penanganan usus buntu, termasuk soal biaya.
- Jangan tunda ke dokter jika muncul gejala khas usus buntu. Makin cepat ditangani, makin kecil risiko perforasi dan komplikasi sehingga biaya penanganan bisa makin ditekan.
- Siapkan dana cadangan 20-30 persen di luar estimasi biaya bedah umum, terutama jika menggunakan rumah sakit swasta tanpa BPJS.
- Konsultasikan pilihan operasi dengan dokter bedah. Laparoskopi umumnya lebih nyaman dan tak selalu lebih mahal, tapi tak selalu bisa dilakukan dalam kasus peradangan berat atau perforasi.
- Pastikan rumah sakit bekerja sama dengan BPJS jika Anda berencana menggunakan jaminan tersebut.
Radang usus buntu adalah kondisi yang umum terjadi dan membutuhkan penanganan cepat. Jika merasa sakit perut yang disertai demam dan mual secara tiba-tiba, segera periksakan diri. Pastikan soal biaya operasi usus buntu sudah disiapkan karena operasi darurat menjadi pilihan utama jika gejala sudah memburuk.
Ditinjau oleh:
dr. Priviny Safira
Primaya Hospital Bekasi Utara
Referensi:
- Appendicitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/appendicitis/symptoms-causes/syc-20369543. Diakses 17 Mei 2026
- Diagnosis and Treatment of Acute Appendicitis. https://www.ovid.com/journals/jasu/abstract/10.1001/jamasurg.2025.6218~diagnosis-and-treatment-of-acute-appendicitis-2025-edition. Diakses 17 Mei 2026
- Meta-analysis of the clinical efficacy of laparoscopic appendectomy in the treatment of acute appendicitis. https://link.springer.com/article/10.1186/s13017-022-00431-1. Diakses 17 Mei 2026
- Time to surgery for acute uncomplicated appendicitis in an adult university teaching hospital. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39681496/. Diakses 17 Mei 2026
- Traditional and laparoscopic appendectomy in adults: outcomes in English NHS hospitals between 1996 and 2006. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18948807/. Diakses 17 Mei 2026
- Update on the Diagnosis and Treatment of Acute Appendicitis. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11642592/. Diakses 17 Mei 2026
- SAGES guideline for the diagnosis and treatment of appendicitis. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38740595/. Diakses 17 Mei 2026
- Laparoscopic versus open appendectomy: outcomes comparison based on a large administrative database. https://ichgcp.net/da/clinical-trials-registry/publications/132129-laparoscopic-versus-open-appendectomy-outcomes-comparison-based-on-a-large-administrative-database. Diakses 17 Mei 2026
- Apakah operasi usus buntu bisa pakai BPJS Kesehatan? Ini penjelasannya. https://www.antaranews.com/berita/5105249/apakah-operasi-usus-buntu-bisa-pakai-bpjs-kesehatan-ini-penjelasannya. Diakses 17 Mei 2026


