• Contact Center
  • Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot
  • Chatbot

Biaya Operasi Varises: Laser vs Bedah

Operasi Varises

Chronic Venous Insufficiency atau yang biasa dikenal dengan nama varises sering kali dianggap hanya sebagai masalah penampilan. Pembuluh darah yang tampak menonjol, berkelok-kelok, dan berwarna kebiruan pada tungkai memang dapat mengganggu kepercayaan diri dan membuat seseorang merasa tidak nyaman dengan penampilannya. Namun, di balik perubahan yang terlihat di permukaan kulit, varises sebenarnya mencerminkan adanya gangguan pada fungsi sistem pembuluh darah vena. Jika tak mendapat penanganan dengan tepat, bisa timbul dampak kesehatan yang serius dari kondisi yang berkaitan dengan gangguan aliran darah di pembuluh vena tersebut.

Untuk mengatasinya, operasi menjadi cara yang utama. Pilihan terapi varises saat ini sangat beragam, mulai dari tindakan minimal invasif seperti endovenous laser ablation (EVLA), radiofrekuensi (RFA), microwave ablation (MWA)atau metode berbasis non-thermal non-tumescent, hingga tindakan bedah pada kondisi tertentu.

Perbedaan metode inilah yang kemudian turut memengaruhi biaya terapi varises. Harga sebuah tindakan tidak semata-mata ditentukan oleh “menghilangkan urat yang terlihat”, tetapi juga dipengaruhi oleh jenis prosedur yang digunakan, teknologi dan alat yang dibutuhkan, tingkat keparahan penyakit, jumlah dan lokasi vena yang mengalami gangguan, kebutuhan tindakan tambahan, serta fasilitas dan layanan medis yang diberikan. Mari kita simak bersama pembahasan mengenai varises berikut ini

Operasi Varises

Apa Itu Varises?

Chronic venous insuficiency (CVI) atau yang biasa dikenal dengan varises adalah kondisi ketika pembuluh darah vena mengalami kelemahan pada katup yang berfungsi untuk mengalirkan darah  ke jantung. Akibatnya sebagian darah mengalir kembali ke bawah dan menumpuk di kaki.

Varises termasuk kondisi yang umum terjadi. Jumlah kasusnya secara global menurut suatu studi bahkan mencapai 73 persen di kalangan perempuan dan 56 persen di kalangan pria. Meski sering tak menimbulkan gangguan signifikan, varises kaki bisa berkembang dari ringan menjadi berat.

Varises kaki tidak muncul secara spontan. Dikutip dari National Institutes of Health, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini:

  • Genetik atau keturunan
  • Usia lanjut
  • Jenis kelamin wanita
  • Kehamilan
  • Obesitas
  • Kerap berdiri atau duduk terlalu lama

Faktor genetik memiliki kontribusi signifikan dalam terjadinya varises, bahkan hingga 80 persen pada beberapa kasus. Selain itu, gaya hidup sedentary
(tidak aktif) dapat memperburuk kondisi varises karena menghambat sirkulasi darah.

Varises kaki tidak selalu menimbulkan rasa sakit di awal. Namun, seiring dengan waktu, gejalanya bisa makin jelas, seperti:

  • Urat terlihat menonjol dan berwarna biru atau ungu
  • Rasa berat atau pegal di kaki
  • Kram terutama di malam hari
  • Pembengkakan di pergelangan kaki
  • Kulit kering atau gatal di sekitar vena
  • Perubahan warna pada tekstur kulit, kulit menjadi lebih gelap dan keras.
  • Infeksi bakteri pada lapisan kulit yang lebih dalam (dermis dan jaringan subkutan) yang menyebabkan kulit memerah, membengkak, terasa hangat, dan nyeri
  • Pada kondisi yang lebih berat dapat muncul luka yang sulit sembuh di sekitar pergelangan kaki.
Baca Juga:  Hemarthrosis: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Mengapa Varises Harus Dioperasi?

Tidak semua varises memerlukan tindakan operasi. Pada tahap awal, seperti dijelaskan Mayo Clinic dan ESVS dokter biasanya akan merekomendasikan langkah penanganan seperti latihan fisik yang memfokuskan pada kekuatan otot kaki dan mobilitas pergelangan kaki, meninggikan kaki saat istirahat, menurunkan berat badan dan penggunaan stoking kompresi. Stoking kompresi merupakan stoking kesehatan khusus yang diresepkan oleh dokter yang bersangkutan sesuai dengan ukuran kaki pasien.

Stoking kompresi bekerja dengan menekan kaki dari luar sehingga membantu otot dan pembuluh darah mendorong darah kembali ke jantung. Berbeda dengan jika gejalanya sudah sangat mengganggu atau muncul komplikasi. Dalam hal ini, tindakan biaya operasi varises sudah harus menjadi pertimbangan. Indikasi umum untuk operasi varises meliputi:

  • Nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Pembengkakan yang signifikan pada kaki.
  • Perubahan kulit seperti penebalan, perubahan warna (hiperpigmentasi), atau eksim.
  • Terjadinya tukak vena) atau luka di pergelangan kaki yang sulit sembuh.
  • Perdarahan dari varises yang pecah.
  • Tromboflebitis superfisial (peradangan dan pembekuan darah di pembuluh vena superfisial).

Operasi Varises Laser dan Bedah

Secara garis besar, terdapat dua jenis operasi varises menggunakan teknologi dan metode yang berbeda. Dengan begitu, biaya operasi varises kaki dengan masing-masing metode itu pun berlainan.

Operasi Varises dengan Laser (Endovenous Laser Ablation/EVLA)

EVLA adalah prosedur modern yang menggunakan energi laser untuk menutup pembuluh darah vena yang bermasalah dari dalam. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai prosedur EVLA

  • Dokter akan memasukkan sebuah kateter (selang tipis) yang dilengkapi serat optik laser ke dalam pembuluh vena yang terkena, biasanya dengan dipandu ultrasonografi (USG).
  • Kemudian energi laser akan dipancarkan untuk memanaskan dinding vena sehingga vena kolaps dan menutup.
  • Setelah vena yang bermasalah tertutup, diharapakn darah akan dialihkan ke pembuluh vena sehat di sekitarnya.

Prosedur ini merupakan tindakan minimal invasif, biasanya bisa pulang di hari yang sama atau keesokan harinya

Baca Juga:  Ambeien Menonjol: Pengobatan Alami dan Pencegahan Kambuh

Operasi Varises dengan Bedah (High Ligation and Stripping/HLS)

Ini adalah metode operasi varises yang telah digunakan selama puluhan tahun. Prosedur ini dilakukan dengan cara mengikat ujung pembuluh vena yang bermasalah di bagian pangkalnya (di daerah lipat paha/ selangkangan), lalu mengeluarkan seluruh pembuluh vena tersebut melalui sayatan kecil. Operasi ini biasanya memerlukan anestesi umum atau regional dan pasien mungkin perlu dirawat inap selama satu sampai dua malam.

Perbandingan Biaya Operasi Varises: Laser vs Bedah

Biaya operasi varises sangat bervariasi, tergantung lokasi klinik, kerumitan kasus, serta teknologi dan fasilitas yang digunakan. Berikut ini perbandingan biayanya berdasarkan data dari sejumlah sumber:

Biaya Operasi Varises Laser EVLA

Kisaran: Rp 15 juta-Rp 40 juta per kaki

Di rumah sakit besar bisa mencapai Rp 50 juta

Biaya Operasi Varises Bedah HLS

Kisaran: Rp 8 juta-Rp 20 juta

Menurut informasi dari berbagai rumah sakit, biaya pembedahan konvensional untuk varises kaki memang lebih ekonomis. Namun demikian prosedur konvensional ini tidak bersifat minimal invasif, akan menimbulkan luka sayatan dibandingkan dengan prosedur ablasi vena dengan laser. Dengan metode laser, pasien dapat beraktivitas lebih cepat.  Pembedahan dengan cara konvensional memerlukan rawat inap sehingga biayanya bisa bertambah termasuk untuk obat-obatan dan kontrol rutin. Untuk diingat, BPJS Kesehatan dapat menanggung biaya operasi varises jika kondisi tersebut dinyatakan dokter sudah masuk kategori medis, bukan sekadar masalah estetika.

Ditinjau oleh:

dr. Novinda Herwirastri, Sp.B, Subsp. BVE (K)

Spesialis Bedah, Subspesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular

Primaya Evasari Hospital

Referensi

Share to :

Cerita Pasien

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below