Rematik kerap dianggap sebagai penyakit orang lanjut usia, padahal rematik di usia muda kini semakin sering ditemukan pada remaja hingga dewasa produktif. Rematik merupakan istilah umum untuk penyakit yang menyerang sendi, otot, dan jaringan sekitarnya, biasanya berkaitan dengan peradangan. Pada usia muda, gejalanya sering ringan dan muncul bertahap, sehingga kerap tidak disadari hingga akhirnya menimbulkan nyeri sendi, kaku, dan gangguan aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat.
Konsultasikan keluhan sendi sejak dini di Primaya Hospital, dan lanjutkan perawatan berkelanjutan di rumah bersama layanan homecare profesional dari Kavacare.Hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777.
Penyebab Rematik di Usia Muda
Berikut beberapa faktor utama yang dapat memicu kondisi ini, antara lain:
1. Gangguan Autoimun
Salah satu penyebab tersering adalah penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis atau lupus. Sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi justru menyerang jaringan sendi, sehingga memicu peradangan yang berujung pada rematik di usia muda.
2. Faktor Genetik
Riwayat keluarga dengan penyakit rematik dapat meningkatkan risiko. Seseorang dengan orang tua atau saudara kandung penderita rematik memiliki peluang lebih besar mengalami rematik di usia muda, terutama jika dipicu faktor lingkungan.
3.. Infeksi Tertentu
Infeksi bakteri atau virus tertentu dapat memicu reaksi peradangan pada sendi. Pada sebagian orang, infeksi ini meninggalkan efek jangka panjang yang kemudian berkembang menjadi rematik di usia muda.
4. Gaya Hidup Tidak Sehat
Kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi lemak dan gula, merokok, serta stres berkepanjangan dapat mempercepat peradangan dalam tubuh. Kombinasi faktor ini sering berkontribusi pada munculnya rematik di usia muda.
5. Cedera dan Aktivitas Berlebihan
Cedera sendi akibat olahraga atau pekerjaan berat yang dilakukan berulang dapat memicu kerusakan jaringan sendi. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi rematik di usia muda.
Faktor Risiko yang Meningkatkan Rematik di Usia Muda
1. Obesitas
Berat badan berlebih memberi tekanan ekstra pada sendi, terutama lutut dan pergelangan kaki. Selain itu, jaringan lemak dapat memicu peradangan dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko rematik di usia muda.
2. Kurang Tidur
Kurang tidur mengganggu proses pemulihan tubuh dan keseimbangan sistem imun. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu peradangan kronis yang berkontribusi terhadap munculnya rematik di usia muda.
3. Stres Kronis
Stres yang berlangsung lama dapat meningkatkan hormon kortisol dan memicu reaksi peradangan. Jika tidak dikelola dengan baik, stres kronis dapat memperbesar risiko terjadinya rematik di usia muda.
4. Kombinasi Beberapa Faktor
Ketika obesitas, kurang tidur, dan stres kronis terjadi bersamaan, risiko peradangan sendi menjadi lebih tinggi. Kombinasi inilah yang sering mempercepat munculnya rematik di usia muda, meski usia masih tergolong produktif.
Cara Mencegah Rematik Sejak Dini
1. Menjaga Berat Badan Ideal
Berat badan yang berlebih memberikan tekanan ekstra pada sendi, terutama lutut dan pinggul. Menjaga berat badan ideal membantu mengurangi beban sendi dan menurunkan risiko peradangan yang dapat memicu rematik di usia muda.
2. Rutin Berolahraga Ringan
Aktivitas fisik seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang dapat menjaga kelenturan sendi dan memperkuat otot penyangga. Olahraga teratur juga membantu mencegah kekakuan sendi yang sering menjadi keluhan awal rematik di usia muda.
3. Mengelola Stres dengan Baik
Stres yang tidak terkendali dapat memicu reaksi peradangan dalam tubuh. Teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau istirahat cukup berperan penting dalam menurunkan risiko rematik di usia muda.
4. Mengonsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Pola makan sehat yang kaya sayur, buah, protein, dan lemak sehat membantu menjaga daya tahan tubuh serta mengurangi peradangan. Asupan gizi yang tepat dapat menjadi langkah pencegahan efektif terhadap rematik di usia muda.
5. Deteksi dan Penanganan Dini
Mengenali gejala awal seperti nyeri dan kaku sendi, lalu segera berkonsultasi ke dokter, sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk. Penanganan sejak dini membantu mengendalikan rematik di usia muda agar tidak mengganggu aktivitas jangka panjang.
Rematik tidak hanya menyerang usia lanjut. Berbagai faktor seperti gangguan autoimun, genetik, infeksi, gaya hidup tidak sehat, hingga stres berkepanjangan dapat memicu rematik di usia muda. Dengan mengenali gejala sejak dini dan menerapkan pola hidup sehat, risiko perburukan dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami keluhan nyeri dan kaku sendi yang berulang, jangan tunda untuk memeriksakan diri. Primaya Hospital menyediakan layanan konsultasi dokter spesialis dan pemeriksaan komprehensif untuk membantu mendeteksi serta menangani rematik secara tepat.
Untuk kemudahan perawatan lanjutan di rumah, Kavacare siap mendampingi Anda dengan layanan homecare profesional, mulai dari perawatan medis, pendampingan pasien, hingga pemantauan kondisi secara berkelanjutan. Perawatan yang tepat, dimulai sejak dini, membantu Anda tetap aktif dan produktif di usia muda. Informasi lebih lanjut, hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777.
Narasumber:
dr. Eddy Wiria, PhD
Co-Founder & CEO Kavacare
Referensi:
- Musculoskeletal Health – World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/musculoskeletal-conditions. Diakses pada 19 Januari 2026.
- Arthritis and Rheumatic Diseases – National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. https://www.niams.nih.gov/health-topics/arthritis-and-rheumatic-diseases. Diakses pada 19 Januari 2026.
- Rematik – Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1635/rematik. Diakses pada 19 Januari 2026.
- Rheumatoid Arthritis – Cleveland Clinic. https://www.clevelandclinicabudhabi.ae/en/health-hub/health-resource/diseases-and-conditions/rheumatoid-arthritis. Diakses pada 19 Januari 2026.



