Operasi Batu Ginjal: Adakah Pilihan Lain?

Operasi Batu Ginjal_ Adakah Pilihan Lain_

Operasi menjadi salah satu solusi ampuh untuk mengatasi masalah batu ginjal. Namun tenaga medis profesional akan memeriksa kondisi pasien lebih dulu secara menyeluruh sebelum memutuskan dilakukan operasi batu ginjal. Pemeriksaan itu bertujuan mengetahui ukuran, lokasi, dan tipe batu ginjal pasien. Ketiganya merupakan faktor yang menentukan apakah perlu dilakukan operasi atau tidak.

Operasi kemungkinan besar tidak diperlukan jika ukuran batu terbilang kecil. Batu berukuran kurang dari 4 milimeter punya peluang 80 persen untuk keluar sendiri lewat air kecil, sementara peluang batu 5 milimeter 20 persen. Pasien akan diminta meminum banyak cairan untuk membantu mengalirkan batu ginjal. Selain itu, ada obat-obatan yang mungkin dibutuhkan agar batu ginjal keluar lebih mudah dan cepat.

Dokter akan menyarankan operasi jika ditemukan komplikasi seperti sumbatan saluran kemih, infeksi, ataupun rasa nyeri yang ekstrim dan ukuran batu yang besar ukuran lebih dari 2 sentimeter.

Baca Juga:  Kegawatdaruratan Urologi

 

Indikasi Operasi Batu Ginjal

Ketika pasien mengeluhkan gejala batu ginjal, dokter akan melakukan evaluasi. Prosedur standar yang dilakukan uituk menyimpulkan batu ginjal adalah intravenous pyelogram (IVP). Saat ini banyak fasilitas kesehatan yang menggunakan pemindaian computed tomography (CT scan).

Pasien juga akan diminta menjalani tes darah. Tujuannya adalah mengetahui fungsi ginjal.  Selain itu, tes urine diperlukan guna mendeteksi infeksi yang disebabkan oleh batu ginjal.

Indikasi operasi batu ginjal dibutuhkan antara lain:

  • Batu sangat besar dan tak bisa keluar sendiri
  • Timbul rasa sakit tak tertahankan
  • Batu menghalangi aliran urine dari ginjal
  • Terjadi infeksi pada saluran kemih

 

Pengobatan Tanpa Operasi: Terapi ESWL

Terdapat sejumlah pilihan selain operasi batu ginjal. Salah satunya terapi ESWL atau extracorporeal shock wave lithotripsy. Berbeda dengan operasi, terapi ESWL hanya menggunakan mesin untuk memecah batu ginjal dari luar. Tidak ada alat apa pun yang dimasukkan ke tubuh pasien dan prosesnya hanya selama 1-1,5 jam.

Baca Juga:  Infeksi Saluran Kemih : Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

 

Prosedur terapi ESWL dijalankan dengan menembakkan gelombang kejut ke arah lokasi batu ginjal. Ini termasuk untuk mengeluarkan batu berukuran besar.

  • Pasien dalam posisi berbaring, sementara alat berada di sekitar pinggang
  • Lokasi batu ginjal dideteksi dengan sinar-X dan USG
  • Tidak perlu pembiusan
  • Batu ginjal yang tertembak akan pecah menjadi serpihan dan bisa keluar lewat saluant kemih.

 

Terapi ESWL tidak mewajibkan pasien menjalani rawat inap. Setelah tindakan, pasien bisa memulihkan diri dalam waktu sekitar 2 jam dan langsung pulang. Ada kemungkinan terdapat jejak darah pada urine beberapa hari setelah terapi, tapi pasien bisa langsung beraktivitas secara normal. Potensi terjadi efek samping yang membahayakan, seperti infeksi, pun sangat jarang.

Baca Juga:  Benarkah Sakit Pinggang Merupakan Gejala Batu Ginjal?

Terapi ESWL lebih praktis dan efisien terutama jika ukuran batu masih memungkinkan untuk dipecah dan tidak ada komplikasi yang mengharuskan untuk dilakukan operasi batu ginjal.

 

Ditinjau oleh:

dr. Khoirul Kholis, Sp.U

Primaya Hospital Makassar

 

Referensi:

https://www.webmd.com/kidney-stones/surgery-for-kidney-stone#1

https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/kidney-stones/treatment

https://www.medicinenet.com/kidney_stones/article.htm

Sumber gambar: https://www.freepik.com/premium-vector/kidney-disease-treatment-design-concept-with-tiny-people_6237444.htm#page=1&query=kidney&position=27

Bagikan ke :