Kemoterapi Anak: Kondisi, Fungsi, dan Prosedur Kemoterapi Anak

Kemoterapi Anak_ Kondisi, Fungsi, dan Prosedur Kemoterapi Anak

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Kanker dapat menyerang semua orang pada setiap bagian tubuh, dan pada semua golongan usia. Kanker anak adalah kanker yang menyerang anak berusia di bawah 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Kanker pada anak sering kali tidak terdeteksi sejak dini karena anak-anak kadang sulit menyampaikan keluhan yang dirasakannya. Oleh karena itu penting bagi orangtua untuk mengetahui beberapa jenis kanker yang lebih sering muncul pada anak-anak berserta tanda dan gejalanya.

Layaknya orang dewasa, untuk membunuh sel kanker yang ada di tubuhnya, anak-anak harus menjalani kemoterapi yang pada dasarnya prosedur yang digunakan sama hanya saja dosis obat yang diberikan berbeda. Kemoterapi kanker anak saat ini mempunyai arti sangat penting karena telah berhasil menaikkan angka kesembuhan kanker anak.

 

Mengenal Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan kanker dengan penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Selain kemoterapi, terdapat juga terapi radiasi, operasi (pembedahan), dan lain-lain. Operasi dan radiasi bersifat terapi lokal, terbatas di daerah tubuh tertentu saja, sedangkan kemoterapi lebih bersifat terapi dengan target ke seluruh tubuh atau terapi sistemik. Hal ini menjadikan kemoterapi dapat menjangkau sel kanker yang mungkin telah menyebar ke organ lain.

Tujuan penggunaan kemoterapi antara lain:

  1. Terapi adjuvant: kemoterapi yang diberikan sesudah operasi, dapat sendiri atau bersamaan dengan radiasi, bertujuan untuk membunuh sel yang telah bermetastasis
  2. Terapi neoadjuvant: kemoterapi yang diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan massa tumor, biasanya dikombinasi dengan radioterapi
  3. Kemoterapi primer: digunakan sendiri dalam penatalaksanaan tumor, yang kemungkinan kecil untuk diobati, dan kemoterapi digunakan hanya untuk mengontrol gejalanya
  4. Kemoterapi induksi: digunakan sebagai terapi pertama dari beberapa terapi berikutnya
  5. Kemoterapi kombinasi: menggunakan dua atau lebih agen kemoterapi
Baca Juga:  Demam Berdarah Dengue

 

Kondisi Anak yang Memerlukan Kemoterapi

Pilihan kemoterapi akan diberikan kepada keluarga dikarenakan penderita anak merupakan seseorang yang secara hukum belum dapat memberikan dan diminta keputusannya. Apabila pilihan kemoterapi sudah ditetapkan bersama dengan keluarga dan dokter anak hematologi onkologi, maka dokter dan tim kemoterapi akan melakukan persiapan kemoterapi.

Persiapan kemoterapi pada anak terdiri dari:

  1. Persiapan protokol kemoterapi berdasarkan tipe kanker, tujuan pengobatan, usia pasien, stadium, ukuran luas permukaan tubuh, respon pasien terhadap kemoterapi
  2. Persiapan kondisi tubuh anak termasuk kesiapan mental pada anak remaja
  3. Persiapan untuk keluarga meliputi kesiapan mental dan ekonomi keluarga
  4. Membuat informed consent

Secara umum, kondisi anak yang memerlukan kemoterapi antara lain:

  1. Merasakan sakit atau terdapat gejala lain yang sangat mengganggu kehidupan
  2. Membutuhkan tambahan metode pengobatan agar lebih efektif
  3. Sebelum menjalani prosedur operasi atau terapi radiasi agar ukuran tumor menjadi lebih kecil

 

Mengapa diperlukan Kemoterapi?

Metode pengobatan kanker ditentukan oleh dokter berdasarkan jenis dan penyebaran kanker, serta kondisi medis lain yang dimiliki oleh penderita. Kemoterapi yang diberikan memiliki beberapa manfaat antara lain:

  1. Menyembuhkan: bertujuan untuk menghancurkan semua sel kanker hingga sempurna dan mencegah kekambuhan atau berkembangnya kanker di dalam tubuh kembali
  2. Mengendalikan: bertujuan mencegah penyebaran, memperlambat pertumbuhan, sekaligus menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh yang lain
  3. Paliatif: bila kanker tidak memungkinkan untuk disembuhkan dan dikendalikan, maka kemoterapi anak bertujuan menghilangkan nyeri dan gejala fisik lain, meningkatkan kualitas hidup, memberikan dukungan psikososial dan spiritual serta memberikan dukungan kepada keluarga selama pasien sakit dan selama masa dukacita.
Baca Juga:  Persiapan Melahirkan Anak Pertama, Bunda Perlu Tahu

 

Prosedur Kemoterapi pada Anak

Sebelum anak menjalani kemoterapi, seorang dokter akan melakukan tindakan dan pemeriksaan yang disesuaikan dengan protokol kemoterapi yang dipilih. Secara umum dokter akan melakukan pencatatan riwayat kesehatan anak sebelumnya, pemeriksaan fisis lengkap, pemeriksaan laboratorium dan penunjang lain yang diperlukan, memastikan tidak ada fokal infeksi, pertemuan dengan psikologi anak atau remaja bila diperlukan, persiapan asupan nutrisi, pemasangan jalur intravena, dan pemberian anti muntah.

Dibutuhkan kerjasama antara tim kemoterapi anak yang terdiri dari dokter anak hemtologi onkologi, perawat kemoterapi anak, farmasi, dan psikolog anak/remaja. Pada saat persiapan mungkin dibutuhkan bantuan dari komunitas kanker anak, sukarelawan, dan rohaniawan yang bertujuan memberikan semangat, kekuatan mental, dan meningkatkan keyakinan orangtua dan keluarga dalam menghadapi pengobatan.

Saat ini kemoterapi sudah semakin terbantu dengan program asuransi jaminan kesehatan dan pemerintah. Namun masih banyak biaya-biaya yang akan dikeluarkan oleh keluarga. Kondisi-kondisi seperti diatas harus didiskusikan bersama keluarga dalam persiapan menjalani kemoterapi.

Baca Juga:  Kiat Sukses ASI Eksklusif yang Wajib Bunda Ketahui

 

Narasumber

dr. Dewi Anggraeni, SpA(K)

Dokter Spesialis Anak, Konsultan Hemato Onkologi

Primaya Evasari Hospital

 

Referensi

  1. Prinsip kemoterapi pada anak. Dalam: Windiastuti E, Nency YM, Mulatsih S, Sudarmanto B, Ugrasena IDG, penyunting. Edisi revisi. Buku Ajar Hematologi Onkologi Anak. Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta; 2018: 262-8.
  2. Purnamasari R, Rini AT. Persiapan kemoterapi. Dalam: Windiastuti E, Nency YM, Mulatsih S, Sudarmanto B, Ugrasena IDG, penyunting. Edisi revisi. Buku Ajar Hematologi Onkologi Anak. Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta; 2018: 270-4.
  3. National Cancer Institute. Types of cancer treatment. Diunduh dari https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/chematherapy. Diakses tanggal 07 Maret 2021.
  4. Net Editorial Board, 2019. Childhood cancer: types of treatment. Diunduh dari https://www.cancer.net/cancer-types/childhood-cancer/types-treatment. Diakses tanggal 07 Maret 2021.
  5. Mayo Clinic. Chemotherapy. Diunduh dari https://www.mayoclinic.org/test-procedures/chemotherapy/about/pac-20385033. Diakses tanggal 08 Maret 2021.
  6. Stanford Children’s Health. Chemotherapy for children. Diunduh dari https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=chemotherapy-for-children-90-P02721. Diakses tanggal 08 Maret 2021.
  7. Children with Cancer UK. Chemotherapy. Diunduh dari https://www.childrenwithcancer.org.uk/childhood-cancer-info/understanding-cancer/treatments/chemotherapy. Diakses tanggal 08 Maret 2021.
Bagikan ke :