• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Biang keringat tidak hanya menimbulkan masalah pada bayi, tapi juga orang tua. Apalagi ketika musim kemarau tiba, bayi lebih rentan mengalami biang keringat karena kulitnya yang masih sangat sensitif dan kelenjar keringatnya masih dalam tahap perkembangan. Orang tua perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang kondisi yang lazim pada bayi ini supaya tahu harus berbuat apa ketika buah hati mengalaminya.

 


Mengenal Biang Keringat

Biang keringat adalah ruam atau bintik-bintik merah/merah muda yang sering muncul pada tubuh bayi, terutama bahu, leher, dan kepala. Kondisi ini juga sering disebut prickly heat, heat rash, atau miliaria. Ruam merah itu mirip dengan jerawat kecil-kecil. Ruam yang muncul akibat biang keringat biasanya hanya ada di bagian kecil area tubuh atau terlokalisasi. Namun kadang ruam ini muncul di area yang lebih besar.

Biang keringat muncul ketika kelenjar keringat tersumbat. Keringat yang terperangkap tak bisa keluar membuat kulit teriritasi dan menimbulkan benjolan-benjolan kecil. Meski masih berusia sangat muda, bayi juga bisa berkeringat dan ketika kepanasan, sangat besar kemungkinan munculnya biang keringat.

Bayi lebih sering mengalami biang keringat pada musim kemarau karena cuaca yang panas. Risiko bayi terkena biang keringat makin besar jika orang tua memakaikan baju yang tidak sesuai dengan cuaca. Terdapat tiga macam biang keringat, yakni:

  • Crystallina (ringan): tampak seperti lepuhan yang bisa dibersihkan dengan gesekan lembut, misalnya menggunakan handuk lembap
  • Rubra (sedang): terlihat mirip bintik-bintik menonjol yang bisa disertai gejala iritasi dan gatal. Biang keringat ini bisa menyebabkan ruam dan lepuhan mirip jerawat.
  • Profunda (berat): tampak seperti benjolan padat dan terjadi di bagian kulit yang lebih dalam daripada crystallina dan rubra. Biasanya dibarengi rasa terbakar pada kulit.

Meski identik dengan masalah pada bayi, biang keringat juga bisa menimpa anak yang lebih besar serta orang dewasa. Pada bayi, biang keringat umumnya bersifat ringan dan bisa hilang sendiri dalam beberapa hari.

 

Gejala Biang Keringat

Ketika bayi terkena biang keringat, gejala yang paling kentara adalah munculnya ruam atau bintik-bintik pada kulit. Gejala lain meliputi:

  • Gatal dan perih
  • Pembengkakan kecil
  • Kulit kemerahan

Pada bayi, gejala itu kerap diiringi kecenderungan rewel, tidak mau diberi air susu, dan sulit tidur. Ada juga yang mengalami demam. Gejala ini biasanya muncul selama 2-3 hari. Dalam kasus yang lebih berat, gejala disertai dengan tanda tanda infeksi sekunder, dan bisa bertahan lebih dari 1 minggu. Kondisi ini memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Baca Juga:  Hepatitis Akut Misterius: Gejala, Penanganan, dan Pencegahan

 

Penyebab Biang Keringat

Kemunculan biang keringat berkaitan dengan dua hal: kepanasan dan kelembapan udara. Berkeringat adalah cara tubuh untuk mengendalikan suhu tubuh. Dalam kondisi panas dan tingkat kelembapan tinggi, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak keringat sehingga risiko mengalami biang keringat lebih besar.

Berikut ini beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kemunculan biang keringat pada bayi:

  • Mengenakan baju terlalu ketat atau tebal sehingga keringat sulit menguap
  • Kelenjar keringat belum matang sehingga pori-pori tidak sanggup menahan panas yang intens
  • Terlalu sering berbaring dengan posisi yang sama terus menerus, sehingga keringat tertahan oleh baju, khususnya di bagian punggung dan leher
  • Banyak lipatan kulit, terutama di area leher, ketiak dan paha dalam, yang membuat pori-pori lebih mungkin tersumbat dan keringat sulit keluar.

 

Biang Keringat pada Bayi Obatnya Apa?

Tidak ada obat yang khusus untuk mengobati biang keringat. Biang keringat pada bayi biasanya akan hilang sendiri tanpa pengobatan dalam 2-3 hari. Meski demikian, orang tua umumnya tetap perlu memberikan perawatan di rumah untuk meredakan gejala sehingga bayi merasa nyaman.

Bayi yang rentan memiliki biang keringat, bisa dimandikan lebih sering atau dilap menggunakan kain lembut yang dibasahi air hangat. Pakaian bayi yang lembab karena keringat juga harus segera diganti.

 

Bolehkah Biang Keringat Diberi Bedak?

Berbagai lembaga kesehatan tidak merekomendasikan bedak, krim, losion, atau salep untuk mengobati biang keringat. Bedak bayi yang biasa digunakan setelah mandi justru bisa menambah penyumbatan pori-pori. Begitu pula krim dan salep yang membuat kulit malah hangat.

Selain itu, bedak bisa menimbulkan masalah pernapasan dan menyebabkan iritasi pada paru-paru bayi ketika terhirup. Berikan bedak atau obat hanya jika dokter merekomendasikan setelah bayi diperiksa secara medis.

 

Berapa Lama Biang Keringat pada Bayi akan Hilang?

Seperti diuraikan sebelumnya, biang keringat pada bayi biasanya akan hilang dalam 2-3 hari. Dengan catatan orang tua bisa menjaga kulit bayi tetap aman dari risiko iritasi lebih lanjut. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengupayakan perawatan secara mandiri terhadap buah hati. Tak hanya mempercepat penyembuhan, perawatan ini dibutuhkan untuk mengantisipasi agar biang keringat tidak berkembang makin parah dan mencegah peluang berkembangnya infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau jamur, yang bisa menyebabkan bayi mesti dirawat di rumah sakit.

Baca Juga:  Bibir Bayi Warna Biru, Apakah Tanda Penyakit Jantung?

 

Pencegahan Biang Keringat

Biang keringat kerap tak bisa dihindari, terutama bagi keluarga yang tinggal di kawasan tropis seperti Indonesia. Meski begitu, orang tua tetap bisa melakukan upaya pencegahan, seperti:

  • Menggunakan penyejuk udara (AC) ketika cuaca panas dan lembap *Untuk bayi dibawah 1 bulan,┬ádirekomendasikan pemakaian suhu 24-26C, tapi kondisi ini bisa bersifat individual*

Bila tidak ada AC, bisa menggunakan kipas angin untuk menjaga sirkulasi udara

  • Mengenakan pakaian yang tipis dan longgar pada anak
  • Hindari memakai bedong atau kain untuk membungkus rapat tubuh bayi
  • Mengganti popok dan baju yang lembab karena keringat secepatnya
  • Pastikan kamar tidur tidak panas dan ventilasi memadai
  • Keringkan lipatan-lipatan kulit bayi dengan baik setiap kali selesai mandi
  • Mandikan bayi dengan air hangat atau cukup lap dengan kain hangat yang bersih
  • Gunakan sabun yang dikhususkan untuk kulit bayi, untuk menghindari iritasi akibat zat kimia yang ada pada sabun
  • Memastikan bayi mendapat cukup minum agar tak dehidrasi

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bayi bisa sembuh dari biang keringat tanpa penanganan dokter. Tapi ada risiko biang keringat berkembang makin parah dan memicu infeksi.

Segera konsultasi ke dokter jika menemukan kondisi seperti di bawah ini:

  • Ruam kemerahan pada kulit bayi tak kunjung hilang setelah lebih dari 3 hari,
  • Ruang kemerahan yg muncul diragukan merupakan biang keringat
  • Bila ruam muncul sangat hebat dan menimbulkan keluhan lain pada bayi, seperti rewel yang berlebihan dibanding biasanya, gangguan pola tidur
  • Ruam disertai tanda infeksi seperti papul yang berisi nanah atau bayi demam

 

Reviewed by

dr. Ied Imilda, M. Biomed, Sp.A (K)

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Bhakti Wara

Referensi:

  • Miliaria. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537176/. Diakses 13 Agustus 2022
  • Miliaria. https://dermnetnz.org/topics/miliaria. Diakses 13 Agustus 2022
  • Heat Rash and Prickly Heat. https://patient.info/skin-conditions/sun-and-sunburn/prickly-heat-and-heat-rash-miliaria. Diakses 13 Agustus 2022
  • Miliaria. https://emedicine.medscape.com/article/1070840-overview. Diakses 13 Agustus 2022
  • Rashes. https://medlineplus.gov/rashes.html. Diakses 13 Agustus 2022
  • Newborn Skin: Part I. Common Rashes. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2008/0101/p47.html. Diakses 13 Agustus 2022
  • Miliaria. https://www.aocd.org/page/Miliaria. Diakses 13 Agustus 2022
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.