• Contact Center
  • Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot
  • Chatbot

Penyebab Tumor Payudara dan Cara Mengurangi Resiko Terjadinya

Tumor payudara merupakan kondisi yang muncul akibat pertumbuhan sel secara tidak terkendali pada bagian payudara, seperti kelenjar, jaringan penunjang, atau saluran susu. Kelainan ini dapat bersifat jinak maupun ganas.

Pada beberapa kasus, tumor jinak umumnya tidak menyebar ke jaringan lain dan pertumbuhannya cenderung lebih lambat. Sebaliknya, tumor ganas atau kanker payudara berpotensi berkembang lebih cepat dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga memerlukan penanganan medis yang lebih serius.

Tumor Payudara

Penyebab Utama Tumor Payudara

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, tumor pada payudara dapat dikategorikan menjadi dua kelompok utama, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Masing-masing kelompok memiliki beberapa jenis dengan karakteristik yang berbeda.

Perbedaan tersebut umumnya terlihat dari cara pertumbuhan sel, tingkat penyebaran, serta dampaknya terhadap kesehatan tubuh. Berikut penjelasan mengenai berbagai jenis tumor yang dapat muncul pada jaringan payudara.

Tumor Payudara Jinak

Penyebab munculnya tumor payudara jinak belum dapat dipastikan secara jelas. Namun, kondisi ini sering dikaitkan dengan perubahan kadar hormon reproduksi dalam tubuh. Ketidakseimbangan hormon tersebut dapat memicu pertumbuhan jaringan pada area payudara sehingga terbentuk benjolan yang bersifat tidak ganas.

Tumor jenis ini umumnya tidak menyebar ke bagian tubuh lain, tetapi tetap memerlukan pemeriksaan medis untuk memastikan sifatnya. Beberapa jenis tumor payudara jinak yang cukup sering ditemukan antara lain:

Fibroadenoma

Fibroadenoma merupakan benjolan jinak yang muncul pada jaringan payudara. Benjolan ini umumnya terasa padat, berbatas jelas, serta dapat digerakkan saat diraba. Kondisi tersebut biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri.

Kelainan ini paling sering ditemukan pada perempuan usia 15-35 tahun. Meskipun tergolong tidak berbahaya, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan jenis benjolan dan memantau perubahan yang mungkin terjadi. Deteksi sejak dini membantu menentukan penanganan yang tepat serta menjaga kesehatan payudara.

Fibrokistik payudara

Fibrokistik payudara merupakan salah satu kondisi jinak pada jaringan payudara yang sering menimbulkan keluhan berupa rasa nyeri, sensasi perih, serta pembengkakan. Gejala tersebut umumnya muncul atau terasa lebih jelas ketika mendekati masa menstruasi akibat perubahan hormon dalam tubuh.

Kista Payudara

Kista payudara merupakan benjolan yang berisi cairan dan dapat muncul pada satu maupun kedua bagian payudara. Kondisi ini terbentuk ketika kantong kecil di jaringan payudara terisi cairan. Dalam beberapa kasus, kista berada cukup dalam sehingga tidak selalu tampak dari luar dan terkadang sulit dirasakan saat dilakukan perabaan.

Baca Juga:  Skrining Genetik Kanker: Mendeteksi Risiko Kanker Payudara dan Ovarium

Tumor Payudara Ganas

Tumor payudara ganas dikarenakan adanya perubahan (mutasi) gen. Perubahan gen ini memicu sel-sel di payudara tumbuh tak terkendali sehingga membentuk kanker.

Berikut ini adalah beberapa jenis tumor payudara ganas atau kanker payudara yang umum terjadi:

Karsinoma Duktal Invasif

Karsinoma duktal invasif merupakan jenis kanker payudara yang berasal dari saluran susu (duktus) lalu menembus jaringan di sekitarnya. Sel ganas yang berkembang dapat menyebar ke bagian payudara lainnya dan berpotensi menjalar ke organ tubuh lain apabila tidak segera ditangani.

Karsinoma Duktal In Situ

Karsinoma duktal in situ merupakan jenis kanker payudara yang berkembang di dalam saluran susu. Pada kondisi ini, sel abnormal masih berada di area saluran tersebut dan belum menyebar ke jaringan payudara di sekitarnya.

Karsinoma Lobular Invasif

Karsinoma lobular invasif merupakan jenis kanker payudara yang berasal dari lobulus, yaitu kelenjar berfungsi menghasilkan air susu. Sel abnormal pada bagian ini dapat menembus jaringan di sekitarnya dan berkembang ke bagian lain dari payudara.

Langkah Mengurangi Tumor pada Payudara

Setelah memahami berbagai faktor yang dapat meningkatkan resiko tumor payudara, penting pula mengenali langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Upaya ini bertujuan untuk menjaga kesehatan jaringan payudara sekaligus menurunkan kemungkinan munculnya penyakit tersebut di kemudian hari. Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan sebagai bentuk pencegahan kanker payudara.

Menjaga Berat Badan Tetap Ideal

Mempertahankan berat badan pada kisaran ideal menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan payudara. Pada perempuan telah memasuki masa menopause, kondisi obesitas diketahui dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker payudara sekitar 20-40% dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal.

Mengonsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Penerapan pola makan bergizi seimbang dapat membantu menurunkan potensi terjadinya kanker payudara. Asupan harian sebaiknya diperkaya dengan buah, sayuran, serta berbagai jenis kacang-kacangan seperti kedelai yang mengandung nutrisi penting bagi tubuh. Selain itu, penggunaan minyak sehat dan makanan yang kaya antioksidan turut berperan dalam melindungi sel dari kerusakan.

Baca Juga:  Payudara Sakit Saat Ditekan Tapi Tidak Ada Benjolan

Rutin Melakukan Aktivitas Fisik

Kebiasaan beraktivitas fisik secara teratur berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan membantu menekan kemungkinan terjadinya kanker payudara. Pergerakan tubuh yang konsisten mampu mendukung keseimbangan hormon serta menjaga berat badan tetap ideal.

Menyusui Bayi Secara Rutin

Memberikan ASI kepada bayi secara rutin dapat menjadi salah satu langkah yang membantu menjaga kesehatan payudara. Aktivitas menyusui diketahui berperan dalam menurunkan kemungkinan terjadinya kanker payudara. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memberikan ASI memiliki risiko lebih rendah, bahkan dapat berkurang hingga sekitar 20%.

Berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Kesehatan RI, tumor payudara dipicu oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali akibat mutasi genetik atau ketidakseimbangan hormon reproduksi. Di mana risiko ini dapat dikurangi secara signifikan melalui penerapan pola hidup sehat secara konsisten. Untuk menekan risiko tersebut, masyarakat sangat disarankan untuk menjaga berat badan ideal guna menghindari obesitas yang dapat meningkatkan risiko kanker pasca-menopause hingga 20-40%. Lalu rutin melakukan aktivitas fisik, menyusui bagi ibu pasca-melahirkan dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan antioksidan.

Menerapkan pola hidup sehat, menjaga berat badan ideal, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, resiko terjadinya gangguan pada jaringan payudara dapat ditekan sejak dini. Kesadaran terhadap perubahan pada tubuh juga membantu proses deteksi sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat apabila ditemukan tanda-tanda tumor payudara.

Ditinjau oleh

dr. Daniel Oktavianus Dau, M. Biomed, SpB. Subsp. Onk

Spesiais Bedah Onkologi

Primaya Hospital Betang Pambelum

Referensi

Share to :

Cerita Pasien

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below