Jenis-Jenis Bedah Laparoskopi

Jenis-Jenis Bedah Laparoskopi

Laparoskopi adalah prosedur medis untuk melihat organ dalam perut atau abdomen. Khususnya bagi perempuan, dokter juga bisa memakai prosedur ini untuk mengecek kondisi panggul. Di Indonesia, teknik laparoskopi ada sejak 1990-an. Penggunaannya yang pertama adalah untuk mengangkat batu empedu. Setelah itu, banyak rumah sakit menjadikan laparoskopi prosedur baku buat mengatasi masalah kantung empedu.

Laparoskopi menggunakan alat khusus berbentuk tabung tipis dengan kamera dan lampu. Alat ini bernama laparoskop. Dokter akan memasukkan alat tersebut setelah membuat sayatan kecil pada perut. Gambar yang tertangkap oleh kamera lalu tayang pada monitor komputer yang tersambung dengannya. Dokter lantas melihat gambar tersebut untuk membuat diagnosis atau melakukan operasi jika menemukan masalah.

Ada dua jenis laparoskopi berdasarkan tujuannya. Yang pertama adalah laparoskopi diagnostik. Yang kedua laparoskopi operatif. Dokter bisa menjalankan salah satunya dalam sebuah prosedur laparoskopi, bisa pula dua-duanya sekaligus.

 

Laparoskopi Diagnostik

Laparoskopi diagnostik adalah prosedur yang membuat dokter dapat secara langsung mengamati bagian dalam perut atau panggul untuk menjalankan diagnosis. Prosedur ini berlangsung di rumah sakit dengan anestesi umum sehingga pasien tak sadarkan diri selama operasi dan tak merasakan sakit.

Baca Juga:  Luka Bakar: Bagaimana cara mengatasinya?

Dokter mengawali prosedur dengan memeriksa bagian perut tempat dokter akan membuat sayatan. Setelah memastikan keamanan, dokter membuat sayatan kecil dan memasukkan gas karbon dioksida lewat alat bernama trocar. Gas ini akan membantu meluaskan area yang akan menjalani pemeriksaan sehingga dokter bisa melihat organ dengan lebih leluasa dan jelas.

Dokter lantas memasukkan laparoskop untuk mengamati bagian dalam perut. Khusus untuk laparoskopi diagnostik untuk ginekologi, dokter mungkin memasukkan cairan khusus ke serviks agar dokter bisa melihat saluran tuba. Seusai pemeriksaan, dokter mengangkat semua peralatan dan menjahit bekas sayatan.

 

Laparoskopi Operatif

Laparoskopi operatif telah menjadi pendekatan standar untuk berbagai tindakan bedah. Tujuan laparoskopi adalah mengoreksi kelainan yang terjadi pada bagian dalam perut atau panggul.

Baca Juga:  Dokter Bedah: Tips Buat Janji dengan Dokter Spesialis Bedah

Selain mengamati bagian dalam perut, dokter akan sekaligus menggunakan instrumen operasi saat menjalankan laparoskopi operatif. Jadi dokter membuat dua sayatan pada perut. Satu sayatan untuk memasukkan laparoskop, sayatan lain buat tempat masuknya peralatan operasi. Dokter menggunakan peralatan itu antara lain untuk mengambil sampel jaringan, menjalankan biopsi, atau mengangkat bagian organ yang bermasalah.

Beberapa prosedur yang menggunakan laparoskopi operatif meliputi:

  • Pengangkatan kantong empedu, usus buntu, atau kista
  • Sterilisasi perempuan atau tubektomi
  • Mengatasi kehamilan ektopik
  • Biopsi

Terdapat tiga komponen utama untuk menjalankan laparoskopi operatif, yakni keterampilan pelaksana, kelengkapan instrumen, dan fasilitas ruang operasi yang memadai. Instrumen dan teknik bedah yang kian berkembang membuat bidang laparoskopi operatif makin luas. Dokter bisa melanjutkan laparoskopi diagnostik dengan tindakan operatif ketika menemukan patologi atau kelainan.

Penggunaan teknik laparoskopi robotik dengan teknologi yang lebih canggih juga akan membantu dokter menemukan sekaligus mengatasi kelainan pada pasien. Pemanfaatan laparoskopi robotik saat ini masih dalam tahap awal di Indonesia.

Baca Juga:  Usus Buntu Bagaimana Gejalanya?

Baik laparoskopi diagnostik maupun operatif sama-sama memberikan keuntungan bagi pasien karena sejumlah kelebihannya. Dengan laparoskopi, luka sayatan operasi lebih kecil sehingga meninggalkan bekas yang kecil pula. Rasa nyeri pada bekas sayatan juga minim. Lama waktu pemulihan pun lebih singkat. Bahkan pasien bisa pulang pada hari yang sama tanpa perlu rawat inap. Selain itu, tingkat presisi laparoskopi tinggi dengan risiko komplikasi rendah.

 

Ditinjau oleh:

dr. Richard, SpB, MKes, FINACS, FICS

Dokter Spesialis Bedah

Primaya Hospital Tangerang

 

Referensi:

https://www.cancer.org/treatment/understanding-your-diagnosis/tests/endoscopy/laparoscopy.html

https://fascrs.org/patients/diseases-and-conditions/a-z/laparoscopic-surgery-what-is-it

https://medlineplus.gov/ency/article/003918.htm

https://emedicine.medscape.com/article/1848486-overview

http://journal.ui.ac.id/index.php/eJKI/article/download/4009/3411

Bagikan ke :