• Emergency
  • 150 108

Panduan Isolasi Mandiri di Rumah Terpantau (ISOMANTAU)

Panduan Isolasi Mandiri di Rumah Terpantau (ISOMANTAU)

Langkah pertama ketika seseorang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah menjalani isolasi. Bagi pasien bergejala sedang hingga berat, isolasi dilakukan di rumah sakit. Sedangkan bagi pasien tak bergejala atau bergejala ringan, ada dua pilihan, yakni isolasi mandiri atau bersama-sama di lokasi terkendali.

Isolasi mandiri dilakukan di rumah atau fasilitas pribadi. Pasien disarankan menjalani isolasi mandiri bila gejalanya tidak berat atau tanpa gejala. Sebab, rumah sakit diprioritaskan bagi pasien yang lebih membutuhkan penanganan medis karena kondisinya memburuk atau memiliki penyakit penyerta yang butuh pengawasan.


 

Mengenal Isomantau

Guna membantu meringankan beban rumah sakit dan penanganan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri, ada program ISOMANTAU dari lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee atau MER-C. ISOMANTAU alias Isolasi Mandiri Terpantau adalah program isolasi mandiri gratis yang tersedia bagi masyarakat Indonesia yang berdomisili di DKI Jakarta.

Ketika menjalani isolasi sendiri di rumah, pasien tetap harus terpantau kondisinya tiap hari. Dengan begitu, bila ada tanda perburukan gejala, bisa segera dilakukan tindakan medis untuk menyelamatkan pasien. Namun sering kali pemantauan pasien isolasi mandiri tidak dapat maksimal karena berbagai faktor.

ISOMANTAU hadir sebagai program telemedicine atau layanan kesehatan jarak jauh untuk memantau kondisi pasien tiap hari. Masyarakat bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti program ini dengan mengakses situs MER-C dan menghubungi nomor telepon yang tersedia. Nantinya, bila pasien memenuhi kriteria, ada petugas MER-C yang akan memantau kondisi pasien tiap hari.

Proses pemantauan layaknya konsultasi dengan dokter di rumah sakit. Petugas akan menanyakan apa saja keluhan pasien dan memastikan pasien sudah meminum obat yang diresepkan. Petugas juga mencatat kondisi pasien, antara lain suhu tubuh dan saturasi oksigen. Proses ini berlangsung tiap hari hingga masa isolasi mandiri pasien dinyatakan selesai.

Syarat Isolasi Mandiri di Rumah

Walau pasien tidak bergejala atau gejalanya ringan, ia tidak lantas bisa memilih isolasi mandiri di rumah. Pihak yang menentukan di mana pasien bisa menjalani isolasi adalah puskesmas. Puskesmas akan memeriksa kondisi pasien dan mengecek apakah rumahnya memenuhi syarat sebagai lokasi isolasi mandiri bekerja sama dengan gugus tugas penanganan Covid-19 tingkat RT/RW. Syarat isolasi mandiri di rumah termasuk:

  • Ada persetujuan dari pemilik rumah
  • Ada rekomendasi dari gugus tugas Covid-19 tingkat RT/RW yang ditetapkan lurah
  • Tak ada penolakan dari warga sekitar
  • Hanya pasien yang menempati ruangan isolasi, tak boleh ada penghuni lain yang tinggal di ruangan yang sama
  • Tidak berbagi kamar mandi dengan penghuni lain atau pastikan kamar mandi rutin didisinfeksi bila harus berbagi
  • Menggunakan peralatan makan dan minum sendiri
  • Terdapat ventilasi yang memadai di ruang isolasi
  • Tersedia cukup pasokan air bersih mengalir
  • Rumah tidak berada di permukiman padat penduduk, jaraknya minimal 2 meter dari rumah lain
Baca Juga:  Deteksi Dini Covid-19 Di Dalam Mobil : Rapid Test Covid-19 Drive Thru

 

Siapa Saja yang Harus Melakukan Isolasi Mandiri?

Pada intinya, pasien yang positif Covid-19 tapi tak menunjukkan gejala atau bergejala ringan bisa menjalani isolasi mandiri. Pasien ini juga tak memiliki penyakit penyerta. Namun pihak yang berwenang memberikan keputusan adalah puskesmas dan gugus tugas di lingkungan pasien. Karena itu, pasien diharuskan melapor ke puskesmas dan ketua gugus tugas setempat ketika terkonfirmasi positif.

Adapun kriteria tanpa gejala adalah pasien sama sekali tidak memperlihatkan gejala (asimtomatik). Sedangkan gejala ringan ditandai dengan adanya keluhan seperti:

  • Batuk
  • Demam
  • Hidung tersumbat
  • Sakit kepala
  • Nyeri tenggorokan
  • Letih dan lesu

Isolasi mandiri juga diperuntukkan bagi orang dengan:

  • Hasil tes antigen positif dan memiliki tiga gejala Covid-19 ringan
  • Belum tes antigen atau PCR tapi pernah kontak erat dengan pasien Covid-19
  • Hasil tes antigen positif Covid-19 seusai kontak erat (tatap muka tanpa masker dengan pasien positif atau orang dengan gejala Covid-19 dalam radius 1 meter selama 15 menit), kontak fisik dengan pasien atau orang dengan gejala Covid-19, merawat pasien atau orang dengan gejala Covid-19 tanpa masker standar medis)
  • Hasil tes antigen positif Covid-19 dan melakukan kontak dengan dua orang bergejala Covid-19

 

Mengapa Perlu Isolasi Mandiri?

Tujuan isolasi adalah pasien tidak menulari orang lain. Bila pasien tetap berkegiatan di luar, risiko penularan sangat besar meski memakai masker atau menerapkan protokol kesehatan lain. Akan halnya isolasi mandiri diperlukan demi mencegah rumah sakit kewalahan menerima pasien yang datang tanpa gejala ataupun bergejala ringan.

Dalam situasi pandemi dan jumlah pasien yang terus meningkat, rumah sakit lebih difokuskan pada penanganan pasien dengan gejala sedang hingga berat dan memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Pasien ini butuh pengawasan dan perawatan dengan perlengkapan yang tersedia di rumah sakit.

Bila pasien tanpa gejala atau bergejala ringan turut datang ke rumah sakit, beban di rumah sakit akan bertambah. Padahal pasien tersebut tidak membutuhkan perawatan intensif. Karena itu, pasien tanpa gejala atau bergejala ringan diminta tidak langsung datang ke rumah sakit, melainkan ke puskesmas dulu agar diarahkan untuk menjalani isolasi mandiri baik di rumah maupun di fasilitas yang disediakan pemerintah.

Baca Juga:  Potensi Penularan Virus Corona Melalui Udara (Aerosol)

 

Berapa Lama Saya Harus Isolasi Mandiri di Rumah

Lama isolasi mandiri adalah minimal 10-14 hari, tergantung gejala dan hasil pemeriksaan oleh petugas kesehatan yang memantau. Kewenangan untuk memutuskan berapa lama isolasi berada di petugas kesehatan yang memantau dan memeriksa pasien.

 

Apa yang Harus Dilakukan untuk Menjaga Kesehatan

Selama menjalani isolasi mandiri, pasien harus disiplin menerapkan protokol kesehatan dan rutin memantau kondisinya tiap hari. Fasilitas ISOMANTAU bisa dimanfaatkan bila tinggal di DKI Jakarta. Demi menjaga kesehatan, pasien harus:

  • Tetap berolahraga ringan, seperti yoga atau senam
  • Makan makanan bernutrisi dan gizi seimbang
  • Berjemur pada pagi hari bila memungkinkan
  • Mengisi kegiatan dengan hal positif, misalnya membaca buku atau mendengarkan musik
  • Tetap berkomunikasi dengan orang lain lewat media elektronik
  • Segera hubungi petugas kesehatan bila kondisi memburuk

 

Kriteria Selesai Isolasi Mandiri di Rumah

Bila pasien tanpa gejala, isolasi dinilai selesai 10 hari setelah terkonfirmasi positif. Sedangkan bila pasien dengan gejala ringan menjalani isolasi 10 hari + 3 hari untuk memantau kondisi gejalanya, terutama demam dan gangguan pernapasan.

Adapun buat orang yang menjalani isolasi karena pernah berkontak erat, masa isolasi selesai bila sudah 14 hari. Baik pasien tanpa gejala, bergejala ringan, maupun kontak erat tak perlu menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) lagi. Jadi sudah tidak perlu hasil tes PCR negatif untuk dinyatakan selesai isolasi mandiri.

 

Panduan Penggunaan Layanan Telemedicine

  1. Pasien melakukan tes PCR / swab antigen di laboratorium Rumah Sakit yang telah bekerjasama dengan Kemenkes
  2. Pasien bisa melakukan konsultasi secara daring dengan dokter melalui Aplikasi LinkSehat (Gratis konsultasi dokter umum)
  3. Setelah melakukan konsultasi secara daring, dokter akan memberikan resep digital sesuai dengan kondisi pasien
  4. Setelah farmasi menerima resep, obat akan dikonfirmasi ke pasien untuk bisa segera diantar

 

Ditinjau oleh:

dr, Supris Yurit Erfin Pamungkas , M.Sc,Sp.PD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Karawang

 

Referensi

http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dki-jakarta/protokol-isolasi-mandiri-covid-19

https://indonesia.go.id/kategori/kesehatan/1784/kriteria-dan-protokol-isolasi-mandiri-covid-19

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.