• Emergency
  • 150 108

Serangan Jantung Ringan, Bagaimana Penanganannya?

Serangan Jantung Ringan, Bagaimana Penanganannya

Serangan jantung terdengar menakutkan bagi banyak orang. Gerak orang memegangi dada karena kesakitan, lalu terjatuh dan hilang kesadaran langsung terbayang. Padahal reaksi orang yang terkena serangan jantung tidak selalu demikian. Sebab, ada kemungkinan seseorang mengalami serangan jantung ringan yang gejala atau tandanya tidak begitu parah, meski tetap membahayakan.

 


Mengenal Serangan Jantung Ringan (NSTEMI)

Serangan jantung adalah kondisi darurat medis yang terjadi tatkala pasokan darah ke jantung mendadak terhenti lantaran pembuluh darah koroner tersumbat sebagian atau seluruhnya. Orang yang terkena serangan jantung mesti segera ke rumah sakit jantung, terutama bila gejalanya berat. Kurangnya suplai darah kaya oksigen dan nutrisi ke jantung dapat membuat otot jantung rusak dan mengancam jiwa. Adapun serangan jantung ringan adalah jenis serangan jantung yang dampak kerusakannya pada jantung otot jantung lebih ringan.

NSTEMI sebagai salah satu sindrom koroner akut disebut juga non-ST segment elevation myocardial infarction (NSTEMI). Sedangkan serangan jantung yang lebih berat disebut STEMI. Pada prinsipnya, serangan jantung disebut NSTEMI bila sumbatan hanya terjadi sebagian atau bersifat sementara. Karena itu, darah masih bisa mengalir meski tidak memadai bagi jantung untuk bisa bekerja secara normal. Kerusakan otot jantung pun lebih kecil, tapi bisa menjadi besar bila tak segera ditangani.

Perawatan untuk serangan jantung ringan meliputi pengobatan dan pemeriksaan terhadap pembuluh darah koroner guna mengetahui kondisi sumbatan. Dari pemeriksaan ini, dokter akan menentukan tindakan apa yang sesuai dan diperlukan untuk memulihkan pasokan darah.

Meski lebih ringan, serangan jantung NSTEMI tetap bisa merusak otot jantung sehingga membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Dibanding STEMI, serangan jantung ringan lebih jarang terjadi. Gejalanya bisa jadi serupa dengan serangan jantung berat, tapi dengan dampak yang lebih ringan.

Baca Juga:  Lemah Jantung (Kardiomiopati), Bagaimana Cara Mengatasinya?

 

Gejala Serangan Jantung Ringan (NSTEMI)

NSTEMI memicu sejumlah gejala yang mirip dengan masalah kesehatan lain. Untuk digarisbawahi, gejala apa pun yang berkaitan dengan serangan jantung membutuhkan perhatian serius. Gejala itu meliputi:

  • Dada terasa tertekan atau berat
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Dada terasa penuh dan tidak nyaman
  • Nyeri meluas hingga leher, perut, rahang, serta punggung
  • Mual-mual
  • Kepala terasa ringan dan pusing
  • Keringat muncul tanpa sebab jelas

 

Penyebab NSTEMI

NSTEMI umumnya terjadi saat satu atau lebih pembuluh darah atau arteri koroner tersumbat. Penyebab sumbatan paling sering adalah aterosklerosis alias penyempitan dan pengerasan pembuluh darah. Aterosklerosis terjadi ketika kolesterol dan zat lain yang disebut plak terakumulasi di dalam dinding arteri dan menghalangi aliran darah.

Seiring dengan waktu, plak membuat dinding arteri mengeras dan menyempit sehingga aliran darah terhambat. Plak juga bisa pecah dan menyebabkan gumpalan darah yang menyumbat arteri.

Serangan jantung ringan juga bisa terjadi akibat spasme atau kontraksi pada arteri koroner. Kontraksi itu membuat arteri mengencang dan menghentikan aliran darah. Sering kali penyebab spasme tidak diketahui.

Selain itu, ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung ringan, antara lain:

  • Punya kebiasaan merokok
  • Sering terpapar asap rokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Kurang bergerak aktif
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Menderita diabetes
  • Kadar gula darah tinggi
  • Ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga
  • Berat badan berlebih
Baca Juga:  6 Cara Mencegah Henti Jantung Mendadak

 

Deteksi Serangan Jantung Ringan (NSTEMI)

Deteksi dan diagnosis NSTEMI hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis jantung. Dokter perlu menggunakan sejumlah alat dan metode tes tertentu untuk memastikan pasien mengalami serangan jantung. Salah satunya adalah tes darah guna mengecek indikasi NSTEMI, misalnya tingginya kadar protein troponin I dan troponin T. Namun hasil tes darah tidak cukup untuk menegakkan diagnosis.

Karena itu, dokter perlu menjalankan tes lain sebagai pendukung diagnosis. Misalnya dengan elektrokardiogram (EKG) untuk memeriksa kelistrikan jantung. Dalam tes, detak jantung akan menunjukkan garis-garis bergelombang yang berpola. Dari pengamatan dan penilaian terhadap garis-garis itu, dokter bisa memastikan apakah terjadi serangan jantung atau tidak.

 

Penanganan Serangan Jantung Ringan (NSTEMI)

Penanganan terhadap serangan jantung ringan bergantung pada sejumlah hal. Di antaranya kondisi pasien, riwayat kesehatan, dan tingkat keparahan sumbatan pada arteri. Dokter akan menggunakan metode yang disebut skor GRACE (Global Registry of Acute Coronary Events) untuk menentukan level keparahan serangan jantung.

Faktor yang dinilai dalam skor GRACE meliputi:

  • Umur pasien
  • Tekanan darah sistolik
  • Detak jantung (normal, pelan, cepat, atau tak beraturan)
  • Kadar serum kreatinin
  • Apakah terjadi henti jantung saat di rumah sakit jantung
  • Deviasi segmen ST
  • Peningkatan level penanda fungsi jantung dalam pemeriksaan EKG
  • Ada-tidaknya tanda malafungsi jantung

Dari skor GRACE itu, dokter bisa menentukan kategori risiko pasien, apakah rendah, sedang, atau tinggi. Bagi pasien berisiko rendah, biasanya dokter cukup memberikan obat-obatan. Sedangkan untuk pasien risiko sedang hingga tinggi mungkin memerlukan operasi.

Baca Juga:  Penyebab Jantung Berdebar, Apakah Pengaruh dari Gaya Hidup?

 

Pencegahan NSTEMI

Terlepas dari tingkat keparahannya, serangan jantung adalah masalah kesehatan yang membahayakan jiwa. Maka penting untuk mengetahui langkah pencegahannya. Upaya pencegahan NSTEMI sama dengan serangan jantung yang lebih berat. Kuncinya adalah penerapan gaya hidup sehat dan pengendalian faktor risiko.

Datangi rumah sakit jantung untuk menjalani pemeriksaan jantung secara menyeluruh agar dokter bisa menilai potensi risiko Anda terkena serangan jantung. Dokter juga dapat memberikan nasihat atau tindakan untuk mengobati atau mengendalikan faktor risiko seperti kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Siapa pun yang mengalami gejala NSTEMI harus menghubungi rumah sakit jantung untuk mendapat pemeriksaan dan tindakan selekasnya. Sebaiknya langsung menuju instalasi gawat darurat agar dokter dapat langsung menangani. Bagi pasien serangan jantung, setiap menit waktu yang terbuang sangatlah berharga. Makin cepat mendapat penanganan, makin kecil risiko kerusakan pada jantung.

 

Ditinjau oleh:

drRoy Christian Sp.JP, FIHA

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Tangerang

 

Referensi:

https://myheart.net/articles/nstemi/

https://www.healthline.com/health/nstemi

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.