Tips Bagi Penderita Hipertensi yang Terinfeksi Covid-19

Tips Bagi Penderita Hipertensi yang Terinfeksi Covid-19

Ketika Covid-19 pertama kali muncul, tak banyak yang peneliti ketahui tentang penyakit ini. Kini, seiring dengan gencarnya riset, makin banyak temuan tentang penyakit yang terjadi akibat infeksi virus corona jenis baru tersebut. Salah satunya hubungan Covid-19 dengan berbagai macam penyakit, termasuk hipertensi alias darah tinggi.

 

Mengenal Penyakit Hipertensi

Hipertensi adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar tekanan darah. Ketika berdetak, jantung memompa darah yang akan masuk ke pembuluh darah untuk membuat tubuh berfungsi sebagaimana mestinya. Tekanan darah adalah kekuatan aliran darah dalam mendorong dinding pembuluh darah saat jantung berkontraksi dan beristirahat.

Terdapat dua macam tekanan darah, yakni sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik atau angka atas menggambarkan tekanan saat jantung berdetak dan otot berkontraksi, sementara tekanan diastolik alias angka bawah menunjukkan tekanan dalam pembuluh darah di antara detak jantung.

Dalam catatan medis, nilai sistolik dan diastolik biasanya dipisahkan dengan garis miring, misalnya 120/80 mmhg. Angka itu adalah batas ideal tekanan darah bagi orang dewasa. Dokter akan mendiagnosis seseorang menderita hipertensi jika nilai sistoliknya 140 atau lebih dan nilai diastoliknya 90 atau lebih (140/90 mmhg).

Hipertensi tergolong sebagai faktor utama penyebab penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 1 dari 5 orang dewasa di dunia memiliki tekanan darah tinggi. Komplikasi akibat hipertensi memicu 9,4 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun.

Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan pun mencatat peningkatan angka kasus hipertensi di Indonesia. Adapun data Sample Registration System Indonesia 2014 menunjukkan hipertensi dengan komplikasi sebagai penyebab kematian nomor lima di semua kelompok umur.

Baca Juga:  Beda Batuk Gejala Corona Covid-19 dengan Batuk Biasa

 

Siapa Saja yang Bisa Terkena Penyakit Hipertensi?

Hipertensi tidak hanya menyerang orang dewasa. Anak kecil juga bisa mengalami hipertensi. Meski demikian, penyebab hipertensi tidak selalu dapat diketahui dengan jelas. Namun ada beberapa faktor yang sudah pasti meningkatkan risiko hipertensi, antara lain:

  • Kelebihan berat badan (obesitas)
  • Mengonsumsi terlalu banyak garam
  • Kurang makan buah dan sayuran
  • Jarang berolahraga
  • Minum terlalu banyak kopi atau alkohol
  • Terbiasa merokok
  • Kurang tidur atau mengalami gangguan tidur
  • Ada anggota keluarga yang punya tekanan darah tinggi
  • Berada di daerah tertinggal
  • Berusia lebih dari 65 tahun
  • Memiliki kelainan pembuluh darah
  • Punya penyakit ginjal
  • Ada masalah kelenjar gondok (tiroid)
  • Sering menderita stres

Orang yang memiliki faktor hipertensi sebaiknya segera memeriksakan diri untuk mengetahui apakah menderita tekanan darah tinggi. Dengan begitu, dokter dapat mengambil tindakan secepatnya guna mencegah berbagai macam komplikasi yang dapat berakibat fatal bagi pasien.

 

Mengapa Penderita Hipertensi Rentan Terinfeksi Virus Corona?

Covid-19 adalah penyakit yang mudah menyerang orang dengan sistem imun lemah. Adapun daya tahan tubuh penderita hipertensi sudah pasti terganggu akibat tekanan darah tinggi. Masalah hipertensi menahun, apalagi di kalangan lanjut usia, akan melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga tak sanggup menghadapi infeksi virus. Karena itulah orang dengan penyakit tekanan darah tinggi rentan terinfeksi virus corona penyebab Covid-19.

Tim epidemiolog Cina menerbitkan temuan bahwa angka kasus Covid-19 yang berakibat kematian pada pasien dengan hipertensi mencapai 6 persen. Sedangkan angka fatalitas pasien Covid-19 tanpa hipertensi sebesar 2,3 persen.

Penyebab lain yang mungkin membuat penderita hipertensi rentan terjangkit Covid-19 adalah konsumsi obat-obatan tertentu untuk menurunkan tekanan darah. Secara teori, obat ACE inhibitor dan ARB yang bisa dikonsumsi penderita tekanan darah tinggi akan meningkatkan kadar enzim ACE2. Sedangkan virus SARS-CoV-2 pemicu Covid-19 menempel pada ACE2 untuk dapat menginfeksi sel tubuh manusia.

Baca Juga:  Vaksin Corona Pfizer, Apakah Efektif untuk Anak?

Walau begitu, American College of Cardiology dan American Heart Association tetap merekomendasikan penderita hipertensi mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan resep dokter. Bila tidak, terdapat risiko lain berupa penyakit jantung dan stroke yang juga bisa menyebabkan kematian.

 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Penderita Hipertensi Terinfeksi Covid-19?

Semua orang patut waspada terhadap ancaman infeksi Covid-19. Khusus bagi penderita hipertensi dan bermacam penyakit lain, kewaspadaan mesti ditingkatkan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memberikan beberapa saran:

  • Pastikan obat untuk mengontrol tekanan darah tinggi cukup tersedia
  • Sediakan obat-obatan dari apotek untuk meredakan demam dan gejala lain di rumah
  • Usahakan banyak di rumah dan batasi kontak dengan orang lain sebisa mungkin
  • Jauhi kerumunan dan orang yang terlihat sakit
  • Kenakan masker wajah bila harus berada di tempat publik dan jaga jarak sekitar 2 meter dari orang lain
  • Cuci tangan sering-sering dengan sabun dan air mengalir
  • Bersihkan dan semprotkan disinfektan pada benda-benda di sekitar rumah yang kerap tersentuh tangan, seperti kenop pintu

 

Bagaimana Cara Mencegah Hipertensi?

Kita semua dapat mencegah hipertensi. Bagi orang dewasa, pemeriksaan rutin tekanan darah menjadi cara pertama. Terutama bagi yang berusia di atas 60 tahun. Bila tekanan darah terus tinggi, hubungi dokter untuk meminta nasihat medis.

WHO merekomendasikan 5 langkah nyata untuk mencegah hipertensi, yakni:

  • Jaga pola makan dan gizi seimbang, misalnya dengan makan teratur, kurangi garam dan lemak jenuh, serta memperbanyak sayuran dan buah
  • Hindari konsumsi alkohol yang membahayakan
  • Beraktivitas fisik, contohnya berolahraga setidaknya 30 menit tiap hari dan menjaga berat badan ideal
  • Berhenti merokok dan jauhi paparan asap rokok
  • Kendalikan stres, misalnya dengan bermeditasi dan bersosialisasi secara positif
Baca Juga:  Rekomendasi Jenis Olahraga di Tengah Pandemi Covid-19

 

Penderita Hipertensi, Apakah Boleh Divaksin Covid-19?

Surat edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid dan Penyintas COVID-19, serta Sasaran Tunda menyatakan penderita hipertensi boleh menerima vaksin Covid-19. Namun ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi.

Tenaga kesehatan akan memeriksa tekanan darah calon penerima sebelum menyuntikkan vaksin. Bila angka tekanan darahnya di bawah 180/110 mmhg, penderita hipertensi bisa mendapat vaksin Covid-19. Jika saat diperiksa tekanan darahnya lebih dari angka itu, ia boleh menunggu 30 menit-1 jam untuk diperiksa lagi. Kalau hasil pemeriksaan masih di atas 180/110 mmhg, vaksinasi bagi orang tersebut mesti ditunda hingga tekanan darahnya turun sesuai dengan ketentuan.

 

Narasumber:

dr. Supris Yurit Erfin Pamungkas, Sp.PD, M.Sc.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Karawang

 

Referensi:

https://www.who.int/health-topics/hypertension#tab=tab_1

https://www.who.int/news-room/q-a-detail/noncommunicable-diseases-hypertension

Bagikan ke :