• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Tramadol, Jenis Obat Pereda Nyeri yang Sering Disalahgunakan

Obat pereda nyeri ada banyak sekali jenisnya mulai dari yang versi ringan hingga berat. Salah satunya yaitu tramadol yang terkenal efektivitasnya dalam mengatasi rasa sakit berat yang biasa terjadi setelah terkena luka atau setelah operasi.

Namun, obat ini sering orang salah gunakan karena punya efek halusinasi, efek kantuk, dan mampu menghalau depresi sementara dengan penggunaan dosis yang tinggi. Oleh karena itu, obat ini tergolong sebagai zat yang dikendalikan peredarannya. Yuk pahami lebih lanjut tentang obat tramadol sebelum Anda menggunakannya.

buat jani dokter primaya

Apa itu Tramadol

Tramadol

Tramadol adalah obat pereda nyeri golongan agonis opioid yang bekerja dengan cara menghambat sinyal nyeri pada sistem saraf pusat. Dengan begitu, rasa nyeri dapat berkurang sepenuhnya terutama nyeri berat seperti kondisi pasca operasi.

Dalam dunia medis, obat ini hanya boleh diberikan apabila pereda nyeri lain tidak efektif untuk mengatasi rasa sakit. Obat ini akan mengubah respons otak pada saat menerima rasa sakit sehingga efek nyeri berkurang.

Walaupun termasuk golongan opioid, namun obat ini tidak membuat penggunanya mengalami perubahan perilaku. Bahkan, zat ini mirip dengan zat alami dalam otak bernama endorfin yang berperan mengurangi rasa sakit dengan mengubah pesan yang dikirim tubuh ke otak.

Obat ini beredar secara sangat terbatas dan sepenuhnya di kendalikan keberadaannya. Oleh karena itu, tidak mudah mendapatkan obat ini di apotek seperti obat resep lainnya. Terlebih obat ini sering orang-orang salah gunakan sebagai obat depresi maupun obat tidur bagi sebagian kalangan.

Beberapa merek dagang dari obat tramadol yang peredannya terkendali dan terbatas:

  • Tablet: Kontram, Tramal, Tradyl, Forgesic, Tradosik, Orasic, Centrasic, Radol, Corsadol, Tugesal, dan juga Pinorec
  • Injeksi: Tradosik, Tradyl, Trasik, Orasic, Tramal, Kamadol, dan juga Forgesic
Nama Obat Tramadol
Kategori Obat Analgesik opioid
Golongan Obat Obat keras
Bentuk Obat Kaplet salut selaput
Manfaat/Indikasi Mengatasi rasa nyeri
Dikonsumsi Oleh Dewasa
Kategori Ibu Hamil Kategori C, hanya diberikan bila manfaat lebih besar dibandingkan risikonya
Peringatan Ibu Menyusui Dapat masuk ke ASI sehingga perlu pengawasan dokter

Manfaat Tramadol

Tramadol merupakan obat golongan opioid yang akana mengubah respons maupun persepsi terhadap nyeri atau rasa sakit. Jadi, obat ini akan mengikat reseptor opiat yang terletak di saraf pusat sehingga rasa sakit dari suatu bagian tidak diteruskan sepenuhnya ke otak.

Baca Juga:  Acyclovir: Manfaat, Efek Samping, dan Dosisnya

Selain itu, obat ini pun akan menghambat pengambilan kembali dari beberapa zat sepereti serotonin dan norepinefrin. Tingkat pelepasan serotonin pun akan meningkat dengan penggunaan obat ini.

Dosis dan Aturan Pakai Tramadol

Tramadol hanya diperbolehkan untuk dewasa. Itu pun hanya sebagai langkah terakhir apabila metode atau obat  lain tidak berguna. Berikut ini beberapa dosisnya sesuai bentuk obatnya;

Tablet

Dosis: 50-100 mg setiap 4-6 jam

Injeksi

Dosis: 1 ampul (100 mg) injeksi dalam infus.

Bagaimana Cara Menggunakan Tramadol?

Mengingat obat ini tergolong sebagai obat keras dan sangat terbatas, maka Anda harus paham betul tata cara penggunaannya seperti:

  • Pastikan konsumsi sesuai dosis yang telah dokter anjurkan
  • Hindari overdosis karena dapat mengalami kecanduan
  • Minum di waktu yang sama setiap harinya agar efektif
  • Hindari memutus konsumsi obat secara tiba-tiba

Cara Penyimpanan

Simpan obat ini di dalam ruangan bersih, kering, dan suhu 25 derajat celcius ke bawah. Hindari juga paparan sinar matahari langsung, hujan, jangkauan anak, dan jangkauan hewan peliharaan.

Interaksi Tramadol dengan Obat Lain

Obat yang dapat menimbulkan interaksi terhadap tramadol meliputi:

  • SSRI
  • SNRI
  • Bupropion
  • Tetrahydrocannabinol
  • Mirtazapine
  • Warfarin
  • Norepinefrin
  • Anogis 5-HT
  • Lithium
  • Carbamazepine

Peringatan dan Perhatian Menggunakan Tramadol

  • Informasikan ke dokter bila punya riwayat kejang, epilepsi, gangguan ginjal, tiroid, gangguan mental, kencing manis, penyakit kantong empedu, sulit buang air kencing
  • Obat ini tidak disarankan untuk dikonsumsi bagi mereka yang punya asma atau penyakit pernafasan berat dan sumbatan usus
  • Tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan paracetamol
  • Informasikan ke dokter bila sedang hamil, menyusui, maupun sedang mengonsumsi obat lainnya
Baca Juga:  Cetirizine: Dosis, Manfaat, Efek Samping dan Aturan Pakainya

Efek Samping dan Bahaya Tramadol

Tramadol

Dalam banyak penelitian yang diterbitkan di laman doi.org, bahwa obat ini memiliki efek samping ketergantungan yang cukup tinggi apabila dilakukan penyalahgunaan dalam konsumsinya. Berikut ini di antaranya:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Mengantuk
  • Gangguan pencernaan
  • Kejang-kejang
  • Tubuh terasa lemah
  • Cemas
  • Kesulitan buang air kecil
  • Euforia
  • Gangguan menstruasi
  • Halusinasi
  • Berkeringat
  • Gejala menopause
  • Kebingungan
  • Gangguan koordinasi
  • Dermatitis

Sementara itu, apabila penggunaan tramadol dilakukan tanpa sesuai dengan resep dari dokter atau dilakukan secara berlebihan, maka Anda akan overdosis yang nantinya bisa menimbulkan:

  • Pupil mata mengecil
  • Kolaps jantung
  • Henti jantung
  • Muntah
  • Depresi pernapasan
  • Kulit terasa dingin dan lembap
  • Koma
  • Lesu
  • Bradikardia
  • Otot rangka lembek
  • Kejang
  • Hipotensi

Alternatif Obat Sejenis Tramadol

Ada beberapa alternatif obat sejenis tramadol yang dapat Anda temui di pasaran yang meliputi:

  • Medcotram
  • Dolgesik
  • Dolocap
  • Corsadol
  • Thramed
  • Forgesic

Kapan Harus ke Dokter?      

Tramadol

Anda harus sesegera mungkin berkonsultasi ke dokter apabila mengalami efek samping akibat konsumsi tramadol. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami overdosis atau ketergantungan dengan obat ini sehingga nantinya dapat dilakukan rehabilitasi sesuai prosedur.

Narasumber:

dr. Halim, Sp. An

Spesialis Anestesi

Primaya Hospital Bhakti Wara

Referensi:

  • Conzip — tramadol hydrochloride capsule. http://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=a65b4d05-3a1c-4aa1-848a-d20ac9aaf62f. Diakses pada 01 Maret 2024.
  • Tramadol hydrochloride. http://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=cabccc8a-6f9f-414c-93f0-6dec331ed74b. Diakses pada 01 Maret 2024.
  • Tramadol hydrochloride. http://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=004de5a4-80f8-4040-a6ea-be5e99352a36. Diakses pada 01 Maret 2024.
  • Ultram C IV (tramadol hydrochloride) tablets. https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2017/020281s039lbl.pdf. Diakses pada 01 Maret 2024.
  • Ultram (tramadol hydrochloride) tablets. https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2021/020281s048lbl.pdf. Diakses pada 01 Maret 2024.
  • Tramadol hydrochloride extended-release. http://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=c0bc7218-3fd0-4646-96f4-25355fc84aa9. Diakses pada 01 Maret 2024.
  • Ultram — tramadol hydrochloride tablet. http://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=45f59e6f-1794-40a4-8f8b-3a9415924468. Diakses pada 01 Maret 2024.
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.