• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Warna Feses Anak yang Berbahaya dan Cara Mengatasinya

Warna Feses

Warna feses seseorang bisa menunjukkan kondisi kesehatan orang tersebut secara umum. Tak terkecuali pada anak-anak. Terdapat beberapa warna feses anak yang dapat menjadi tanda bahwa ada gangguan kesehatan tertentu yang membutuhkan perhatian. Dengan memahami informasi tentang warna feses pada anak ini, orang tua dapat segera mengambil langkah untuk melindungi buah hatinya dari risiko kesehatan yang membahayakan.

Kenapa Warga Feses Anak Penting

Warna feses anak bisa memberikan petunjuk penting tentang sistem tubuh anak secara umum, terutama kesehatan pencernaan. Feses yang normal cenderung berwarna cokelat, kuning, atau hijau, yang menandakan bahwa pencernaan dalam kondisi baik. Meski begitu, warna feses anak yang bukan cokelat tua tak lantas bisa diartikan bahwa anak sedang terkena penyakit tertentu.

buat jani dokter primaya

Perubahan warna feses anak bisa menjadi tanda-tanda kesehatan yang berbeda-beda, dari hal yang normal hingga yang memerlukan perhatian medis secepatnya. Sebagai contoh, perubahan menu atau konsumsi makanan tertentu bisa membuat warna feses berubah. Misalnya anak memakan buah naga yang berwarna merah, bisa jadi warna fesesnya akan tampak kemerahan. Begitu pula bila anak makan makanan lain yang berwarna-warni.

Namun secara umum perubahan warna feses anak itu tidak mengkhawatirkan dan cuma efek sementara dari konsumsi makanan tersebut. Berbeda jika warna feses anak berubah padahal sebelumnya tak ada perubahan pola makan atau baru saja makan makanan dengan warna tertentu.

Contohnya warna feses anak menjadi sangat gelap atau justru sangat terang. Bisa jadi ada masalah pencernaan seperti infeksi usus, obstruksi saluran empedu, ataupun perdarahan. Selain frekuensi buang air besar dan teksturnya, perubahan warna feses ini dapat menjadi informasi penting yang dibutuhkan dokter dalam upaya diagnosis.

Berbagai Warna Feses Anak dan Artinya

Pada umumnya, warna feses anak yang normal adalah cokelat tua. Warna ini berarti tidak ada masalah pada sistem pencernaan anak. Adapun pada bayi baru lahir atau bayi yang mendapat air susu ibu eksklusif, warna fesesnya cenderung hijau dan ini juga merupakan warna yang normal. Bila bayi sudah mulai memakan makanan padat, warna fesesnya bisa berubah menjadi kuning muda dan biasanya juga bukan tanda ada masalah kesehatan.

Baca Juga:  Cara Menurunkan Panas pada Bayi

Adapun perubahan warna feses anak yang menandakan adanya masalah kesehatan meliputi:

Putih atau abu-abu

Feses anak yang berwarna putih atau abu-abu bisa menjadi tanda adanya masalah pada saluran empedu, hati, atau pankreas. Misalnya gangguan dalam saluran empedu, seperti batu empedu yang dapat menghambat aliran empedu dari hati ke usus kecil. Feses berwarna putih atau abu-abu juga merupakan salah satu gejala hepatitis.

Selain itu, sejumlah studi mendapati feses yang berwarna putih menjadi salah satu gejala awal fibrosis kistik, yakni penyakit genetik serius yang menyebabkan lendir di dalam tubuh menjadi lengket. Karena itu, jika warna feses anak berubah menjadi putih atau abu-abu, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Hitam

Warna hitam pada feses anak bisa menjadi pertanda adanya perdarahan pada saluran pencernaan atas yang memerlukan perhatian medis secepatnya. Perdarahan ini antara lain bisa disebabkan oleh:

  • Tukak lambung
  • Peradangan pada lapisan esofagus atau kerongkongan (esofagitis)
  • Penyakit Crohn
  • Infeksi bakteri atau parasit
  • Penyumbatan saluran pencernaan, misalnya akibat polip atau tumor

Merah

Bila warna feses anak merah terang atau terdapat bercak darah, bisa jadi ada perdarahan pada saluran pencernaan bawah. Kondisi ini juga memerlukan pemeriksaan medis segera. Penyebab perdarahan ini antara lain:

  • Infeksi bakteri, virus, atau parasit pada saluran pencernaan
  • Pembengkakan pembuluh darah di anus atau rektum
  • Sembelit atau mengejan terlalu keras saat buang air besar yang memicu robekan pada saluran pencernaan bawah
  • Alergi terhadap makanan tertentu
  • Peradangan usus, termasuk penyakit Crohn atau kolitis

Cara Mengatasi Warna Feses Anak yang Berbahaya

Untuk dapat mengatasi perubahan warna feses anak yang membahayakan, harus diketahui dulu apa penyebabnya yang spesifik. Maka langkah pertama yang harus ditempuh adalah berkonsultasi dengan dokter anak setelah mengetahui warna feses anak berubah tidak seperti biasanya. Dari konsultasi ini, dokter dapat melakukan pemeriksaan, menegakkan diagnosis, dan memberikan saran penanganan yang tepat.

Baca Juga:  Jenis-Jenis Kelainan Jantung yang Bisa Menyerang Bayi

Sementara itu, penting untuk memastikan anak mendapatkan asupan cairan yang memadai. Khususnya bila perubahan warna feses itu disertai dengan gejala lain seperti demam, diare, atau muntah.

Adapun bila ada dugaan warna feses anak berubah karena faktor makanan yang dikonsumsi, cara untuk memulihkan warna feses anak cukup dengan menghentikan konsumsi makanan tersebut. Tapi jika setelah makanan itu sudah tak dikonsumsi namun warna feses anak tetap tak berubah, sebaiknya segera datangi dokter.

Warna feses anak juga bisa berubah karena penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk antibiotik. Untuk mengantisipasinya, sebaiknya hanya gunakan obat-obatan yang sesuai dengan resep dokter. Jika merasa warna feses berubah setelah menggunakan obat tertentu, dokter bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapan Harus ke Dokter

Meski perubahan warna feses anak tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian khusus, ada beberapa warna tertentu yang seringkali menjadi petunjuk bahwa ada gangguan kesehatan yang harus segera ditangani secara medis. Penting bagi orang tua untuk memahami arti warna feses anak berbahaya dan cara mengatasinya.

Narasumber:

dr. Mire Riyana, Sp. A, M. Biomed

Spesialis Anak

Primaya Hospital Semarang

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.