• Ambulance
  • 150 108
  • Chatbot

Gusi Berdarah: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Gusi berdarah

Gusi berdarah adalah pertanda bahwa ada masalah kesehatan yang melatari, seperti infeksi. Bila terdeteksi dan tertangani sejak dini, perdarahan pada gusi bisa disembuhkan. Dengan pemahaman yang baik mengenai gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, dan pencegahan gusi berdarah, potensi komplikasi yang merugikan bisa dihindari.

Mengenal Gusi Berdarah

Gusi berdarah adalah kondisi ketika gusi mengalami peradangan dan cenderung lebih mudah berdarah. Perdarahan pada gusi kerap menjadi tahap awal penyakit gusi yang lebih serius dan rumit seperti periodontitis yang timbul karena tumpukan plak dan karang gigi. Individu yang kurang menjaga kebersihan mulut lebih berisiko mengalami kondisi ini.

buat jani dokter primaya

Gusi adalah jaringan lunak yang melapisi tulang rahang dan menutupi akar gigi. Jaringan ini menjadi bagian penting dari sistem pendukung gigi dan memiliki peran dalam menjaga kesehatan mulut dan tubuh secara keseluruhan. Gusi yang sehat berwarna merah muda dengan tekstur yang halus dan tidak berdarah saat menyikat gigi.

Ketika muncul darah dari gusi, ada indikasi jaringan tersebut mengalami peradangan. Gusi berdarah kerap berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu. Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal PLOS One, misalnya, menemukan individu yang mengalami masalah sistem pernapasan juga menunjukkan gejala gusi berdarah. Gusi berdarah juga mungkin berkaitan dengan infeksi, kanker, dan stres yang tak terkendali.

Gejala

Gejala gusi berdarah yang utama adalah adanya darah yang keluar dari gusi terutama ketika menyikat gigi atau membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi atau flossing. Gejala lain yang mungkin muncul meliputi:

  • Gusi bengkak atau terasa nyeri
  • Bau mulut tidak sedap
  • Warna gusi berubah menjadi gelap
  • Gusi terasa lunak dibanding sebelumnya

Penyebab Gusi Berdarah

Terdapat beragam faktor yang bisa menyebabkan gusi berdarah, antara lain:

  • Penumpukan plak dan karang gigi
  • Kebiasaan makan yang tidak sehat, seperti banyak mengonsumsi makanan/minuman yang tinggi gula
  • Perubahan hormon, misalnya selama kehamilan
  • Penyakit sistemik, termasuk masalah pada sistem pernapasan atau metabolisme
  • Stres
  • Infeksi
  • Kelainan darah
  • Kekurangan vitamin C atau K
  • Menyikat gigi atau membersihkan gigi dengan benang terlalu keras
  • Menggunakan gigi palsu yang penempatannya tidak pas
  • Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya obat pengencer darah
Baca Juga:  Kelainan Pertumbuhan dan Perkembangan Gigi yang Sering Muncul Pada Gigi Anak

Cara Dokter Mendiagnosis

Dokter bisa menempuh berbagai pilihan metode untuk mendiagnosis gusi berdarah. Diagnosis yang akurat penting untuk menentukan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Berikut ini sejumlah langkah untuk mendiagnosis gusi berdarah:

  • Pemeriksaan fisik dan visual pada gusi untuk mencari tanda seperti pembengkakan, kemerahan, dan perdarahan
  • Menanyai pasien tentang kebiasaan pasien yang mungkin berkaitan dengan kondisi gusi berdarah, seperti kebiasaan merokok dan makan
  • Pemeriksaan dengan sinar-X untuk melihat lebih jelas kondisi tulang rahang dan jaringan penyokong gigi untuk mengetahui apakah ada kerusakan
  • Tes tambahan bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis dan penyebab masalah pada gusi, misalnya dengan alat pengukur kebersihan gigi (indeks plak)
  • Jika ada kemungkinan infeksi, dokter bisa melakukan prosedur biopsi, yakni mengambil sampel gusi untuk kemudian dianalisis lebih lanjut di laboratorium

Cara Mengatasi Gusi Berdarah

Untuk dapat mengatasi gusi berdarah sepenuhnya, diperlukan pemahaman mendalam mengenai penyebabnya. Pada umumnya, masalah gusi yang berdarah bisa diatasi dengan penerapan gaya hidup sehat terutama kesadaran untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Misalnya menyikat gigi dengan benar menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dan menggunakan benang gigi secara teratur untuk membersihkan sela-sela gigi yang tak terjangkau dengan sikat gigi.

Selain itu, jika menggunakan cairan kumur, pastikan ada kandungan antiseptik dan fluoride serta menghindari produk yang memiliki kandungan alkohol tinggi. Cara lain untuk mengatasi gusi berdarah tergantung penyebab yang melatarinya, termasuk:

  • Pembersihan gigi dari plak
  • Penggunaan obat-obatan dan suplemen vitamin dengan resep dokter
  • Mengendalikan stres
  • Tidak merokok dan minum minuman beralkohol

Komplikasi

Ada sejumlah komplikasi yang mungkin muncul akibat gusi berdarah ketika tidak mendapat penanganan yang tepat, antara lain:

  • Periodontitis, yakni peradangan yang signifikan pada jaringan di sekitar gigi yang bisa membuat gigi goyah dan bahkan copot
  • Infeksi yang menyebar ke jaringan di sekitar gusi
  • Terbentuknya kantong-kantong bernanah atau abses di area gusi
  • Peningkatan risiko gangguan kesehatan secara umum, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan masalah kehamilan
Baca Juga:  Cara Mengobati Gusi Bengkak Karena Gigi Berlubang

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah gusi berdarah adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik. Di antaranya:

  • Menjalani pemeriksaan gigi dan mulut setidaknya 6 bulan sekali ke dokter gigi
  • Menyikat gigi secara teratur minimal dua kali dan sebelum tidur malam
  • Membersihkan celah-celah gigi dengan benang gigi, terutama setelah makan
  • Menyikat gigi dengan hati-hati
  • Menggunakan sikat gigi yang lebih lembut dan mengganti yang baru setiap 3-4 bulan sekali
  • Tidak menggunakan cairan kumur yang memiliki kandungan alkohol tinggi
  • Mengelola stres
  • Meningkatkan asupan vitamin C dan K secara alami dengan banyak makan buah dan sayur seperti jeruk, kentang, brokoli, dan bayam

Kapan Harus ke Dokter?

Bila mengalami gusi berdarah, penting untuk segera mendatangi dokter bila perdarahan terjadi dalam jangka waktu lama atau kronis. Demikian juga bila gusi tetap berdarah walau sudah menjalani perawatan atau ada gejala lain yang mengkhawatirkan yang menyertai perdarahan.

 

Narasumber :

drg. Merlyana Prastika

Dokter Gigi dan Mulut

Primaya Hospital Betang Pambelum

Referensi:

  • Close Associations of Gum Bleeding with Systemic Diseases in Late Adolescence. https://www.mdpi.com/1660-4601/17/12/4290. Diakses 15 Desember 2023
  • The Association of Gum Bleeding with Respiratory Health in a Population Based Study from Northern Europe. https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0147518. Diakses 15 Desember 2023
  • Bleeding Gums and Your Health. https://www.webmd.com/oral-health/bleeding-gums-other-conditions. Diakses 15 Desember 2023
  • Bleeding gums and dental bleeding. https://www.healthdirect.gov.au/bleeding-gums-and-dental-bleeding#what-is. Diakses 15 Desember 2023
  • When Should You be Concerned about Bleeding Gums?. https://www.news-medical.net/health/Bleeding-Gums-When-to-be-Concerned.aspx#14. Diakses 15 Desember 2023
  • Bleeding gums may be a sign you need more vitamin C in your diet. https://www.washington.edu/news/2021/01/31/bleeding-gums-may-be-a-sign-you-need-more-vitamin-c-in-your-diet/. Diakses 15 Desember 2023
  • Beeding gums. https://medlineplus.gov/ency/article/003062.htm. Diakses 15 Desember 2023
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Search

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.