Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Puasa di Tengah Corona Covid-19

Puasa saat corona masih belum berakhir akan menjadi pengalaman tersendiri bagi masyarakat muslim tak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Penyakit Covid-19 yang dipicu oleh virus corona membuat ibadah puasa pada bulan Ramadan berbeda dengan ibadah puasa pada tahun-tahun sebelumnya. Tantangan menjaga daya tahan tubuh saat puasa saat ini sekaligus bermanfaat untuk mencegah corona.

Selama bulan suci Ramadan, masyarakat muslim yang sehat dan tak berhalangan menjalankan puasa sejak fajar hingga petang. Diawali dengan makan sahur, puasa berlanjut hingga waktu berbuka ketika matahari telah tenggelam. Sepanjang berpuasa, tak ada asupan makanan atau minuman. Tentu hal ini menimbulkan pertanyaan seputar daya tahan tubuh karena masyarakat menjalankan puasa saat corona belum mereda.

Virus corona lebih mudah menyerang orang dengan daya tahan tubuh lemah. Dikhawatirkan puasa membuat ketahanan tubuh melawan penyakit kian berkurang sehingga orang lebih  rentan terjangkit Covid-19. Terlebih bila masih melakukan aktivitas di luar ruangan, termasuk belanja ke pasar ataupun bekerja. Kekhawatiran ini bisa ditepis antara lain dengan asupan nutrisi yang memadai saat sahur dan buka puasa. Menurut dr. Hj. Vivien Maryam, Sp. PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Tangerang (d/h RS Awal Bros), kebutuhan makan dan minum harus dipenuhi saat tengah tak berpuasa. Selain itu, diperlukan asupan gizi, nutrisi, serta cairan yang seimbang saat menjalani puasa.

WHO memiliki rekomendasi panduan menjaga asupan yang dibutuhkan tubuh selama puasa. Panduan ini juga bisa dipraktikkan dalam puasa saat corona.

Minum banyak air

Tubuh manusia sebagian besar terdiri atas air. WHO menyarankan banyak minum air antara waktu buka dan sahur untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi saat puasa esok harinya. Jumlah minimal air minum yang disarankan adalah 10 gelas sehari.

Makan makanan mengandung air

Selain dari minuman, kebutuhan cairan bisa didapatkan dari makanan yang mengandung air. Terutama buah-buahan seperti semangka, tomat, atau timun. Pastikan ada buah yang menyertai hidangan sahur dan buka.

Gizi berimbang saat buka

WHO menyebutkan berbuka puasa dengan makan tiga buah kurma adalah cara buka yang menyehatkan. Kurma adalah sumber serat yang bagus. Setelah kurma, barulah makan makanan dengan gizi berimbang yang mengandung nutrien dan vitamin penting bagi tubuh. Hindari makanan instan dan tinggi kandungan garam, gula, serta lemak. Makan dengan perlahan dan secukupnya.

Harus makan sahur

Puasa saat corona mesti dijalani dengan tubuh prima. Maka pastikan makan sahur sehingga ada tenaga untuk beraktivitas selama puasa. Ini penting terutama bagi para manula dan ibu hamil, juga anak-anak yang telah berpuasa. Makanan sahur yang direkomendasikan adalah yang ringan dan mengandung sayuran. Sumber karbohidrat dari gandum utuh lebih baik, dilengkapi dengan makanan berprotein tinggi, termasuk telur.

Tips Penting Lain Puasa Saat Corona

Menjaga daya tubuh dalam ibadah puasa saat corona tidak cukup hanya dengan mengikuti panduan WHO di atas. Olahraga juga disarankan terus dilakukan meski pandemi corona belum berakhir. Tentunya olahraga dengan tetap mematuhi aturan jaga jarak yang ditetapkan pemerintah.

Olahraga ringan masih bisa dijalankan di rumah, seperti sit-up dan push-up. Bisa pula senam dengan mengikuti panduan dari video YouTube. Atau bagi yang punya peralatan, bisa memakai sepeda statis atau treadmill. Intinya, olahraga tetap dibutuhkan demi daya tahan tubuh ketika puasa saat corona. Bila dirasa perlu, suplemen multivitamin mungkin dibutuhkan terutama bagi yang aktivitasnya masih padat selama puasa.

Upaya tersebut akan lebih efektif jika dibarengi dengan kepatuhan terhadap imbauan pemerintah mengenai tata cara ibadah puasa. Kementerian Agama telah mengeluarkan surat edaran tentang panduan ibadah Ramadan di tengah pandemi corona. Poin pokoknya adalah menghindari interaksi yang berpotensi menyebarkan virus corona di antara jemaah, antara lain dengan beribadah di rumah.

 

Ditinjau oleh :

Oleh: dr. Andalia Fitri, SpPD

Primaya Hospital Bekasi Utara

 

Referensi:

http://www.emro.who.int/nutrition/nutrition-infocus/dietary-recommendations-for-the-month-of-ramadan.html

https://kemenag.go.id/home/artikel/43328/surat-edaran-menteri-agama-nomor-6-tahun-2020-tentang-panduan-ibadah-ramadan-dan-idul-fitri-1-syawal-1441h-di-tengah-pandemi-wabah-covid-19

Bagikan ke :