• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Holter Monitoring: Memantau Irama Jantung Lebih Seksama

Holter monitoring

Mengetahui bahwa jantung kita bekerja dengan baik tentu memberikan rasa lega, mengingat penyakit jantung dapat berdampak serius bagi kesehatan. Untuk menilai kondisi jantung, dokter memiliki berbagai metode pemeriksaan. Salah satunya adalah Holter monitoring, yaitu pemeriksaan yang digunakan untuk memantau aktivitas listrik jantung secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.

Pemeriksaan ini sering digunakan untuk mendeteksi gangguan irama jantung yang mungkin tidak terlihat pada pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) biasa yang hanya berlangsung beberapa menit.

Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai Holter monitoring.

Mengenal Holter Monitoring

Holter monitoring adalah pemeriksaan yang merekam aktivitas listrik jantung secara terus-menerus selama 24 hingga 48 jam, bahkan pada beberapa kasus bisa lebih lama.

Nama “Holter” berasal dari Norman J. Holter, seorang biofisikawan yang mengembangkan sistem pemantauan jantung portabel ini pada tahun 1961.

Menurut Mayo Clinic, prinsip kerja Holter monitoring sebenarnya sama dengan pemeriksaan EKG. Perbedaannya terletak pada durasi pemantauan. Jika EKG standar hanya merekam aktivitas jantung selama beberapa detik hingga menit, Holter monitoring merekamnya sepanjang hari saat pasien menjalani aktivitas normal.

Perangkat Holter terdiri dari dua bagian utama:

  1. Monitor perekam
    Sebuah alat kecil seukuran ponsel yang biasanya dipasang di pinggang atau digantung di leher.
  1. Elektroda
    Beberapa bantalan sensor kecil yang ditempelkan di dada dan dihubungkan ke monitor melalui kabel tipis.
    Elektroda akan menangkap sinyal listrik dari setiap detak jantung dan mengirimkannya ke perangkat perekam. Data ini kemudian dianalisis oleh dokter atau teknisi khusus.

Pemantauan jangka panjang seperti ini penting karena banyak gangguan irama jantung (aritmia) bersifat paroksismal, yaitu muncul dan hilang secara tiba-tiba.

Siapa yang Memerlukan Holter Monitoring?

Dokter biasanya menyarankan pemeriksaan ini pada pasien yang dicurigai mengalami gangguan irama jantung atau keluhan yang mungkin berkaitan dengan jantung.

Beberapa gejala yang sering menjadi alasan pemeriksaan antara lain:

  • Jantung berdebar atau berdetak tidak teratur (palpitasi)
  • Pusing atau sensasi seperti akan pingsan
  • Pingsan tanpa sebab yang jelas
  • Sesak napas yang tidak dapat dijelaskan
  • Kelelahan berlebihan yang diduga berkaitan dengan fungsi jantung

Selain itu, pasien yang sudah memiliki penyakit jantung juga dapat menjalani Holter monitoring untuk:

  • Mengevaluasi keparahan gangguan irama,
  • Menilai efektivitas obat, atau
  • Memeriksa fungsi alat pacu jantung.
Baca Juga:  Rekomendasi Olahraga Aman untuk Kesehatan Jantung

Kapan Holter Monitoring Dibutuhkan?

Holter monitoring sangat bermanfaat pada beberapa kondisi berikut:

  • Ketika gejala muncul cukup sering, misalnya hampir setiap hari
  • Ketika pemeriksaan EKG biasa menunjukkan kelainan, seperti denyut tambahan (ekstrasistol)
  • Untuk menilai respons terhadap obat aritmia yang baru diberikan
  • Untuk mengevaluasi hasil prosedur jantung tertentu
  • Ketika pemeriksaan awal tidak menemukan penyebab keluhan pasien

Manfaat Holter Monitoring

Tujuan utama Holter monitoring adalah mendeteksi gangguan irama jantung. Dengan pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui:

  • Jenis aritmia yang terjadi
  • Durasi dan frekuensinya
  • Hubungan antara gejala pasien dengan irama jantung

Misalnya, jika pasien merasa pusing pada waktu tertentu, data Holter dapat menunjukkan apakah saat itu terjadi gangguan irama jantung atau tidak.

Selain itu, Holter monitoring juga bermanfaat untuk:

  • menilai efektivitas obat aritmia,
  • mengevaluasi fungsi alat pacu jantung,
  • membantu mencari penyebab pingsan yang tidak diketahui.

Persiapan Sebelum Holter Monitoring

Secara umum, pemeriksaan ini tidak memerlukan persiapan khusus. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Mandi sebelum pemasangan alat, karena selama alat terpasang pasien tidak dianjurkan mandi atau membasahi dada.
  • Gunakan pakaian yang longgar dan nyaman.
  • Hindari kafein berlebihan jika disarankan oleh dokter.
  • Pada pria dengan bulu dada tebal, mungkin perlu mencukur sebagian area dada agar elektroda menempel dengan baik.

Prosedur Pemasangan Holter Monitoring

Pemasangan alat Holter biasanya hanya memerlukan waktu sekitar 10–15 menit.

Langkah-langkahnya meliputi:

  1. Area dada dibersihkan oleh perawat atau teknisi.
  2. Elektroda ditempelkan pada beberapa titik di dada (biasanya 5–7 buah).
  3. Elektroda dihubungkan dengan kabel ke alat perekam Holter.
  4. Sistem diperiksa untuk memastikan sinyal jantung terekam dengan baik.

Setelah itu, pasien dapat pulang dan menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa. Pasien biasanya diminta mencatat aktivitas dan gejala yang muncul di buku harian selama masa pemantauan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Selama Pemantauan

Selama menggunakan Holter monitoring, pasien tetap dapat melakukan aktivitas normal. Bahkan aktivitas ringan atau olahraga ringan sering dianjurkan untuk melihat respons jantung.

Namun beberapa hal sebaiknya dihindari:

  • Mandi atau berenang
  • Aktivitas yang membuat alat basah
  • Keringat berlebihan yang dapat membuat elektroda terlepas
  • Paparan medan magnet kuat
Baca Juga:  Apakah Kardiomegali Berbahaya? Ini dia Penyebab dan Pengobatannya!

Setelah periode pemantauan selesai, pasien akan kembali ke rumah sakit untuk melepas alat dan menganalisis hasil rekaman.

Apakah Holter Monitoring Aman?

Holter monitoring merupakan pemeriksaan yang sangat aman dan tidak menimbulkan efek samping serius.

Alat ini tidak memancarkan radiasi dan tidak memberikan aliran listrik ke tubuh.

Keluhan yang mungkin muncul biasanya ringan, seperti:

  • Iritasi kulit ringan pada area elektroda
  • Rasa kurang nyaman saat tidur

Keluhan ini biasanya hilang setelah alat dilepas.

Layanan Holter Monitoring di Primaya Hospital

Primaya Hospital menyediakan layanan Holter monitoring dengan teknologi modern untuk membantu mendeteksi gangguan irama jantung secara lebih akurat.

Dengan pemantauan jantung selama aktivitas sehari-hari, dokter dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi jantung pasien. Hal ini membantu dokter menentukan diagnosis dan terapi yang paling tepat.

Primaya Hospital juga mengutamakan kenyamanan pasien dan pelayanan yang terintegrasi, sehingga proses pemeriksaan dapat berlangsung aman, nyaman, dan informatif.

Temukan layanan Holter Monitoring di Primaya Hospital Bekasi Barat, Primaya Hospital Makassar, Primaya Hospital Kelapa Gading, Primaya Hospital Tangerang

Ditinjau oleh :

dr. Kevin Moses Hanky Jr Tandayu, Sp.Jp, FIHA

 Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below