• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Serangan Jantung: Gejala pada Pria dan Wanita Ternyata Berbeda!

Serangan jantung

Selama ini, serangan jantung sering digambarkan dengan satu gambaran klasik: nyeri dada hebat yang menjalar ke lengan kiri. Gambaran ini memang sering terjadi pada pria. Namun pada wanita,ย ceritanya bisa sangat berbeda. Faktanya, menurut panduan medis internasional dariย European Society of Cardiology (ESC)ย danย American Heart Association (AHA), serangan jantung pada wanita sering kali muncul denganย gejala yang tidak khas, sehingga kerap tidak disadari sejak awal.

Di Indonesia, wanita yang datang terlambat ke rumah sakit karena gejala โ€œtidak khasโ€ memiliki risiko kematian dua kali lebih tinggi daripada pria.

Gejala yang Sering โ€œTersamarโ€

Banyak orang mengira serangan jantungย selaluย ditandai nyeri dada hebat. Faktanya,ย tidak selalu begitu, terutama padaย wanita.

Gejala โ€œKlasikโ€ pada Pria

Pada pria, serangan jantungย lebih sering muncul dengan gejala khas, sehingga relatif lebih mudah dikenali:

  • Nyeri dada berat sepertiย ditekan, diremas, atau ditindih
  • Nyeri menjalar keย lengan kiri, leher, rahang, atau punggung
  • Keringat dingin
  • Sesak napas
  • Mual atau muntah

Alih-alih nyeri dada, wanita lebih sering mengalami:

  • Sesak napas mendadak
  • Mudah lelah yang tidak biasa
  • Mual atau muntah
  • Rasa tidak nyaman di ulu hati (sering disangka maag)
  • Nyeri di punggung, leher, rahang, atau bahu
  • Keringat dingin dan pusing

Karena gejalanya samar, banyak wanita menganggapnya sebagaiย masuk angin, kelelahan, stres, atau gangguan pencernaan. Inilah yang membuat serangan jantung pada wanita sering terlambat dikenali.

Mengapa Gejala Serangan Jantung Berbeda antara Pria dan Wanita?

Gejala serangan jantung sering dianggap sama pada semua orang, padahal wanita kerap menunjukkan tanda yang lebih samar dan tidak khas. Perbedaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor biologis penting:

  • Ukuran dan distribusi pembuluh darah koroner

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terganggu. Pada pria, gangguan ini biasanya terjadi karenaย sumbatan pembuluh darah jantung besar, sehingga menimbulkan nyeri dada yang jelas. Pada wanita, gangguannya sering terjadi diย pembuluh darah kecil jantungย atau berupa penyempitan ringan yang menyebar. Akibatnya,ย rasa sakit tidak selalu terasa sebagai nyeri dada berat, melainkan keluhan lain yang tidak spesifik.

  • Peran hormon estrogen

Estrogen memilikiย peran penting dalam melindungi jantung dan pembuluh darah, terutama pada usia muda hingga masa menopause. Sebelum menopause, estrogen membantu menjaga pembuluh darah tetap lentur dan tidak mudah rusak dengan cara membuat pembuluh darah dapat melebar dengan baik sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Selain itu, hormon ini berperan menjaga lapisan dalam pembuluh darah agar tetap sehat dan tidak mudah mengalami peradangan, serta mengurangi kecenderungan penumpukan lemak yang dapat membentuk plak. Melalui mekanisme inilah proses aterosklerosis pada wanita usia subur umumnya berlangsung lebih lambat dibandingkan pada pria. Setelah menopause, kadar estrogen dalam tubuh menurun secara tajam sehingga pembuluh darah menjadi lebih kaku, peradangan lebih mudah terjadi, dan penumpukan plak lemak di dinding pembuluh darah berlangsung lebih cepat. Kondisi inilah yang menyebabkan risiko aterosklerosis dan penyakit jantung pada wanita meningkat secara signifikan setelah menopause.

  • Perbedaan ambang nyeri dan respons stress
Baca Juga:  Waspada Penyakit Jantung Bawaan Deteksi Dini Sejak dalam Kandungan

Menurut AHA,ย ambang nyeri wanita justru cenderung lebih rendah, tetapiย cara nyeri diproses oleh otak berbeda dibandingkan pria. Sistem saraf wanita lebih sensitif terhadapย nyeri viseralย (nyeri dari organ dalam) dan lebih banyak melibatkan area otak yang berhubungan denganย emosi dan stress. Hal ini yang menyebabkan ย wanita lebih sering mengeluhkan

  • Rasa tidak nyaman yang sulit dijelaskan
  • Gelisah atau rasa tidak enak badan yang menyeluruh
  • Nyeri yang datang dan pergi, bukan terus-menerus

Menurut American Heart Association 2024, hanya 54 % wanita yang menyadari bahwa gejala mereka adalah serangan jantung โ€” dibandingkan 80 % pria.

Faktor Risiko Tambahan pada Wanita

Selain faktor klasik seperti hipertensi, diabetes, merokok, dan dislipidemia,ย wanita memiliki faktor risiko khususย yang meningkatkan risiko serangan jantungโ€”sering kaliย kurang disadari, seperti:

  • Menopause (risiko melonjak setelah estrogen turun)
  • Diabetes (gejala sering โ€œtersembunyiโ€)
  • Stres & depresi (risiko 2x lebih tinggi)
  • Merokok (efek lebih berat pada wanita)
  • Penyakit automiun
  • Riwayat preeklamsia atau diabetes saat kehamilan

Langkah Darurat Jika Mencurigai Serangan Jantung

Serangan jantung bisa terjadiย tiba-tibaย dan sering kali tidak terduga. Penanganan yang cepat dan tepat sangat menentukan keselamatan dan nyawa seseorang. Karena itu, penting bagi siapa pun untuk mengetahuiย tanda-tandanya dan langkah darurat yang harus dilakukan. Jika anda atau orang di sekitar menunjukkan tanda-tanda mencurigakan โ€” jangan menunggu keluhan mereda. Segera lakukan langkah pertolongan awal berikut sambil menunggu bantuan medis:

  1. Hentikan semua aktivitas
    Jangan terus berjalan, jangan menyetir. Segera duduk atau berbaring dengan posisi setengah duduk untuk membantu aliran darah ke jantung tetap optimal.
  2. Hubungi layanan darurat 112 atau panggil bantuan terdekat
    Serangan jantung membutuhkan penanganan di rumah sakit dengan fasilitas EKG dan obat pembuka pembuluh darah secepatnya. Mintalah orang di sekitar untuk membantu menghubungi bila anda yang sakit.
  3. Longgarkan pakaian dan pastikan udara segar
    Buka kerah baju, lepaskan dasi, dan posisikan diri di area berventilasi baik untuk membantu pernapasan lebih lega.
  4. Jangan makan atau minum apa pun
    Jika kondisi memburuk dan membutuhkan tindakan medis segera, lambung harus dalam keadaan kosong untuk mencegah risiko tersedak.
Baca Juga:  Insufisiensi Mitral, Salah Satu Penyebab Nyeri Dada dan Jantung Berdebar

Bila pasien tidak bernapas dan tidak merespons โ†’ mulai CPR (resusitasi jantung paru) bila terlatih hingga bantuan medis datang.

Pencegahan Serangan Jantung Khusus Wanita

  • Cek tekanan darah, gula darah, kolesterol mulai usia 40 tahun
  • Olahraga 150 menit/minggu dengan intensitas sedang
  • Berhenti merokok total
  • Jaga berat badan (lingkar pinggang <80 cm)
  • Konsumsi makanan seimbang rendah lemak jenuh dan tinggi serat (lihat diet jantung sehat)

Informasi lengkap tentang penyakit jantung dapat dibaca pada artikel serangan jantung mirip maag dan layanan jantung dari Primaya Hospital.

Jangan Abaikan โ€œGejala Kecilโ€ pada Wanita

Serangan jantung pada wanita sering datang dengan โ€œbisikanโ€, bukan โ€œteriakanโ€. Mual, sesak napas, nyeri punggung, atau kelelahan ekstrem bukan โ€œmasalah sepeleโ€ โ€” itu bisa jadi satu-satunya peringatan sebelum terlambat. Mulai hari ini, ajarkan ibu, istri, saudara perempuan, dan diri Anda sendiri untuk tidak pernah meremehkan gejala atipikal.

Serangan jantung dapat dicegah denganย kesadaran, gaya hidup sehat, dan pemeriksaan rutin. Mengenali risiko dan gejala khas pada wanita adalah langkah penting untuk melindungi kesehatan jantung.

Ditinjau oleh:

dr. Rachmi Anasthasia Seriulina, Sp.JP

Spesiais Jantung dan Pembuluh Darah

Rajawali Hospital

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below