Sering Cemas dan Depresi Sebabkan Gangguan Jantung

Sering Cemas dan Depresi Sebabkan Gangguan Jantung

Banyak orang pernah merasa cemas dalam hidupnya. Misalnya sewaktu menunggu giliran presentasi, saat interviu pekerjaan, atau ketika menjelang bertemu dengan pujaan hati. Rasa cemas itu wajar, bahkan bisa membantu kita untuk memfokuskan perhatian dalam rangka mengatasi kecemasan tersebut. Tapi ada kalanya rasa cemas datang berbarengan dengan depresi yang berpotensi menyebabkan gangguan jantung. Inilah yang mesti diwaspadai.

Cemas adalah perasaan gelisah yang membuat hati tidak tenteram. Perasaan ini muncul tanpa bisa dikendalikan karena situasi tertentu. Dalam kondisi ekstrem, rasa cemas yang berlebihan dan kerap muncul dapat menimbulkan gangguan serius dalam kehidupan, termasuk gangguan jantung.

Di Amerika Serikat, gangguan kecemasan merupakan masalah mental yang banyak dijumpai pada kalangan orang dewasa. Kasus berkembangnya gangguan kecemasan dan depresi juga tergolong tinggi. Menurut National Alliance on Mental Illness, sekitar 60 persen orang dengan gangguan kecemasan menunjukkan gejala depresi. Dalam penelitian, depresi dan gangguan jantung kerap ditemukan pada individu yang sama walau belum jelas benar bagaimana korelasi kedua hal tersebut.

 

Gejala Gangguan Cemas atau Depresi

Gangguan cemas dan depresi memiliki kemiripan gejala meski bisa berbeda-beda pada setiap individu. Berikut ini contohnya:

  • Gampang merasa lelah
  • Pikiran kosong
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah marah
  • Susah tidur atau tidur tidak nyenyak
  • Rasa takut dan khawatir yang muncul terus-menerus
  • Perubahan gaya hidup menjadi lebih tidak sehat
  • Sering merasa sedih, tak berdaya, dan tak berarti
  • Sulit merasa nyaman
  • Mudah panik
  • Berpikir untuk bunuh diri
Baca Juga:  Jenis-Jenis Pemeriksaan Jantung

Selain itu, terdapat sejumlah gejala fisik yang kerap berkaitan dengan gangguan jantung.

  • Jantung berdebar
  • Pusing
  • Berkeringat
  • Susah bernapas
  • Sakit perut

 

Mengapa Sering Cemas Bisa Sebabkan Gangguan Jantung

Ketika orang sering merasa cemas dan berujung pada depresi, muncul reaksi tubuh yang bisa menambah beban pada kerja jantung. Orang yang mengalami depresi cenderung tak lagi memikirkan diri sendiri, termasuk soal kesehatannya. Misalnya waktu tidur terganggu, makan tak teratur, serta tidak lagi peduli pada gizi dan kebugaran fisik. Inilah yang pada akhirnya menyebabkan gangguan jantung.

Sering cemas memiliki kaitan dengan beberapa faktor gangguan jantung dan pembuluh darah ini:

  • Irama detak jantung lebih cepat. Dalam kasus yang serius, fungsi jantung jadi terganggu dan meningkatkan risiko henti jantung.
  • Bila berkembang menjadi gangguan jantung kronis, hipertensi bisa memicu penyakit jantung koroner, membuat fungsi otot jantung lemah, dan menyebabkan gagal jantung.
  • Variabilitas denyut jantung turun. Meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung.
Baca Juga:  Perbedaan Gejala Serangan Jantung dan GERD?

 

Pencegahan Gangguan Kecemasan

Ada setidaknya dua cara utama untuk mencegah dan mengatasi gangguan kecemasan, yakni terapi dan obat-obatan. Dengan penanganan yang tepat dan memadai, gejala gangguan kecemasan serta depresi bisa berkurang dan bahkan hilang. Dengan demikian, risiko terkena gangguan jantung dapat ditekan.

Terapi

Psikoterapi yang berfokus pada pikiran dan perasaan serta berbagai masalah yang ada dalam hidup akan membantu mencegah gangguan kecemasan. Butuh keterbukaan dari individu yang merasa punya masalah kecemasan agar terapi bisa memberikan hasil yang optimal. Terapis akan membantu mengarahkan individu itu untuk hidup lebih sehat, mengatasi stres, hingga membangun relasi yang positif dengan lingkungan sekitar, terutama keluarga.

Obat-obatan

Dokter kerap meresepkan obat berupa antidepresan untuk membantu meningkatkan suasana hati yang baik. Obat ini harus diminum dengan resep dokter demi keamanan. Sebab, setiap obat memiliki efek samping yang mungkin berbahaya bagi individu tertentu. Dokter akan memberikan resep dengan dosis sesuai kondisi setiap individu. Obat ini hanya bersifat meringankan gejala, bukan untuk menyembuhkan secara total.

Baca Juga:  Faktor Resiko dan Gejala Penyakit Jantung Koroner

Orang yang merasa ada gangguan jantung sekaligus mudah merasa cemas perlu mendiskusikan masalah itu dengan dokter spesialis jantung. Dari pemeriksaan jantung, dokter akan dapat mengidentifikasi penyebabnya dan mengambil tindakan sesuai dengan diagnosis.

 

Narasumber:

dr. Ivan Noersyid, Sp.JP

Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah

Primaya Hospital Bekasi Timur

 

Referensi:

https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/anxiety-and-heart-disease

https://www.cdc.gov/tobacco/campaign/tips/diseases/depression-anxiety.html

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/depression/expert-answers/depression-and-anxiety/faq-20057989

https://www.webmd.com/depression/features/anxiety-depression-mix#1

https://www.health.harvard.edu/heart-health/can-anxiety-cause-a-heart-attack

https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/depression-and-heart-disease

Sumber gambar : Freepic

Bagikan ke :