
Menurut sejumlah penelitian, serangan jantung kerap terjadi pada pagi hari. Bahkan rasa nyeri dada yang menjadi gejala penyakit itu bisa muncul saat seseorang baru bangun tidur. Walau begitu, tidak semua nyeri pada dada saat pagi adalah gejala serangan jantung. Malah mungkin nyeri itu hanya nyeri biasa yang tak ada kaitannya dengan penyakit jantung. Mustahil untuk memastikannya seratus persen tanpa pemeriksaan dokter di rumah sakit jantung.
Mengenal Nyeri Dada (Angina)
Nyeri dada atau angina adalah salah satu gejala penyakit jantung yang paling umum. Jutaan orang yang memiliki penyakit jantung pernah mengalami angina. Terdapat dua jenis angina, yakni typical dan atypical.
1. Angina Typical
Sering pula disebut sebagai angina pektoris. Kondisi ini terjadi ketika jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang memadai. Biasanya, penyebabnya adalah penyumbatan atau penumpukan kolesterol dan zat lain di pembuluh darah koroner. Bila satu atau lebih pembuluh darah itu tersumbat sebagian atau seluruhnya, kerja jantung akan terganggu dan memicu munculnya gejala berupa nyeri dada.
Pada angina pektoris, dada terasa seperti ditekan benda berat dan terasa sesak. Mungkin gejala itu dibarengi dengan sesak napas dan keluarnya keringat. Bagian dada yang terpengaruh bervariasi. Ada yang merasakan nyeri pada dada sebelah kiri, ada pula yang bagian tengah atau kanan, bahkan merata dari kiri hingga kanan. Rasa nyeri juga dapat menyebar hingga bahu, lengan, leher, rahang, serta punggung.
2. Angina Atypical
Nyeri dada dalam angina atypical tidak terasa layaknya angina pektoris. Angina atypical ditandai dengan rasa nyeri yang lebih halus, bahkan mungkin hampir tidak terasa. Dibanding pria, lebih banyak wanita yang mengalami angina atypical ketika terkena serangan jantung. Dalam suatu penelitian terhadap 500 perempuan lebih yang mengalami serangan jantung, hanya 30 persen yang mengaku merasa dadanya tidak nyaman sebelum terjadi serangan. Sedangkan gejala yang paling sering dikeluhkan adalah kelelahan sebanyak 71 persen.
Secara umum, nyeri dada digolongkan sebagai angina pektoris bila:
- Nyeri atau ketidaknyamanan terasa di bagian bawah dada
- Pemicunya adalah stres atau tenaga yang terkuras dalam aktivitas fisik
- Bisa diredakan dengan rehat, nitrogliserin, atau keduanya
Sedangkan atypical angina terjadi bila hanya muncul dua dari tiga kriteria angina pektoris di atas.
Gejala Penyakit Jantung Selain Sakit Dada Saat Bangun Tidur
Jangan panik dulu bila merasa nyeri dada saat bangun tidur. Bukan berarti itu tanda penyakit jantung. Cek dulu apakah ada gejala lain yang mengiringi, seperti:
- Sesak napas
- Mual-mual
- Kepala terasa ringan
- Berkeringat dingin
Sederet gejala itu muncul karena jantung yang bekerja ekstra-keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh karena adanya gangguan. Sumbatan di pembuluh darah koroner pun tidak hanya bisa memicu gejala serangan jantung tersebut, tapi juga rusaknya otot jantung hingga kematian jika dibiarkan tanpa penanganan medis.
Mengapa Nyeri Dada Saat Bangun Tidur?
Ada beragam alasan kenapa orang bisa merasa nyeri dada saat bangun tidur. Terkait dengan serangan jantung, faktor yang berpengaruh antara lain tingginya kadar hormon adrenalin dan kortisol dalam aliran darah pada pagi hari. Hormon ini muncul sebagai respons tubuh terhadap adanya stres. Saat bangun, tubuh melepas hormon stres ini untuk beraktivitas. Ditambah dehidrasi, meningkatnya kadar gula darah akibat pelepasan hormon itu bisa memicu serangan jantung.
Faktor lainnya adalah tingginya kadar protein dalam darah yang disebut PA1. Protein ini menghalangi larutnya gumpalan darah. Gumpalan darah itu bisa menyumbat aliran darah di arteri koroner sehingga mengakibatkan nyeri dada yang merupakan gejala serangan jantung.
Berbagai Penyebab Nyeri Dada Saat Bangun Tidur Selain Penyakit Jantung
Nyeri dada yang muncul pada pagi hari bisa saja tak berhubungan dengan penyakit jantung. Ada sejumlah faktor penyebabnya, termasuk:
- Infeksi virus atau bakteri pada saluran udara atau kantong paru-paru
- Bronkospasme: yakni otot saluran udara paru-paru menjadi tegang dan kencang sehingga saluran menyempit
- Hipertensi pulmonal: tekanan darah tinggi yang mempengaruhi arteri paru-paru
- Emboli paru: adanya gumpalan darah dalam arteri paru-paru
- Pneumotoraks: kondisi tertekannya paru-paru oleh udara
- Gastroesophageal reflux disease (GERD): naiknya asam lambung ke kerongkongan
- Radang dinding lambung: memicu sensasi terbakar pada perut yang bisa menjalar hingga dada
- Luka pada dada, misalnya lebam akibat pukulan benda tumpul atau ada tulang yang retak atau patah
Kapan Harus ke Dokter?
Nyeri dada sebaiknya tidak disepelekan. Apalagi bila gejala ini muncul berulang kali, terutama pada pagi hari. Anda lebih baik segera menelepon ambulans atau rumah sakit jantung jika:
- Nyeri dada makin parah dan tidak reda selama lebih dari 10 menit
- Dada terasa berat atau tertekan
- Nyeri menjalar sampai bagian tubuh lain
- Disertai gejala lain seperti sesak napas, mual, keringat dingin
Narasumber:
dr. Robert E Saragih,Sp.JP.FIHA
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Referensi:
https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/angina
https://www.webmd.com/pain-management/guide/whats-causing-my-chest-pain
https://www.nhs.uk/conditions/chest-pain/