Treadmill terkenal sebagai salah satu alat untuk menjaga kesehatan yang banyak tersedia di pusat kebugaran. Namun alat ini juga dapat menjadi sarana untuk mendeteksi masalah kesehatan, terutama penyakit jantung. Dengan prosedur yang disebut stress test treadmill, dokter dapat menilai kondisi jantung dengan sederhana dan menentukan langkah selanjutnya untuk menegakkan diagnosis dan merekomendasikan tindakan yang tepat.
Mengenal Stress Test Treadmill
Stress test treadmill adalah prosedur diagnostik noninvasif yang dirancang untuk menilai fungsi jantung saat berada di bawah tekanan fisik. American Heart Association menjelaskan, ketika seseorang berolahraga, jantungnya harus bekerja lebih keras dan lebih cepat untuk memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh. Dengan memantau respons jantung selama aktivitas fisik yang terkontrol ini, dokter dapat mendeteksi kelainan yang mungkin tidak terlihat dalam kondisi istirahat.
Dalam prosedur yang juga dikenal sebagai exercise stress test (EST) atau uji latih jantung ini, pasien akan diminta berjalan atau berlari di atas treadmill yang tersambung dengan elektrokardiogram (EKG), sementara aktivitas listrik jantung, tekanan darah, dan pernapasan dipantau secara terus-menerus. Tujuannya adalah meningkatkan kebutuhan oksigen otot jantung secara bertahap. Pembuluh darah atau arteri koroner yang sehat akan melebar untuk memenuhi tekanan peningkatan kebutuhan oksigen ini.
Jika ada penyempitan atau sumbatan pada arteri koroner akibat penumpukan plak, aliran darah tidak dapat meningkat secara memadai sehingga otot jantung mengalami kekurangan oksigen. EKG akan mendeteksi terjadinya kekurangan oksigen ini dan dokter dapat menggunakannya untuk menilai adanya potensi masalah jantung seperti penyakit arteri koroner.
Siapa Saja yang Memerlukan Stress Test Treadmill?
Dokter dapat merekomendasikan stress test treadmill untuk deteksi penyakit jantung kepada individu yang memiliki gejala atau faktor risiko penyakit jantung. Di antaranya:
- Individu dengan gejala yang mengarah ke penyakit jantung koroner, seperti sering nyeri dada dan sesak napas saat beraktivitas.
- Individu yang mengalami nyeri dada akut dan sudah dipastikan tidak terkait dengan sindrom koroner akut atau infark miokard akut (serangan jantung) dalam 48 jam terakhir.
- Pasien yang mengalami atau dicurigai aritmia (gangguan irama jantung) yang dipicu aktivitas fisik.
- Pasien dengan faktor risiko tinggi penyakit jantung, misalnya ada riwayat keluarga penyakit jantung, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, dan perokok, terutama yang berusia di atas 40 tahun.
Selain itu, atlet, pekerja, atau individu yang dituntut memiliki kebugaran fisik tinggi bisa menjalani stress test treadmill untuk menilai kesiapan jantung dalam menghadapi aktivitas ekstrem.
Kapan Seseorang Memerlukan Stress Test Treadmill?
Waktu yang tepat untuk menjalani stress test treadmill bergantung pada kondisi klinis pasien dan rekomendasi dokter. Secara umum, tes ini diperlukan ketika:
- Muncul gejala baru atau perubahan gejala sebelumnya terkait dengan masalah jantung.
- Kondisi pasien serangan jantung sudah stabil setelah mendapat penanganan medis.
- Hendak menjalani evaluasi rutin atau screening pada individu yang berisiko.
- Ada penyakit jantung yang sedang ditangani untuk mengecek progres terapi medis yang sedang dijalani.
- Akan menjalani prosedur bedah nonjantung guna menilai risiko kardiovaskular.
- Ingin mengetahui seberapa baik fungsi jantung memompa darah selama aktivitas fisik.
- Hendak melakukan program olahraga intensif agar diketahui batas aman aktivitas fisik yang bisa dijalankan.
Manfaat dan Tujuan Stress Test Treadmill
Stress test treadmill menawarkan berbagai manfaat terutama untuk deteksi penyakit jantung. Di antaranya:
- Mendeteksi penyakit arteri koroner.
- menilai kapasitas fungsional jantung dalam memompa darah dan memenuhi kebutuhan oksigen tubuh selama aktivitas fisik.
- Mengidentifikasi aritmia yang dipicu olahraga atau kegiatan yang menimbulkan tekanan fisik.
- Menilai respons tekanan darah terhadap latihan fisik.
- Memandu pengobatan dan menilai efektivitas terapi.
- Menentukan prognosis dan penilaian risiko masalah kardiovaskular di masa mendatang.
- Mengevaluasi gejala seperti nyeri dada atau sesak napas yang penyebabnya tidak jelas.
- Menentukan program rehabilitasi atau latihan pemulihan yang aman untuk penderita penyakit jantung.
Persiapan Sebelum Menjalani Stress Test Treadmill
Untuk memastikan akurasi dan keamanan stress test treadmill, ada beberapa hal yang mesti disiapkan pasien. Di antaranya:
- Berpuasa tidak makan atau minum (kecuali air putih) selama 2-4 jam sebelum tes.
- Menghindari konsumsi kafein (kopi, teh, minuman berenergi, cokelat, obat-obatan tertentu) dan produk tembakau (rokok, nikotin) setidaknya 24 jam sebelum tes.
- Menginformasikan riwayat medis yang lengkap, termasuk obat dan suplemen yang sedang dikonsumsi.
- Penyesuaian konsumsi obat-obatan sesuai dengan instruksi dokter.
- Mengenakan pakaian yang longgar dan nyaman serta sepatu yang cocok untuk olahraga.
- Tidak menggunakan minyak, bedak, atau losion di dada pada hari tes.
- Beristirahat atau tidur malam yang cukup sebelum tes.
Prosedur dan Pelaksanaan Stress Test Treadmill
Pelaksanaan stress test treadmill dilakukan di bawah pengawasan ketat tim medis yang terlatih, biasanya terdiri dari dokter spesialis jantung, perawat, dan teknisi. Prosedur umumnya meliputi beberapa tahapan:
Persiapan awal
Pasien dipasangi elektroda di dada, lengan, dan kaki. Elektroda ini terhubung ke mesin EKG yang akan merekam aktivitas listrik jantung secara terus-menerus.
Tahap treadmill
Pasien mulai berjalan di treadmill dengan kecepatan lambat. Setiap beberapa menit, kecepatan dan kemiringan ditingkatkan mengikuti protokol, misalnya Bruce protocol yang banyak digunakan.
Pemantauan
Selama tes, dokter atau teknisi memantau EKG, tekanan darah, dan gejala pasien, seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, atau kelelahan.
Penghentian tes
Tes dihentikan bila:
- Pasien mencapai target denyut jantung (biasanya 85 persen dari maksimum usia).
- Ada gejala signifikan (nyeri dada, pusing, sesak napas berat).
- Muncul perubahan data EKG yang mencurigakan.
Pendinginan
Pasien menjalani pemulihan singkat dengan berdiri atau duduk di treadmill hingga denyut jantung kembali normal.
Perawatan Pasca-Stress Test Treadmill
Setelah stress test treadmill selesai, pasien akan memasuki fase pemulihan yang juga penting. Pasien akan terus dipantau selama beberapa waktu setelah latihan dihentikan. Pemantauan ini dapat berlangsung selama 3-5 menit. Pasien lalu diberi air minum dan diminta beristirahat. Dokter bisa memberi gambaran awal mengenai hasil tes, tapi laporan lengkap baru akan disampaikan setelah dipelajari lebih lanjut. Termasuk soal tindak lanjut yang diperlukan. Pasien bisa langsung pulang, tapi penting untuk menghindari aktivitas fisik berat seusai stress test treadmill.
Adakah Efek Samping Setelah Stress Test Treadmill?
Secara umum, stress test treadmill aman. Namun karena ada aktivitas fisik, terdapat beberapa risiko yang mungkin terjadi:
- Kelelahan atau nyeri otot ringan.
- Gejala jantung seperti nyeri dada, aritmia, atau sesak napas.
Selain itu, ada risiko serius meski sangat jarang terjadi, yakni henti jantung dan serangan jantung.
Stress Test Treadmill di Primaya Hospital
Untuk memastikan deteksi penyakit jantung yang akurat dan penanganan yang tepat, Primaya Hospital, memiliki layanan stress test treadmill dengan standar kualitas tinggi. Di Primaya Hospital, tes ini dilakukan oleh tim dokter spesialis jantung yang berpengalaman dengan dukungan perawat dan teknisi yang terlatih serta peralatan terkini untuk memastikan pasien mendapat layanan terbaik dan memuaskan.
Ditinjau oleh:
dr. Tranggana Nugrahaputra, Sp.JP, FIHA
Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
Primaya Hospital Semarang
Referensi:
- Treadmill Stress Testing Technique. https://emedicine.medscape.com/article/1827089-technique?form=fpf. Diakses 8 September 2025
- Treadmill Stress Testing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499903/. Diakses 8 September 2025
- Exercise Stress Test. https://www.healthline.com/health/exercise-stress-test. Diakses 8 September 2025
- The Role of ECG Exercise Stress Testing in the Assessment of Patients with Suspected Coronary Artery Disease. https://www.ecrjournal.com/articles/role-ecg-exercise-stress-testing-assessment-patients-suspected-coronary-artery-disease?language_content_entity=en. Diakses 8 September 2025
- Exercise Stress Test. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/diagnosing-a-heart-attack/exercise-stress-test. Diakses 8 September 2025
- What you need to know about the stress test. https://www.medicalnewstoday.com/articles/265503. Diakses 8 September 2025
- ACC/AHA Guidelines for Exercise Testing. https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/01.CIR.96.1.345. Diakses 8 September 2025
- Exercise Stress Test. https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/16984-exercise-stress-test. Diakses 8 September 2025
- What Is a Stress Test?. https://stanfordhealthcare.org/medical-tests/s/stress-test/risks.html. Diakses 8 September 2025
- What is the Next Step After an Abnormal Stress Test?. https://www.completecvcare.com/what-is-the-next-step-after-an-abnormal-stress-test/. Diakses 8 September 2025



