Gangguan Kehamilan Berakibat Fatal untuk Perkembangan Janin

Gangguan Kehamilan Berakibat Fatal untuk Perkembangan Janin

Komplikasi atau gangguan kehamilan adalah masalah yang terjadi selama kehamilan. Gangguan ini bisa terjadi pada ibu atau janin atau dua-duanya, semuanya berisiko terhadap perkembangan janin. Ada calon ibu yang baru mengalami masalah tersebut saat hamil, tapi ada juga yang sudah memilikinya sebelumnya. Menurut WHO, pada 2017, setidaknya 800 perempuan meninggal akibat masalah kehamilan dan persalinan yang sebenarnya bisa dicegah.

Perkembangan janin penting untuk dipantau dalam pemeriksaan kehamilan secara berkala. Gangguan kehamilan yang terjadi akan bisa segera ditangani dan diatasi demi keselamatan ibu dan anak lewat pemeriksaan. Terdapat beberapa gangguan kehamilan yang bisa berakibat fatal untuk perkembangan janin. Karena itulah calon ibu sebaiknya memeriksakan kehamilannya sesuai dengan saran dokter, terutama bila ada potensi gangguan.

 

Anemia

Anemia adalah kondisi ketika kadar sel darah merah di dalam tubuh lebih rendah daripada ukuran normal. Salah satu jenisnya adalah anemia defisiensi besi. Gangguan ini banyak didapati pada ibu hamil. Jika tidak ditangani, risikonya besar pada perkembangan janin. Di antaranya bayi lahir dengan bobot lebih rendah dari normal serta kekurangan zat besi. Dalam kasus yang lebih parah, anemia bisa menyebabkan kematian pada ibu dan/atau bayi. Ibu hamil yang memiliki anemia akan mendapat suplemen zat besi dan asam folat dari dokter. Selain itu, disarankan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, seperti sayuran hijau, daging, dan kacang-kacangan.

Baca Juga:  Hamil Trimester Awal? Apa Saja Yang Dapat Bunda Lakukan?

 

Infeksi Saluran Kemih

Ibu hamil mungkin mengalami infeksi saluran kemih jika kerap merasa nyeri ketika berkemih. Rasa nyeri ini juga diiringi sensasi seperti terbakar. Perlu segera konsultasi ke dokter jika mengalaminya. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri. Dampak gangguan kehamilan ini besar pada perkembangan janin, seperti bayi lahir prematur dan berat badannya kurang. Infeksi saluran kemih biasanya diatasi dengan antibiotik. Untuk mencegahnya, ibu hamil harus menjaga kebersihan vaginanya dan tidak sering-sering menahan keinginan berkemih.

 

Kondisi Kesehatan Mental

Kondisi kesehatan mental calon ibu amat penting dalam proses kehamilan hingga selepas persalinan. Perempuan yang mengalami gangguan pada mentalnya saat hamil perlu mendapat pertolongan segera. Rasa khawatir, stres, sedih, malu, hingga takut yang muncul ketika hamil perlu dicurigai sebagai gangguan kehamilan. Gangguan ini bisa menjadi depresi yang akhirnya membuat calon ibu tak bisa sepenuhnya memperhatikan kesehatan sendiri dan juga calon bayinya. Walhasil, perkembangan janin akan terganggu.

Baca Juga:  Kenali Tanda-tanda Melahirkan Agar Punya Persiapan Melahirkan yang Matang

 

Preeklamsia

Gangguan kehamilan ini umumnya terjadi akibat komplikasi tekanan darah tinggi yang tidak terkendali. Calon ibu yang memiliki tekanan darah tinggi mesti mewaspadainya karena dapat berakibat fatal untuk perkembangan janin. Risiko yang bisa terjadi antara lain kelahiran prematur hingga kematian bayi. Masalah pada plasenta juga bisa menyebabkan preeklamsia. Calon ibu wajib memeriksakan diri selama kehamilan untuk mendeteksi risiko ini sejak dini.

 

Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional adalah penyakit diabetes yang berkembang pada periode kehamilan. Kondisi ini ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Gangguan ini dipicu kerja hormon yang dihasilkan selama kehamilan yang mempengaruhi produksi insulin. Akibatnya pada perkembangan janin antara lain bertanya di atas normal dan bisa menyebabkan kematian. Untuk mengantisipasinya, calon ibu sebaiknya tetap rutin berolahraga dan makan makanan sehat serta rendah gula.

 

Plasenta Previa

Plasenta previa adalah gangguan kehamilan yang terjadi ketika plasenta atau ari-ari tetap berada di bawah rahim hingga trimester ketiga. Seharusnya plasenta berada di atas menjelang persalinan. Tergantung posisinya, plasenta previa dapat menghalangi jalan lahir sepenuhnya atau sebagian. Plasenta previa bisa mempengaruhi perkembangan janin, termasuk pada otak. Tanda gangguan ini di antaranya perdarahan saat hamil. Dokter akan meminta calon ibu yang mengalami kondisi ini untuk mengurangi aktivitas fisik dan lebih banyak beristirahat demi menekan risiko.

Baca Juga:  Persiapan Melahirkan dengan Metode Lotus Birth

Gangguan kehamilan bisa berdampak sangat fatal untuk perkembangan janin, termasuk menyebabkan kematian. Ikuti jadwal pemeriksaan dan konsultasi kehamilan untuk menekan risikonya.

 

Ditinjau oleh:

Dr Cepi Teguh P, Sp.OG

Dokter Spesialis Kandungan

Primaya Evasari Hospital

 

Referensi:

https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/rakerkesnas-2019/SESI%20I/Kelompok%201/1-Kematian-Maternal-dan-Neonatal-di-Indonesia.pdf

https://www.cdc.gov/reproductivehealth/maternalinfanthealth/pregnancy-complications.html

http://yankes.kemkes.go.id/read-pentingnya-mendeteksi-perkembangan-janin-dan-bayi-6664.html

http://promkes.kemkes.go.id/download/jrk/files45265Layout_Peningkatan_Kesehatan_Ibu_dan_Anak_untuk_Bidan_dan_Perawat.pdf

Bagikan ke :