• Contact Center
  • Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot
  • Chatbot

Apa yang dimaksud dengan Ovarium? Kenali Struktur dan Tugasnya

Ovarium atau sering juga disebut indung telur dan merupakan organ penting dalam tubuh perempuan. Organ ini memiliki ukuran sebesar kacang almond dan berbentuk agak lonjong. Setiap perempuan normalnya memiliki dua ovarium, yang terletak di kedua sisi rahim, di dalam rongga panggul. Ovarium adalah tempat dibentuknya sel telur serta hormon reproduksi utama perempuan.

Ovarium Adalah

Ovarium Adalah Tempat Dibentuknya Sel Telur

Ovarium adalah tempat terjadinya oogenesis, yakni proses pembentukan sel telur. Proses ini dimulai sejak janin berusia beberapa minggu di dalam kandungan. Sel punca telur bernama oogonium berkembang melalui pembelahan mitosis yang cepat. Pada akhir masa janin, jumlah oogonium bisa mencapai enam hingga tujuh juta. Banyak oogonium kemudian hilang secara alami sebelum bayi perempuan lahir ke dunia.

Oogonium yang tersisa berubah menjadi oosit primer, yang berhenti membelah hingga masa pubertas tiba. Setelah pubertas, beberapa folikel mulai tumbuh setiap bulan karena rangsangan hormon. Salah satu folikel terpilih menjadi dominan dan berkembang lebih cepat.

Tahapan Folikel Hingga Ovulasi

Pada setiap siklus menstruasi, satu folikel akan tumbuh paling cepat dan membentuk folikel dominan. Hanya satu folikel dominan yang biasanya selamat dan mengalami ovulasi tiap siklus.

Folikel dominan terdiri dari sel granulosa dan sel teka. Sel granulosa pada folikel memberi makanan dan melindungi oosit selama pertumbuhan. Sel teka berperan membantu menghasilkan hormon estrogen. Struktur ini bekerja sama menjaga kesehatan oosit. Zona pelusida membentuk selubung tipis yang mengelilingi oosit dan membantu proses pembuahan. Ovarium akan menjadi tempat yang menyediakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan folikel setiap bulan.

Ovulasi dan Corpus Luteum

Ovarium adalah tempat terjadinya ovulasi yang dipicu oleh lonjakan hormon LH. Sebelum ovulasi, folikel dominan membentuk benjolan kecil di permukaan ovarium. Dinding folikel kemudian pecah karena tekanan cairan di dalam folikel yang juga mengandung enzim pemecah protein. Oosit sekunder keluar dari folikel dan ditangkap oleh fimbriae yang seperti jari-jari halus di ujung tuba Fallopi. Di dalam tuba inilah dapat terjadi pembuahan jika terjadi pertemuan oosit dengan sel sperma. Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur akan luruh bersama dengan lapisan dalam rahim dan terjadi menstruasi. Sepanjang hidupnya, seorang perempuan dapat menghasilkan sekitar 400 sel telur matang.

Baca Juga:  Sayuran yang Dilarang untuk Ibu Hamil dan Alasannya

Setelah ovulasi, sisa folikel berubah menjadi corpus luteum yang berwarna kekuningan. Corpus luteum memproduksi progesteron dalam jumlah besar untuk menyiapkan rahim. Hormon ini membuat dinding rahim tebal, menghasilkan nutrisi, dan siap menampung embrio. Jika tidak terjadi kehamilan, tubuh akan memulai siklus baru dan menuju pertumbuhan folikel berikutnya. Siklus ini terus berulang dari pubertas hingga perempuan memasuki masa menopause.

Menjaga Kesehatan Ovarium

Beberapa kondisi dan penyakit dapat mengganggu kerja ovarium. Kita sering mendengar sindrom ovarium polikistik (PCOS/PMOS) menyebabkan folikel tidak berkembang menjadi matur dan mengganggu siklus haid dan proses pembentukan kehamilan. Penyakit seperti endometriosis, kista ovarium dan infeksi juga bisa mempengaruhi Kesehatan dan berjalannya fungsi ovarium. Perihal cara menjaga kesehatan ovarium, bisa cek uraian berikut.

  • Menjaga pola makan sehat dengan komposisi sayur, buah, protein, dan lemak sehat dapat mendukung produksi hormon seimbang.
  • Hindari rokok, alkohol, dan paparan zat kimia berbahaya dapat menjaga Kesehatan fungsi organ reproduksi.
  • Menjaga aktivitas fisik dengan olahraga ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda dapat menjaga sirkulasi darah ke ovarium dan menjaga keseimbangan produksi hormon.
  • Cek kesehatan reproduksi secara rutin ke dokter spesialis kandungan jika ada keluhan atau ada perubahan siklus menstruasi.
  • Istirahat cukup dan tidur berkualitas membantu menjaga keseimbangan produksi hormon tubuh.

Ovarium bukan hanya organ reproduksi, tetapi sistem yang sangat kompleks karena melibatkan sel folikel, sistem hormonal, dan perubahan molekuler berbeda pada tiap tahap kehidupan. Sehingga pemahaman lebih dalam mengenai organ ini diperlukan untuk membantu Perempuan dalam menghadapi masalah yang berhubungan dengan gangguan ovarium seperti infertilitas, gangguan menstruasi, dan kista ovarium. Menjaga pola hidup sehat menjadi langkah sederhana untuk merawat organ reproduksi ini.

Baca Juga:  Persiapan Melahirkan dengan Metode Lotus Birth

Ditinjau oleh

dr. Ditha Adriana Loho, Sp.OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Hospital PGI Cikini

Referensi

Share to :

Cerita Pasien

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below