Pada dasarnya, Endometriosis merupakan kondisi kronis yang bisa menyebabkan nyeri hebat, tantangan kesuburan dan komplikasi kesehatan. Bagi banyak penderita penyakit ini, operasi menjadi bagian penting untuk mengelola gejalanya. Sayangnya, biaya operasi kista endometriosis cukup mahal, bahkan terkadang jadi penghalang untuk mendapatkan perawatan.

Memahami Biaya Operasi Endometriosis Berikut Tindakan dan Gejalanya
Operasi endometriosis merupakan prosedur medis untuk mengangkat jaringan dengan lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi nyeri kronis, memperbaiki kesuburan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Apa itu Operasi Endometriosis?
Operasi endometriosis merupakan intervensi medis yang berguna untuk menghilangkan jaringan endometrium ektopik di luar organ rahim. Jaringan ini biasa ditemukan di ovarium, permukaan luar rahim, tuba falopi hingga organ lain seperti usus atau kandung kemih.
Tujuan utama dari operasi endometriosis adalah meredakan gejala, seperti nyeri panggul kronis dan mengatasi masalah infertilitas. Prosedur ini dilakukan melalui tindakan menghancurkan kista atau jaringan parut akibat kondisi endometriosis.
Secara umum, prosedur yang dilakukan mencakup penghapusan lesi endometriosis, jaringan parut dan kista endometriosis. Pilihan untuk melakukan operasi ini dipertimbangkan setelah melakukan terapi medis lain. Misalnya saja, obat-obatan pereda nyeri dan terapi hormon yang tidak memberikan hasil optimal.
Bersumber dari Mayo Clinic, terkadang obat hormon bisa membantu meredakan atau menghilangkan nyeri endometriosis. Naik turunnya hormon selama siklus menstruasi membuat jaringan endometriosis menebal, pecah dan berdarah. Sementara itu, hormon bisa memperlambat pertumbuhan jaringan dan mencegah pembentukan jaringan baru.
Penting untuk diingat, terapi hormon bukanlah solusi permanen untuk masalah endometriosis. Sebab, gejalanya bisa saja kambuh kembali setelah pasien menghentikan pengobatan.
Gejala Endometriosis
Kebanyakan penderita endometriosis merasakan gejala utama berupa nyeri atau kram hebat di bawah perut ataupun panggul. Selain itu, gejala lain yang seringkali muncul termasuk:
- Nyeri haid atau kram perut beberapa hari sebelum dan selama menstruasi
- Volume darah ketika menstruasi berlebih
- Sakit dibagian punggung bawah selama menstruasi
- Perdarahan yang terjadi di luar siklus menstruasi
- Nyeri saat berhubungan seksual ataupun setelahnya
- Sakit ketika buang air besar maupun buang air kecil
- Diare, mual, kembung, sembelit dan mudah lelah selama masa menstruasi
- Sulit hamil
Jenis-Jenis Prosedur Operasi Endometriosis
Ada dua jenis prosedur utama yang dilakukan untuk menangani pasien endometriosis, yakni laparoskopi dan laparotomi. Pemilihan jenis operasi ini bergantung pada tingkat keparahan, lokasi dan kondisi kesehatan pasien.
Laparoskopi
Prosedur laparoskopi merupakan metode utama yang kerap digunakan untuk operasi endometriosis. Prosedur operasi minimal invasif ini terkenal sebagai operasi lubang kunci.
Biasanya, dokter akan membuat beberapa sayatan kecil kurang lebih 0,5 hingga 1,5 cm di area perut. Dengan sayatan tersebut, tabung tipis berkamera atau laparoskopi dan instrumen bedah khusus akan dimasukkan.
Penggunaan kamera tersebut memungkinkan dokter untuk melihat organ internal pada layar monitor secara detail. Kemudian, jaringan endometriosis akan diangkat dan dihancurkan dengan teknik eksisi atau pemotongan hingga ablasi atau pembakaran.
Secara keseluruhan, prosedur laparoskopi menawarkan waktu pemulihan lebih cepat. Selain itu, nyeri pasca operasi tergolong lebih ringan dengan bekas luka sayatan yang lebih kecil dibandingkan dengan prosedur laparotomi.
Laparotomi
Laparotomi merupakan tindakan operasi terbuka yang dilakukan untuk kasus endometriosis yg besar atau kompleks dengan perlengketan organ genitalia interna. Operasi kista endometriosis ini melibatkan pembuatan sayatan yang cukup besar di bagian perut. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan akses secara langsung ke bagian organ dalam.
Prosedur laparotomi seringkali dipilih ketika endometriosis sudah menyebar secara luas. Tindakan juga dilakukan jika harus melibatkan banyak organ, kondisi kista endometriosis sangat besar serta sulit dijangkau dengan laparoskopi.
Meskipun tergolong invasif, prosedur laparotomi memungkinkan dokter untuk mendapatkan pandangan lebih luas. Selain itu, dokter juga bisa bebas bergerak untuk menangani kasus yang jauh lebih rumit.
Biaya Operasi
Secara umum, kista ovarium atau kista endometriosis seringkali membutuhkan penanganan yang lebih kompleks. Jika tindakan dilakukan dengan metode laparoskopi, maka kisaran biaya operasi endometriosis bisa lebih tinggi.
Biaya yang dibutuhkan untuk tindakan tersebut bervariasi, mulai dari Rp 24 juta hingga Rp 60 juta lebih. Besaran angka ini bergantung pada rumah sakit pilihan hingga kelas kamar perawatan pasien.
Sementara itu, khusus jenis kista yang kecil dan lokasinya superfisial, biaya operasi dimulai dengan kisaran Rp 5 jutaan. Prosedur yang dilakukan di dalamnya lebih sederhana dengan waktu rawat inap lebih singkat.
Penting untuk diingat, kisaran biaya operasi di atas adalah estimasi. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk langsung berkonsultasi dengan rumah sakit. Tujuannya adalah mendapatkan rincian biaya lebih akurat sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Risiko dan Komplikasi Operasi Endometriosis
Sama seperti tindakan bedah lainnya, operasi endometriosis juga memiliki potensi risiko maupun komplikasi, meskipun jarang terjadi. Berikut risiko dan komplikasi dari prosedur bedah ini.
- Perdarahan dan infeksi: Risiko perdarahan di sekitar area operasi maupun infeksi pada sayatan.
- Kerusakan organ sekitar: Risiko kecil terjadinya kerusakan di bagian organ sekitarnya, terlebih jika endometriosis sangat luas. Misalnya saja, kerusakan usus, kandung kemih dan ureter.
- Pembentukan jaringan parut baru: Terkadang, tindakan operasi kista endometriosis bisa menimbulkan pembentukan jaringan parut baru atau adhesi.
- Risiko anestesi: Risiko yang bisa terjadi mencakup reaksi alergi dan masalah pernapasan.
- Kekambuhan endometriosis: Tindakan operasi bisa meredakan gejala endometriosis. Namun, kondisi ini memiliki kecenderungan untuk kambuh, terlebih jika seluruh jaringan tidak diangkat secara optimal.
Kapan Harus Konsultasi Dokter?
Jika merasakan gejala ang mengindikasikan endometriosis, segera konsultasi dengan dokter spesialis Obgin. Langkah deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.
Umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, tes pencitraan atau USG dan tes darah untuk mendiagnosis jenis dan kondisi penyakit. Berdasarkan hasil diagnosis tersebut, dokter akan merekomendasikan tindakan terbaik yang diperlukan. Pasien juga bisa berkonsultasi mengenai biaya operasi endometriosis berikut jenis tindakan bedah sesuai tingkatan gejala yang dirasakan.
Ditinjau oleh
Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Primaya Hospital Bhakti Wara
Referensi
- What Does Endometriosis Surgery Cost?. https://www.healthcentral.com/condition/endometriosis/endometriosis-surgery-cost. Diakses 05 Juni 2026.
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometriosis/diagnosis-treatment/drc-20354661. Diakses 05 Juni 2026.
- Surgery and endometriosis. https://www.endometriosis-uk.org/surgery-and-endometriosis. Diakses 05 Juni 2026.
- New endometriosis guidelines: A smoother path to effective treatment. https://utswmed.org/medblog/endometriosis-diagnosis-treatment/. Diakses 05 Juni 2026.
- Endometriosis Surgery. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/4620-endometriosis-surgery. Diakses 05 Juni 2026.

