Benjolan di belakang telinga dapat berasal dari berbagai struktur, mulai dari kelenjar getah bening, jaringan kulit dan lemak, hingga jaringan di sekitar telinga dan tulang mastoid (tulang belakang telinga). Sebagian bersifat ringan dan dapat mengecil dengan sendirinya, terutama bila berkaitan dengan infeksi. Namun, benjolan yang menetap atau mengalami perubahan tertentu perlu diperiksa
Pada beberapa kasus, benjolan tersebut hanya bersifat sementara. Mereka akan mengecil setelah infeksi mereda. Sebaliknya, pembengkakan yang terus membesar atau disertai gejala tertentu memerlukan pemeriksaan medis agar penyebabnya dapat dipastikan.
Kapan Benjolan di Belakang Telinga Perlu Diperiksakan?
Area di belakang telinga memang memiliki tonjolan tulang normal yang disebut tulang mastoid. Namun, apabila terdapat benjolan baru, pembengkakan, kemerahan, atau nyeri di area tersebut, kondisi tersebut perlu dievaluasi. Ukurannya dapat sangat kecil, menyerupai biji kacang, hingga cukup besar sehingga mudah terlihat. Teksturnya pun bervariasi, mulai dari lunak, kenyal, hingga keras tergantung penyebab yang mendasarinya.
Melihat dari penyebabnya, benjolan bisa terjadi akibat pembesaran kelenjar getah bening. Kondisinya berkaitan dengan infeksi pada tenggorokan, telinga, kulit kepala, atau saluran pernapasan. Selain itu, lipoma, pembengkakan kelenjar ludah, maupun gangguan lain layaknya tumor juga bisa jadi pemicu.
Selanjutnya, benjolan belakang telinga tidak selalu menandakan penyakit serius. Pada kondisi yang berkaitan dengan infeksi ringan, nyeri umumnya akan berkurang seiring membaiknya penyebab yang mendasari. Pemeriksaan medis harus segera dilakukan apabila timbul ciri-ciri keparahan seperti berikut ini.
- Ukuran Terus Membesar
Ukuran dan perubahan ukuran merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Benjolan yang tidak mengecil atau tetap menetap selama beberapa minggu, terutama bila terus membesar atau disertai gejala lain, sebaiknya diperiksakan
Sebagian orang mencari gambar benjolan di belakang telinga di internet untuk membandingkan kondisinya. Padahal, tampilan benjolan pada setiap orang dapat berbeda. Gambar tidak dapat jadi dasar diagnosis.
Apabila ukurannya bertambah secara konsisten selama beberapa minggu atau mencapai beberapa sentimeter, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik. Bila diperlukan, USG jaringan lunak untuk mengetahui karakteristik benjolan juga dapat berlangsung.
- Nyeri Hebat yang Tidak Kunjung Hilang
Sebagian benjolan di telinga belakang memang terasa nyeri ketika terjadi infeksi. Ini berlaku juga apabila timbul benjolan di bawah telinga. Pada kondisi yang berkaitan dengan infeksi ringan, nyeri umumnya akan berkurang seiring membaiknya penyebab yang mendasari. Namun, rasa sakit yang semakin berat memerlukan evaluasi lebih lanjut dari ahli medis.
Sebaliknya, benjolan yang tidak nyeri juga tetap perlu dinilai berdasarkan karakteristiknya, terutama bila menetap atau mengalami perubahan ukuran dan tekstur. Dokter tetap perlu memastikan apakah benjolan berasal dari jaringan lemak, kista, kelenjar getah bening, atau struktur dalam telinga.
- Tekstur Keras dan Sulit Digerakkan
Saat pemeriksaan, dokter biasanya menilai apakah benjolan mudah digerakkan di bawah kulit atau justru melekat pada jaringan di sekitarnya. Benjolan lunak dan mudah bergeser umumnya memiliki karakteristik berbeda dari tipe keras, padat dan tidak berpindah.
Temuan tersebut bukan berarti pasti berbahaya, tetapi memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya. Pada kondisi semacam ini, dokter dapat menyarankan pemeriksaan khusus. Misalnya saja USG, CT scan, atau MRI apabila hasil pemeriksaan fisik belum memberikan gambaran yang jelas.
- Benjolan Tidak Mengecil Setelah 2-4 Minggu
Sebagian pembengkakan kelenjar getah bening akan mengecil pasca infeksi membaik. Kendati demikian, benjolan di belakang telinga yang tetap bertahan lebih dari dua hingga empat minggu dapat jadi tanda bahaya.
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, lama munculnya benjolan, serta gejala lain yang menyertainya. Informasi tersebut membantu menentukan apakah benjolan cukup dipantau atau memerlukan pemeriksaan lanjutan.
- Muncul Bersamaan dengan Demam
Perhatikan juga apakah benjolan disertai demam, sakit tenggorokan, nyeri telinga, pembengkakan leher, atau keluarnya cairan. Kombinasi gejala tersebut dapat mengarah pada infeksi serius. Sehingga memerlukan penanganan medis segera.
Pada beberapa orang, benjolan di bawah telinga juga dapat muncul bersamaan dengan pembengkakan kelenjar ludah atau infeksi di sekitar mulut. Oleh sebab itu, dokter tidak hanya memeriksa area benjolan, tetapi juga kondisi telinga, hidung, tenggorokan, hingga rongga mulut.
Selain gejala infeksi, dokter juga akan menanyakan apakah terdapat penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Gejala lain, seperti keringat malam berlebihan atau tubuh yang mudah lelah, juga dapat menjadi bagian dari evaluasi. Gejala tersebut memang tidak selalu berkaitan dengan benjolan, tetapi penting untuk membantu proses diagnosis
Penanganan Disesuaikan dengan Penyebab dan Tingkat Keparahan
Banyak orang kerap mencoba mencari cara menghilangkan benjolan di belakang telinga secara tradisional melalui internet. Perlu dipahami bahwa kompres herbal, minyak tertentu, atau ramuan rumahan belum tentu sesuai untuk semua penyebab benjolan.
Penggunaan metode tersebut tanpa mengetahui diagnosis justru berisiko menunda penanganan yang tepat. Terutama jika benjolan berkaitan dengan infeksi atau kondisi lain yang membutuhkan terapi medis.
Penanganan benjolan belakang telinga bergantung pada hasil pemeriksaan dokter. Jika penyebabnya berupa pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi ringan, dokter dapat melakukan observasi disertai pengobatan.
Apabila benjolan berkaitan dengan infeksi bakteri, dokter mungkin memberikan antibiotik. Sementara itu, infeksi virus umumnya ditangani dengan terapi suportif sambil menunggu kondisi membaik.
Pada benjolan berupa kista atau lipoma yang tidak menimbulkan keluhan, dokter hanya melakukan pemantauan berkala. Namun, bila ukurannya terus bertambah, nyeri, sering infeksi, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, tindakan bedah kecil dapat menjadi pilihan.
Periksa di Layanan Kesehatan Terbaik
Benjolan telinga belakang umumnya tidak berbahaya. Terutama jika berukuran kecil, tidak disertai nyeri hebat dan tanpa menimbulkan gejala lain. Meski begitu, kondisi ini tetap memerlukan pemantauan. Mengingat perubahan ukuran, tekstur, atau munculnya keluhan penyerta dapat datang kapan saja.
Jika benjolan di belakang telinga makin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan di fasilitas kesehatan terpercaya seperti Primaya Hospital dapat membantu memastikan penyebab secara akurat. Sekaligus memberikan evaluasi medis serta pemeriksaan penunjang bila diperlukan. Diagnosis yang tepat akan membantu menentukan penanganan terbaik sehingga risiko komplikasi dapat terminimalisir.
Ditinjau oleh
Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorok Bedah Kepala Leher
Primaya Hospital PGI Cikini
Referensi
- Clinical Characteristics of Idiopathic Epidermoid and Dermoid Cysts of the Ear. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5516693/. Diakses 23 Juli 2026
- Tumor Telinga. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2897/tumor-telinga. Diakses 23 Juli 2026
- Cyst on the Ear: When to Seek Assessment and How Removal Is Performed. https://citydermatologyclinic.com/cysts/cyst-on-the-ear/. Diakses 23 Juli 2026


