• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Penyebab, Penanganan dan Pencegahan Preeklamsia Saat Hamil

preeklamsia saat hamil

Preeklamsia saat hamil merupakan kondisi kesehatan serius karena bisa membahayakan ibu hamil maupun janin di dalam kandungannya. Kondisi ini sendiri termasuk komplikasi kehamilan. Supaya bisa lebih waspada terhadap kondisi kesehatan tersebut, ada baiknya mencermati ulasan lengkapnya di bawah ini.

Mengenal Preeklamsia Saat Hamil

Pembahasan pertama yang menarik untuk kita kupas tuntas pada kesempatan kali ini ialah seputar pengertiannya. Ternyata, kondisi ini ialah komplikasi kehamilan berupa tekanan darah tinggi atau terkenal dengan istilah hipertensi. Biasanya, kondisi tersebut juga disertai adanya protein di dalam urin atau dalam dunia medis disebut dengan proteinuria.

Kondisi ini bisa terjadi saat usia kehamilan sudah mencapai 20 minggu. Pastikan mewaspadai kondisi tersebut karena bisa memengaruhi fungsi berbagai organ. Mulai dari hati, ginjal, otak, sampai dengan plasenta.

Berkaitan dengan hal itu, sebenarnya kondisi ini termasuk bagian spektrum hipertensi selama masa kehamilan. Biasanya, juga mencangkup eklampsia dan hipertensi gestasional.

Gejala Preeklamsia

Ibu hamil yang mengalami kondisi kesehatan ini biasanya merasakan sejumlah gejala. Berikut beberapa diantaranya:

  • Pusing
  • Badan terasa sakit
  • Hipertensi
  • Ada edema
  • Penglihatan jadi kabur
  • Nyeri di bagian epigastrium
  • Pandangan Kabur

Penyebab Preeklamsia

Selain mengetahui gejalanya, pastikan tidak melewatkan pembahasan seputar penyebab preeklamsia saat hamil. Ternyata, penyebabnya cukup beragam. Salah satunya dari faktor internal seperti halnya obesitas, usia ibu, jarak kehamilan, stres, kecemasan, riwayat hipertensi, riwayat preeklamsia, dan paritas.

Selain faktor internal, komplikasi kehamilan ini juga bisa terjadi lantaran faktor eksternal. Misalnya, saja paparan asap rokok, natrium, antioksidan, dan MSG. Selain itu, komplikasi kehamilan ini juga bisa terjadi lantaran pengaruh zat gizi yang telah dikonsumsi oleh ibu, riwayat Antenatal Care atau ANC, hingga status pendidikan.

Lebih lanjut, sebenarnya komplikasi kehamilan ini juga disebabkan oleh riwayat penyakit ginjal, primigravida, hipertensikronik, dan diabetes mellitus. Perihal usia ibu yang masuk ke dalam penyebab komplikasi kehamilan ini yakni usianya kurang dari 20 tahun serta lebih dari 35 tahun.

Cara Dokter Mendiagnosis Preeklamsia

Untuk mendiagnosis komplikasi kehamilan ini, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan. Mulai dari mengukur tekanan darah hingga mengecek urin dan tes darah. Tes darah ini bertujuan untuk evaluasi fungsi hati, jumlah trombosit, maupun ginjal.

Baca Juga:  Buah yang Bagus untuk Ibu Hamil

Sebelum mendiagnosis komplikasi kehamilan tersebut, dokter juga akan melakukan USG kehamilan. Hal ini bertujuan untuk memantau bagaimana pertumbuhan janin maupun aliran darah plasentanya. Baru setelah itu, dokter bisa memastikan apakah masalah kesehatannya termasuk preeklamsia atau bukan.

Penanganan Preeklamsia

Apabila ibu hamil terbukti mengalami preeklamsia, maka dokter akan langsung memberikan penanganan sesuai usia kehamilan dan tingkat keparahannya. Penanganan preeklamsia saat hamil yang pertama yaitu dengan melakukan pemantauan secara ketat. Mulai dari istirahat total ataupun terbatas, melakukan pemeriksaan laboratorium, memantau tekanan darah, dan menjaga asupan nutrisi sekaligus cairan.

Setelah itu, dokter juga akan menanganinya dengan memberikan obat-obatan. Salah satunya yaitu obat anti-hipertensi yang berguna dalam menurunkan tekanan darah. Selanjutnya, memberi obat kortikosteroid dengan tujuan untuk mempercepat pematangan paru-paru janinnya apabila harus melakukan persalinan dini. Bukan hanya itu saja, dokter juga akan memberikan magnesium sulfat yang berfungsi dalam mencegah kejang.

Komplikasi Preeklamsia

Berdasarkan Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, preeklamsia yang tak segera mendapatkan penanganan secara tepat bisa memicu komplikasi lebih parah. Salah satunya yaitu eklamsia. Kondisi ini berupa preeklamsia yang disertai dengan kejang, sehingga membahayakan ibu maupun janinnya.

Komplikasi lainnya sindrom HELLP. Sindrom ini meliputi Low Platelets, Hemolysis, dan Elevated Liver Enzymes. Low Platelets berarti penurunan jumlah trombosit. Kemudian, untuk Hemolysis artinya penghancuran sel-sel darah merah. Sedangkan untuk Elevated Liver Enzymes artinya peningkatan enzim hati.

Bukan hanya itu saja, kondisi masalah kesehatan saat hamil ini juga bisa memicu komplikasi persalinan prematur dan plasenta lepas. Plasenta yang lepas bisa memicu pendarahan maupun gangguan aliran oksigen menuju janin. Mirisnya, komplikasinya juga bisa berupa kerusakan organ seperti halnya otak, hati, dan ginjal.

Pencegahan Preeklamsia

Setiap ibu hamil pasti menginginkan anaknya lahir dengan selamat dan normal. Maka dari itu, sudah semestinya mengetahui berbagai upaya untuk mencegah preeklamsia saat hamil. Adapun cara mencegahnya ialah sebagai berikut.

  1. Rutin Olahraga
Baca Juga:  Kenali Penyebab Bayi Kembar Siam dan Cara Penanganannya

Salah satu caranya yaitu dengan olahraga secara rutin. Akan tetapi, pilihlah jenis olahraga yang ringan dan lakukan secara bergantian. Misalnya saja, senam hamil, yoga, atau sekedar jalan santai. Olahraga ini nyatanya bisa melancarkan peredaran darah dan membantu memenuhi pasokan oksigen di dalam tubuh.

  1. Berupaya Menurunkan Tekanan Darah

Guna mencegah terjadinya preeklamsia saat hamil, bisa dilakukan dengan kebiasaan baik untuk menurunkan tekanan darah. Salah satunya yaitu mengikuti program diet sehat dan teratur dengan menghindari berbagai jenis makanan yang mampu meningkatkan tekanan darah. Hal ini tak terkecuali makanan cepat saji, gorengan, dan asupan garam sekalipun.

  1. Perbanyak Minum Air Putih

Untuk mencegah preeklamsia saat hamil ini, lebih baik minum air putih yang cukup. Imbangi pula dengan konsumsi sayur maupun buah.

Kapan Harus ke Dokter?

Pastikan langsung ke dokter apabila kepala mendadak pusing saat usia kehamilan mencapai 20 minggu atau lebih. Apalagi, jika perasaan tak nyaman tersebut juga diikuti dengan gejala lainnya. Bahkan, meski sudah istirahat sekalipun, rasa tak nyaman tersebut tidak kunjung reda.

Preeklamsia saat hamil tak bisa dianggap sepele. Jika tak kunjung ditangani, bisa mengancam nyawa sang ibu dan janinnya. Maka dari itu, rutin cek kehamilan untuk memastikan kondisi kesehatan ibu hamil dan calon buah hatinya.

Ditinjau oleh:

dr. Chan Chen Ricardo T,Sp.OG
Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Primaya Rajawali Hospital

Referensi:

Share to :

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below