• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Mengenal Treatment Platelet-Rich Plasma untuk Program Kehamilan

Treatment Platelet-Rich Plasma

Treatment Platelet-Rich Plasma atau PRP therapy merupakan salah satu inovasi medis yang mulai digunakan dalam bidang reproduksi. Tujuannya untuk membantu meningkatkan peluang kehamilan. Metode ini memanfaatkan plasma darah yang kaya trombosit dari tubuh pasien sendiri untuk merangsang regenerasi jaringan reproduksi. Dalam beberapa tahun terakhir, terapi ini mulai diteliti sebagai solusi tambahan bagi pasangan yang mengalami infertilitas.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 15% pasangan di dunia mengalami infertilitas. Kondisi tersebut bisa terjadi akibat faktor wanita, pria, atau keduanya. Oleh karena itu, teknologi reproduksi berbantuan terus berkembang, termasuk penggunaan terapi PRP dalam program kehamilan.

Mengenal Konsep Treatment Platelet-Rich Plasma

Platelet-Rich Plasma atau PRP adalah plasma darah yang memiliki konsentrasi trombosit lebih tinggi dari darah normal. Trombosit sendiri merupakan sel darah yang berperan dalam proses pembekuan dan penyembuhan jaringan tubuh. Dalam terapi medis, trombosit dapat mengeluarkan growth factor atau faktor pertumbuhan yang membantu regenerasi sel.

Secara ilmiah, PRP mengandung beberapa faktor pertumbuhan. Diantaranya, Epidermal Growth Factor (EGF), Platelet Derived Growth Factor (PDGF), Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), dan Transforming Growth Factor Beta (TGF-β). Zat tersebut mampu merangsang pembentukan pembuluh darah baru serta memperbaiki jaringan yang rusak. Karena itulah, PRP banyak berguna dalam bidang ortopedi, dermatologi, hingga kedokteran reproduksi.

Penelitian yang terbit dalam jurnal BMC Pregnancy and Childbirth (2023) menunjukkan bahwa terapi PRP dapat membantu meningkatkan kualitas endometrium pada pasien infertilitas. Studi tersebut melibatkan perempuan yang menjalani teknologi reproduksi berbantuan dan menunjukkan peningkatan tingkat implantasi embrio setelah terapi.

Peran Endometrium dalam Keberhasilan Kehamilan

Penentu kehamilan bukan hanya dari kualitas sel telur dan sperma saja. Pasalnya, salah satu faktor penting adalah kondisi endometrium, yaitu lapisan dinding rahim tempat embrio menempel setelah pembuahan. Implantasi embrio biasanya terjadi sekitar 6–10 hari setelah fertilisasi.

Endometrium yang ideal memiliki ketebalan minimal sekitar 8 milimeter. Jika ketebalan kurang dari angka tersebut, proses implantasi embrio menjadi lebih sulit. Kondisi ini dikenal sebagai thin endometrium atau endometrium tipis.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 2,4% pasien program bayi tabung mengalami endometrium tipis. Kondisi ini sering menyebabkan kegagalan implantasi berulang atau Repeated Implantation Failure (RIF). Oleh karena itu, dokter sering mencari metode tambahan untuk meningkatkan reseptivitas endometrium, termasuk dengan terapi PRP pada endometrium.

Cara Kerja Treatment PRP dalam Program Kehamilan

Treatment Platelet-Rich Plasma bekerja dengan memanfaatkan kemampuan alami trombosit dalam memperbaiki jaringan tubuh. Plasma yang kaya trombosit mengandung berbagai sitokin dan faktor pertumbuhan yang merangsang pembentukan jaringan baru. Proses ini membantu meningkatkan kualitas lingkungan rahim dan fungsi ovarium.

Growth factor dalam PRP dapat merangsang angiogenesis, yaitu pembentukan pembuluh darah baru pada jaringan endometrium. Pembuluh darah tersebut penting untuk memasok oksigen serta nutrisi yang dibutuhkan embrio. Dengan lingkungan rahim yang lebih sehat, peluang implantasi dapat meningkat.

Penelitian dalam Journal of Clinical Medicine (2024) menjelaskan bahwa infus PRP intrauterin mampu meningkatkan ketebalan endometrium pada pasien dengan endometrium tipis persisten. Studi tersebut menunjukkan peningkatan ketebalan jaringan rahim serta perbaikan tingkat kehamilan pada sebagian pasien infertilitas.

Baca Juga:  Apa itu Fertilisasi dan Kehamilan? Yuk Ketahui Prosesnya

Prosedur Medis RPR Therapy

Prosedur treatment Platelet-Rich Plasma umumnya berlangsung singkat dan tidak memerlukan operasi besar. Tahapan pertama dimulai dengan pengambilan darah pasien sekitar 10–20 mililiter dari pembuluh darah di lengan. Darah tersebut kemudian diproses menggunakan alat bernama centrifuge.

Centrifuge adalah alat laboratorium yang memutar sampel darah dengan kecepatan tinggi, sehingga komponen darah dapat terpisah. Setelah proses pemisahan, bagian plasma yang mengandung trombosit konsentrasi tinggi akan dikumpulkan. Plasma inilah yang berfungsi sebagai bahan terapi.

Selanjutnya, dokter menyuntikkan PRP ke dalam rahim atau ovarium menggunakan kateter khusus. Prosedur ini biasanya berlangsung sekitar 10–15 menit dan pasien dapat pulang pada hari yang sama. Karena menggunakan darah sendiri, risiko reaksi alergi sangat kecil.

Manfaat Treatment PRP untuk Kesuburan

Manfaat utama treatment Platelet-Rich Plasma dalam program kehamilan berkaitan dengan perbaikan jaringan reproduksi. Terdapat dua Pilihan Terapi PRP pada program hamil. Pertama adalah PRP Endometrium dan kedua adalah PRP Ovarium.

Pada PRP endometrium, tujuan terapi ini membantu meningkatkan ketebalan endometrium, sehingga rahim lebih siap menerima embrio yang dimasukkan. Kondisi tersebut sangat penting dalam proses implantasi/menempelnya embrio di endometrium.

Selain itu, PRP juga dapat dilakukan pada Ovarium. Tujuannya meningkatkan cadangan sel telur pada ovarium. Ovarium adalah organ reproduksi wanita yang memproduksi sel telur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi PRP dapat membantu meningkatkan kadar Anti-Müllerian Hormone (AMH), yaitu hormon yang mencerminkan cadangan sel telur.

Sebuah penelitian pada pasien dengan Premature Ovarian Insufficiency (POI) menunjukkan peningkatan jumlah folikel setelah injeksi PRP. Dalam studi tersebut, jumlah oosit meningkat dari rata-rata 0,64 menjadi 2,1 oosit setelah terapi. Hasil tersebut memberikan harapan baru bagi wanita dengan cadangan sel telur ovarium rendah.

Siapa yang Disarankan Menjalani Terapi PRP?

Tidak semua wanita yang menjalani program kehamilan memerlukan terapi ini. Tenaga medis biasanya merekomendasikan treatment Platelet-Rich Plasma bagi perempuan yang mengalami gangguan kesuburan tertentu. PRP Endometrium bermanfaat pada wanita dengan endometrium tipis. Kondisi tersebut dapat menghambat proses implantasi embrio dalam Rahim. Selain itu, PRP Endometrium juga disarankan pada pasien mengalami kegagalan implantasi berulang. Sedangkan PRP Ovarium dilakukan pada wanita dengan cadangan sel telur yang menurun.

Treatment PRP umumnya diberikan kepada pasien yang menjalani program bayi tabung tetapi mengalami kegagalan berulang. Merujuk data dari European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE), sekitar 10–15% pasangan di dunia mengalami infertilitas setelah 12 bulan mencoba kehamilan secara alami. Pada kondisi tersebut, terapi tambahan seperti PRP dapat dipertimbangkan oleh dokter spesialis fertilitas.

Platelet-Rich Plasma therapy juga diindikasikan bagi pasien dengan Premature Ovarian Insufficiency (POI) atau kegagalan ovarium prematur sebelum usia 40 tahun. Kondisi ini ditandai dengan kadar hormon Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang tinggi (lebih dari 25 IU/L) dan kadar Anti-Müllerian Hormone (AMH) sangat rendah. Dengan stimulasi faktor pertumbuhan dalam PRP, harapannya fungsi ovarium sebagai penghasil sel telur bisa  mengalami perbaikan.

Baca Juga:  Persiapan Melahirkan dengan Alat Bantu Vakum

Efek Samping dan Risiko 

Treatment Platelet-Rich Plasma relatif aman karena menggunakan darah pasien sendiri atau yang bernama autologous therapy. Hal ini membuat risiko reaksi alergi atau penolakan tubuh sangat rendah. Selain itu, terapi ini tidak melibatkan bahan kimia sintetis.

Treatment PRP Endometrium ini tetap memiliki beberapa risiko ringan seperti nyeri ringan, perdarahan kecil, atau rasa tidak nyaman setelah prosedur. Namun, efek tersebut biasanya bersifat sementara dan akan membaik dalam waktu singkat. Risiko infeksi juga sangat kecil jika prosedur dilakukan sesuai standar medis. Sedangkan PRP Ovarium lebih berisiko karena memakai jarum Panjang untuk memasukkan PRP ke ovarium. Cedera organ seperti pembuluh darah Rahim, usus, kandung kemih bisa terjadi, walau kejadiannya jarang.

Treatment PRP tidak dianjurkan bagi pasien dengan kondisi tertentu seperti gangguan pembekuan darah, infeksi aktif, atau jumlah trombosit rendah. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan menyeluruh diperlukan sebelum pasien menjalani terapi ini.

Perawatan Setelah Menjalani Treatment 

Treatment Platelet-Rich Plasma biasanya tidak memerlukan perawatan khusus setelah prosedur selesai. Sebaiknya, pasien beristirahat selama 10–15 menit sebelum kembali beraktivitas. Dokter juga dapat memberikan obat ringan untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

Platelet-Rich Plasma therapy dikombinasikan dengan terapi fertilitas lain seperti stimulasi hormon atau program IVF. Kombinasi terapi ini bertujuan meningkatkan peluang implantasi embrio secara optimal. Beberapa klinik fertilitas juga melakukan pemantauan melalui ultrasonografi untuk melihat perubahan ketebalan endometrium.

Treatment Platelet-Rich Plasma menjadi salah satu inovasi medis yang memberikan harapan baru bagi pasangan dengan masalah kesuburan. Meskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut, berbagai studi menunjukkan bahwa terapi ini berpotensi meningkatkan peluang kehamilan pada kasus tertentu.

Ditinjau oleh:

dr. Ridwan Mahmuddin, Sp.OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Evasari Hospital

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below