Kehamilan Bayi Kembar

kehamilan bayi kembar, rumah sakit awal bros bekasi barat, rs awal bros, dokter spesialis kandungan, dokter obgyn

Kehamilan bayi kembar adalah kebahagiaan yang menakjubkan yang dialami oleh wanita. Namun apakah seseorang yang tidak memiliki gen kembar bisa mendapatkan bayi kembar? Bagaimana proses mendapatkan bayi kembar tersebut? Berikut penjelasannya.

Dr. Christina Sitorus, SpOG selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Bekasi Barat menjelaskan bahwa seseorang yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan hamil kembar masih memiliki kemungkinan untuk bisa mendapatkan kehamilan bayi kembar. Seperti pada kehamilan dengan proses dengan cara reproduksi berbantu. Misalnya wanita yang menjalani program hamil dengan menggunakan obat-obatan penyubur seperti obat pemicu ovulasi,  in fitro vertilization (IVF) atau program bayi tabung ini memiliki ririsko hamil kembar serta kehamilan di usia yang lebih tua juga berisiko kembar.

Pada dasarnya proses persalinan pada kehamilan kembar sama dengan kehamilan tunggal. Namun pada persalinan bayi kembar umumnya dilakukan antisipasi perdarahan post partum mengingat volume rahim pada kehamilan kembar lebih besar dibanding kehamilan tunggal sehingga meningkatkan faktor risiko setelah persalinan. “Kehamilan kembar bukanlah indikasi mutlak untuk caesar, terdapat kondisi tertentu dimana kehamilan kembar dapat dilakukan secara normal,” ujar Dokter Christina.

Baca Juga:  Cegah Kanker Serviks

Kehamilan Bayi Kembar: Apakah Pasti Prematur?

Pengelompokan berat lahir janin pada kehamilan kembar sama dengan kehamilan tunggal. Tapi kehamilan kembar dikaitkan dengan risiko berat lahir rendah (kurang dari 2500 gram). Sehingga salah satu target tata laksana kehamilan kembar adalah mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan janin agar janin memiliki berat lahir cukup atau ≤ 2500 gram.

Menurut Dokter Christina Sitorus selaku Obgyn dari Primaya Hospital Bekasi Barat, sekitar 60% kehamilan kembar itu mengalami persalinan prematur. Namun, bagaimana caranya agar bayi kembar terlahir tidak prematur? Yaitu dengan melakukan kontrol kehamilan yang rutin ke dokter spesialis kandungan dapat mengurangi risiko persalinan prematur pada kehamilan kembar. “Karena dengan kontrol teratur dan rutin maka kebutuhan nutrisi pada ibu dapat dioptimalisasi, kemudian pertumbuhan dan perkembangan janin dapat dievaluasi dan dioptimalkan serta faktor risiko yang terjadi pada setiap kehamilan dapat dikenali dan ditatalaksana sedini mungkin,”ungkapnya.

Pada ibu dengan kehamilan bayi kembar dianjurkan untuk memiliki pola makan yang baik. Pada kehamilan kembar perlu dilakukan tujuan utama untuk optimalisasi nutrisi pada ibu yang bertujuan untuk:

  • Memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan janinnya
  • Mengurangi kejadian risiko pada kehamilan kembar
  • Untuk mengurangi risiko persalinan prematur
  • Mencegah kenaikan berat badan yang berlebihan
Baca Juga:  Pencegahan Demam Berdarah

Risiko Kehamilan Bayi Kembar Menurut Dokter Spesialis Kandungan Primaya Hospital

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Bekasi Barat, Dr. Christina Sitorus, SpOG mengatakan bahwa kehamilan kembar memiliki risiko 6x lebih tinggi untuk persalinan prematur dibanding kehamilan tunggal.  Sehingga salah satu tujuan atau target tata laksana dari kelahiran kembar adalah mengupayakan janin lahir sampai cukup bulan seperti pada kehamilan tunggal.

Risiko dari kehamilan bayi kembar ini adalah jumlah janin pada kehamilan kembar berbanding lurus terhadap peningkatan risiko kehamilan ibu dan janin. “Kehamilan kembar diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko pada ibu dan janinnya. Seperti risiko persalinan prematur, resiko janin dengan berat lahir rendah serta risiko janin dengan gangguan pertumbuhan,”tandasnya.

Peningkatan risiko kehamilan bayi kembar pada ibu seperti:

  • Peningkatan mual muntah lebih besar diawal kehamilan
  • Risiko anemia khususunya anemia defisiansi besi
  • Peningkatan kejadian hipertensi dalam kehamilan
  • Preeklampsi
  • Persalinan premature
  • Penyakit diabetes dalam kehamilan
  • Peningkatan risiko caesar
  • Peningkatan risiko perdarahan post partum
  • Peningkatan kejadian plasenta pervia
Baca Juga:  Minum Es Dapat Menyebabkan Radang Amandel

Peningkatan risiko pada bayi:

  • Janin dengan gangguan pertumbuhan
  • Janin dengan berat lahir rendah
  • Risiko kematian janin dalam kandungan
  • Risiko cacat pada janin

Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan.

Ilustrasi gambar oleh Rose Elena

Artikel terkait:

Bagikan ke :