• Ambulance
  • 150 108
  • Chatbot

Waspada! Jangan Mengabaikan Hal Ini Karena Bisa Menjadi Penyebab Keguguran

penyebab keguguran

Setiap ibu tentunya tidak ingin mengalami keguguran karena anak yang ada di alamnya kandungannya sangat diharap-harapkan. Agar hal buruk itu tidak sampai terjadi, perhatikan penyebab dan bagaimana cara menanganinya dengan benar.  Ada berbagai penyebab keguguran itu sendiri sehingga patut diwaspadai oleh para ibu. 

Ketahui Apa Itu Keguguran!

keguguran

buat jani dokter primaya

Meski sudah sering dibahas, tetapi tidak sedikit orang yang masih bingung mengenai apa sebenarnya keguguran. Istilah tersebut menunjukkan kondisi di mana janin di dalam kandungan mengalami pemberhentian pertumbuhan dan tanda-tanda kehidupannya juga menghilang.

Tercatat setidaknya ada 8 – 20 persen kehamilan yang mengalami keguguran pada usia kehamilan 12 minggu. Untuk penyebabnya sangat beragam, bisa karena kebiasaan hidup sang ibu, penyakit bawaan, atau memang karena prosedur medis.

Maksud dari prosedur medis bukan terkait dengan pengguguran paksa. Biasanya karena kondisi janian yang sangat lemah atau keselamatan ibu akan terancam jika bayi di dalam kandungannya tetap dipertahankan

Berbagai Macam Gejala Keguguran

gejala penyebab keguguran

Sebab janin berada di dalam lahir, ketika mengalami kontraksi maka akan muncul gejala-gejala tertentu. Agar para ibu selalu waspada, berikut gejala-gejala yang umumnya muncul saat wanita mengalami keguguran.

  • Keguguran yang tidak bisa dihindari (abortus insipiens): Seorang yang mengalami abortus insipiens biasanya akan mengalami pendarahan, pembukaan jalan lahir, dan kram perut yang sangat menyakitkan.
  • Keguguran tidak lengkap (abortus inkomplit): Tanda saat ada yang mengalami abortus inkomplit yaitu pada vagina keluar darah, kram hebat, dan luruhnya plasenta atau janin namun masih ada beberapa produk kehamilan tersisa di rahim ibu.
  • Keguguran lengkap (abortus komplit): Kondisi yang menandakan wanita sedang mengalami keguguran lengkap yaitu seluruh jaringan plasenta keluar dari rahim yang beriringan dengan pendarahan hebat.
  • Keguguran yang terlewatkan (missed abortion): Bagi yang belum tahu, missed abortion merupakan kondisi di mana janin sudah tidak berkembang namun ibu tidak mengalami gejala tertentu sehingga keguguran ini tidak diketahui.
  • Keguguran berulang (recurrent abortion): Sesuai namanya, kehamilan berulang terjadi ketika ibu lebih dari satu kali keguguran secara berturut-turut. Penyebab paling umum yaitu akibat kelainan genetik, seperti sindrom antifosfolipid.

Penyebab Keguguran yang Sepatutnya Anda Waspadai 

penyebab keguguran

Keguguran memang kenyataan yang cukup mengerikan terutama bagi pasangan yang sudah benar-benar mengharapkan buah hati. Kabar baiknya, kondisi tersebut dapat Anda hindari dengan melakukan tindak pencegahan. Supaya pencegahannya tepat sasaran maka perlu mengetahui apa saja penyebabnya.

  • Terjadinya kelainan kromosom yang membuat janin tidak dapat berkembang dengan baik di dalam kandungan
  • Ibu terkena infeksi dari virus, bakteri, atau jamur yang memicu munculnya penyakit kronis, misalnya penyakit menular seksual, rubella, toksoplasmosis dan malaria
  • Memiliki riwayat penyakit autoimun, seperti sindrom lupus dan antifosfolipid
  • Terjadinya gangguan hormon mulai dari PCOS dan penyakit tiroid.
  • Hamil pada usia di atas 35 tahun
  • Penyakit kronis, seperti diabetes atau penyakit ginjal
  • Terpapar bahan kimia beracun dan radiasi tinggi
  • Pernah keguguran lebih dari 2 kali
  • Menerapkan gaya hidup tidak sehat sehingga tubuh mudah terkena penyakit yang akhirnya membuat kondisi janin melemah
  • Penggunaan obat-obatan, seperti obat antiinflamasi nonsteroid, methotrexate, dan retinoid
  • Bentuk rahim atau leher rahim tidak seperti pada umumnya
  • Berat badan tidak memenuhi standar
Baca Juga:  Kalender Kehamilan untuk Mengetahui Usia Kehamilan

Cara Dokter Mendiagnosa

diagnosa dokter

Pada awalnya, dokter akan menanyakan mengenai gejala serta tanda-tanda yang pasiennya rasakan. Pemeriksaan berlanjut pada pengecekan panggul kemudian dilakukan USG kehamilan. Tujuannya adalah untuk memastikan apakah terjadi keguguran atau tidak.

Pada ibu hamil yang pernah mengalami keguguran lebih dari satu kali, dokter akan melakukan beberapa tindakan medis berikut:

  • Tes genetik: Dari tes genetik, dokter bisa memperoleh hasil mengenai riwayat kelainan pada orang tua.
  • Tes darah: Tujuannya untuk mendeteksi penyebab dari keguguran, baik akibat gangguan hormon, infeksi, penggumpalan atau pengentalan darah.
  • USG transvaginal: Fungsi tindakan tersebut adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi ovarium, rahim, area panggul, dan leher rahim.

Penanganan Keguguran

penanganan keguguran

Apabila ibu hamil terdeteksi mengalami keguguran, dokter biasanya akan langsung mengambil tindakan sesuai dengan kondisi pasien dan janinnya. Biasanya mereka akan melakukan hal-hal berikut:

1. Pemberian Obat-Obatan

Jika pasien dinyatakan mengalami keguguran, dokter akan memberikan obat yang berguna untuk meluruhkan dan membersihkan janin. Penggunaan obatnya bisa dengan menyuntikkan, minum langsung, atau dimasukkan melalui vagina.

Selain meresepkan obat untuk mempercepat keluarnya janin, dokter juga akan memberikan antibiotik, anti pendarahan, dan suntik immunoglobulin jika diperlukan.

2. Perawatan Kehamilan

Apabila janin masih ada kemungkinan selamat, maka perawatan kehamilan merupakan tindakan yang tenaga medis ambil. Pada tahap ini, ibu harus benar-benar istirahat total, sampai kesehatannya pulih kembali dan janin di dalam kandungannya kuat.

Pasien juga tidak boleh berolahraga ataupun melakukan hubungan seksual sampai kesehatan ibu dan janin terdeteksi aman.

3. Kuret

Sebab janin yang sudah keguguran tidak boleh terus berada di dalam rahim, prosedur kesehatan yang dokter lakukan adalah kuret. Fungsinya adalah untuk melebarkan leher rahim agar jaringan ari-ari atau sisa tubuh janin bisa keluar sepenuhnya.

Baca Juga:  Mengenal Tanda-Tanda Kehamilan Ektopik

Komplikasi yang Terjadi pada Keguguran

komplikasi keguguran

Keguguran dapat memicu komplikasi apabila pembersihan janin tidak benar. Sisa organ pada janin yang tertinggal berisiko menimbulkan infeksi dan akhirnya pasien mengalami abortus septik.

Gejala paling umum yang mungkin akan pasien rasakan setelah mengalami infeksi ini adalah  munculnya demam, keputihan bahkan berwarna hingga kehijauan, nyeri di perut bagian bawah, dan tubuh menggigil karena demam tinggi.

Di samping itu, jaringan plasenta tertinggal di dalam rahim berisiko memicu perdarahan berat yang akhirnya memunculkan keluhan anemia atau syok. Pastikan untuk sesegera mungkin membawa dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum masalah kesehatan semakin parah.

Cara Mencegah Keguguran 

mencegah keguguran

Keguguran dapat terjadi kepada siapapun, namun kebanyakan pada orang dengan kondisi tubuh yang lemah. Sebagai usaha untuk menghindarinya, langsung saja

  • Mengkonsumsi minimal 400 mcg asam folat setiap hari, setidaknya 1–2 bulan selama program kehamilan
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Mengelola stres dengan baik
  • Tidak merokok atau terpapar asap rokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, dan tidak menggunakan obat-obatan tanpa resep dokter
  • Menerima vaksin sebelum hamil sesuai anjuran dokter, untuk mencegah infeksi
  • Menghindari paparan sinar radiasi dan zat beracun, seperti arsenik, timbal, dan formaldehida
  • Menjalani pengobatan untuk kondisi medis, terutama gangguan kesehatan yang berisiko menyebabkan keguguran

Kapan Harus ke Dokter

dokter

Menjaga kesehatan ibu sekaligus janin merupakan tugas berat. Selain check up rutin, Anda juga perlu mewaspadai berbagai gejala yang muncul selama kehamilan, terlebih dengan rasa mengganggu. Misalnya:

  • Demam
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Keputihan
  • Muntah-muntah sampai tidak bisa makan dan minum

Bagi yang merasakan gejala-gejala di atas, langsung hubungi dokter kandungan. Paparkan keluhan serta riwayat kegiatan sehari-hari ata makanan yang Anda konsumsi dalam waktu dekat. Ada kemungkinan keluhan saat kehamilan muncul akibat salah satu faktor di tersebut.

Dari banyaknya penyebab keguguran, pastikan untuk berhati-hati. Rumornya, mengonsumsi nanas dapat menggugurkan kandungan, tetapi sebenarnya jika mengkonsumsinya hanya sedikit, misalnya karena ngidam, maka kemungkinan besar masih cukup aman.

 

Reviewer

dr. Arinta Prinarbaningrum

Dokter Umum – Primaya Hospital Bekasi Utara

Referensi:

  • MAQASHID SYARI’AH ALL. http://digilib.iain-palangkaraya.ac.id/1714/1/MAQASHID%20SYARI%27AH%20ALL.pdf. Diakses pada 15 Juni 2023.
  • Miscarriage. https://www.nhs.uk/conditions/miscarriage/. Diakses pada 15 Juni 2023.
  • Miscarriage. https://medlineplus.gov/ency/article/001488.htm. Diakses pada 15 Juni 2023.
  • Transvaginal ultrasound. https://medlineplus.gov/ency/article/003779.htm. Diakses pada 15 Juni 2023.
  • Miscarriage. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9688-miscarriage. Diakses pada 15 Juni 2023.
Bagikan ke :

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.