• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Penyebab Selaput Dara Robek, Bisa Kembali Seperti Semula?

Penyebab Selaput Dara Robek, Bisa Kembali Seperti Semula

Selaput dara adalah topik sensitif yang masih tabu dibicarakan di kalangan masyarakat. Walhasil, masih banyak berkembang informasi yang keliru mengenai bagian tubuh wanita ini. Salah satunya mengenai robeknya selaput dara dan tes untuk mengetahui keutuhannya. Simpang-siur informasi ini bisa menyebabkan kebingungan terutama bagi kelompok remaja putri yang baru mengalami berbagai perubahan dalam tubuhnya.

 


Mengenal Selaput Dara

Selaput dara adalah selembar jaringan yang tipis, kecil, dan elastis yang berada di lubang vagina. Konstruksi sosial masyarakat pada umumnya memandang penting keberadaan selaput ini. Namun, secara biologi dan fisiologi, tidak diketahui fungsi selaput dara pada wanita. Bahkan ada juga wanita yang tak memiliki selaput dara.

Selaput dara atau hymen sebenarnya adalah bagian tubuh yang tersisa dari perkembangan janin pada masa kandungan. Karena itu, saat sudah berada di luar kandungan, selaput dara tak punya fungsi yang spesifik. Ada teori yang mengatakan hymen berfungsi melindungi vagina dari bakteri berbahaya. Tapi teori ini belum memiliki bukti dan tidak disetujui oleh para pakar.

Karena sangat tipis, selaput dara rentan robek. Meski begitu, robeknya selaput dara tidak akan mempengaruhi fungsi reproduksi dan seksual wanita. Wanita yang tidak memiliki selaput dara masih dapat berhubungan seksual secara normal, bisa pula hamil dan melahirkan.

Ada kesalahpahaman bahwa selaput dara pasti menutupi semua lubang vagina. Namun sebenarnya sebagian besar hymen justru tidak dalam keadaan utuh. Sebab, seiring dengan pembentukan organ vagina, selaput dara perlahan hilang dan hanya menyisakan jaringan kecil. Ada beberapa jenis selaput dara, yakni:

  • Imperforate: menutup seluruh vagina dan biasanya didapati pada wanita yang memasuki usia pubertas.
  • Microperforate: menutup hampir seluruh vagina dengan hanya satu lubang kecil.
  • Cribriform: memiliki beberapa lubang kecil-kecil.
  • Septate: memiliki dua lubang yang terhubung oleh jaringan kulit.
Baca Juga:  Tanda-tanda Kehamilan yang Penting Diketahui

 

Penyebab Selaput Dara Robek

Ketika vagina berkontak dengan benda apa pun, selaput dara bisa robek. Jadi penyebab selaput dara robek tidak selalu hubungan seksual. Faktanya, tidak aneh bila seorang wanita tak tahu kapan atau bagaimana selaput daranya sobek. Sebab, sobeknya hymen bisa terjadi kapan pun dan di mana pun di tengah aktivitas sehari-hari.

Contoh penyebab selaput dara robek:

  • Mengendarai sepeda
  • Senam
  • Menunggang kuda
  • Bermain di wahana ketangkasan
  • Kegiatan fisik berlebih
  • Masturbasi
  • Pemeriksaan ginekologi dengan memasukkan alat periksa ke vagina

 

Apakah Selaput Dara yang Robek Bisa Kembali Seperti Semula?

Selaput dara tidak seperti kulit yang dapat tumbuh kembali ketika terjadi luka terbuka. Sekali robek, hymen ini tak bisa kembali lagi seperti semula. Jaringan ini terbentuk hanya selama masa pertumbuhan. Bila sudah memasuki usia dewasa, selaput dara tak dapat terbentuk kembali.

Namun ada prosedur hymenoplasty yang bisa memulihkan selaput dara yang sudah robek atau membentuk selaput dara yang sebelumnya tidak ada. Operasi ini tidak terkait dengan keperawanan, tapi umumnya wanita bisa mengeluarkan darah dari vaginanya saat pertama kali berhubungan seksual setelah menjalani prosedur ini. Secara umum, selaput dara yang sudah robek tak perlu diperbaiki karena tak mempengaruhi kesehatan.

Biasanya prosedur operasi ini dilakukan untuk kepentingan religi atau budaya terkait dengan konsep keperawanan dalam pernikahan. Selain itu, hymenoplasty bisa memberikan sokongan emosional dan psikologis bagi korban kekerasan seksual.

Baca Juga:  Vitamin Masa Kehamilan Trimester 3 yang Penting Dikonsumsi untuk Perkembangan Janin

 

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar wanita tidak tahu jika selaput daranya telah robek. Bahkan jika muncul ketidaknyamanan atau bercak darah setelah pengalaman pertama hubungan seksual, penyebabnya bisa berbagai macam. Misalnya kurangnya pemanasan atau foreplay, masalah lubrikasi, penetrasi yang terlalu cepat, atau tegang karena baru pertama kali berhubungan badan. Dalam beberapa kasus, selaput dara bisa meregang karena sangat elastis saat penetrasi sehingga tetap utuh.

Jika Anda sering merasa sakit dan tidak nyaman atau keluar darah saat berhubungan seksual, sebaiknya datang dokter obstetri dan ginekologi atau ob-gyn untuk menjalani pemeriksaan. Begitu pula bagi remaja putri yang merasa kesakitan di bagian perut saat menstruasi. Sebab, bisa jadi selaput dara menghalangi keluarnya darah dari vagina dan justru berbalik sehingga menimbulkan rasa sakit.

 

Reviewed by

dr. Dewi Sri Handayani, Sp.OG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Hospital Semarang

Referensi:

  • Hymen: Facts and conceptions. https://www.researchgate.net/publication/260578888_Hymen_Facts_and_conceptions. Diakses 13 Agustus 2022
  • Virginity testing: a systematic review. https://reproductive-health-journal.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12978-017-0319-0. Diakses 13 Agustus 2022
  • Does it Hurt When Your Hymen Breaks?. https://obgynwc.com/does-it-hurt-when-your-hymen-breaks/. Diakses 13 Agustus 2022
  • The Hymen’s Tale: Myths and facts about the hymen. https://health.osu.edu/health/sexual-health/myths-and-facts-about-hymen. Diakses 13 Agustus 2022
  • The little tissue that couldn’t – dispelling myths about the Hymen’s role in determining sexual history and assault. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6547601/. Diakses 13 Agustus 2022
  • The Truth About Tampons, Virginity, and Teenage Girls. https://www.verywellfamily.com/will-my-teen-still-be-a-virgin-if-she-uses-a-tampon-3200896. Diakses 13 Agustus 2022
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.