• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Cara Mengatasi Batuk pada Bayi

Cara Mengatasi Batuk pada Bayi

Batuk adalah hal yang umum terjadi pada bayi. Namun batuk juga bisa menjadi gejala adanya masalah kesehatan yang serius pada saluran pernapasan bayi. Selain itu, orang tua perlu tahu bahwa sebagian besar obat batuk yang dijual bebas di toko obat dan apotek tidak aman bagi buah hati.

 


Mengenal Batuk pada Bayi

Batuk pada bayi bisa menandakan berbagai hal, dari masalah infeksi ringan hingga penyakit berat. Perhatian dan kewaspadaan orang tua penting untuk menghindarkan buah hati dari risiko penyakit lebih serius yang bisa menyebabkan bayi batuk. Batuk sebenarnya adalah cara tubuh untuk melindungi diri. Batuk menjadi metode alami dari tubuh untuk menjaga saluran pernapasan tetap bersih & lancar, mengeluarkan dahak atau ingus yang masuk ke tenggorokan, atau sisa makanan yang tersangkut.

Ada dua jenis batuk pada bayi yang utama, yakni batuk berdahak dan batuk kering. Batuk berdahak terjadi karena masalah pernapasan yang disertai infeksi kuman. Batuk ini menghasilkan lendir berupa dahak yang mengandung sel darah putih untuk melawan infeksi. Lendir itu terbentuk di saluran pernapasan. Adapun batuk kering umumnya terjadi lantaran bayi mengalami pilek atau alergi. Batuk kering membantu mengatasi iritasi dalam tenggorokan.

Batuk pada bayi adalah masalah kesehatan yang lazim. Tapi biasanya bayi berumur di bawah 4 bulan tidak terlalu sering batuk. Bila buah hati Anda kerap batuk, mungkin ada suatu kondisi tertentu yang memicunya. Ketika bayi batuk terus menerus, bisa jadi ada virus pernapasan sinsitial (respiratory syncytial virus/RSV) yang merupakan infeksi virus berbahaya. Ketika bayi sudah berusia di atas 1 tahun, batuk lebih cenderung muncul karena demam biasa alih-alih tanda penyakit yang serius.

Gejala Batuk pada Bayi

Gejala batuk pada bayi bisa dibedakan menurut masalah kesehatan yang melatarinya. Contohnya:

  • Batuk yang mengindikasikan demam atau flu biasanya kering dengan gejala sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan keluar ingus dari hidung. Namun bisa jadi bayi batuk berdahak pada malam hari disertai kenaikan suhu tubuh.
  • Batuk croup yang seringnya disebabkan oleh infeksi virus yang menghalangi saluran pernapasan ditandai dengan batuk menggonggong, terutama ketika menarik napas. Bayi juga mungkin tampak sulit bernapas.
  • Batuk yang mengindikasikan bronkiolitis disertai bunyi mengi. Bronkiolitis adalah penyakit infeksi saluran pernapasan bawah yang bisa berbahaya dan membutuhkan pengobatan medis secepatnya.
  • Batuk rejan atau pertussis ditandai dengan suara batuk yang sangat keras serta kejang urat, lidah menjulur, mata melotot, perubahan warna kulit wajah & bisa disertai bunyi tarikan napas panjang melengking khas yang terdengar mirip “whoop”
Baca Juga:  Imunisasi Rotavirus, Manfaat, dan Kapan Vaksin Rotavirus Diberikan

Penyebab Batuk pada Bayi

Ada beragam penyebab batuk pada bayi. Sebagian besar kasus batuk di kalangan bayi disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan oleh virus, seperti demam atau flu. Anak balita bisa mengalami demam sebanyak 6-12 kali dalam setahun. Penyebab lainnya termasuk:

  • Infeksi baik bakteri ataupun virus
  • Iritasi karena polusi, asap rokok, iritasi bahan kimia
  • Menelan benda asing atau tersedak
  • Gangguan menelan atau masalah struktural pada batang tenggorok
  • Asma, alergi

Batuk pada Bayi pada Bayi Obatnya Apa?

Ada banyak jenis obat batuk yang mudah diperoleh di toko obat atau apotek. Namun kebanyakan obat ini tidak disarankan untuk bayi berusia di bawah 2 tahun karena bisa menyebabkan efek samping yang serius dan mengancam jiwa. Biasanya produsen obat akan menandai obat tersebut dengan peringatan di label kemasan.

Obat batuk tanpa resep dokter juga berisiko menimbulkan overdosis. Karena itu, produsen obat diimbau melengkapi produknya dengan sendok atau gelas kecil untuk menakar dosis yang aman. Orang tua wajib menggunakan alat takar itu ketika memberikan obat kepada buah hatinya alih-alih sendok di dapur.

Bayi juga tak boleh diberi obat batuk dewasa meski takaran dosisnya dikurangi sendiri. Sebaiknya menggunakan obat resep dokter untuk lebih memastikan kesesuaian jenis obat dan keamanannya bagi bayi.

 

Apakah Batuk pada Bayi Bisa Hilang Sendiri?

Selain lazim, batuk pada bayi seringnya dapat hilang sendiri dalam waktu di bawah 2 minggu. Sementara itu, orang tua bisa melakukan upaya untuk membuat bayi merasa lebih nyaman dan tidak rewel. Salah satu yang utama adalah memberikan cairan yang cukup untuk menjaga saluran pernapasan tetap lembap dan mencegah dehidrasi.

Selain itu, gunakan alat pelembap udara untuk mengatur kelembapan udara agar bayi lebih mudah bernapas sekaligus meredakan iritasi yang bisa memperparah batuk. Ketika tidur, posisikan kepala bayi lebih tinggi dengan memberikan bantal. Cara ini bisa membuat bayi lebih enak bernapas. Untuk bayi usia di bawah 6 bulan tak perlu diberi apa pun di atas ranjang, termasuk tambahan bantal atau selimut karena, meski jarang terjadi, berisiko menyebabkan sindrom kematian mendadak pada bayi (sudden infant death syndrome).

Baca Juga:  Jenis-Jenis Kelainan Jantung yang Bisa Menyerang Bayi

 

Pencegahan Batuk pada Bayi

Batuk pada bayi adalah respons otomatis tubuh terhadap suatu kondisi tertentu. Sering kali kita tak bisa mencegah batuk. Namun ada beberapa cara bagi orang tua untuk mengantisipasi penyebabnya, misalnya:

  • Menjaga kebersihan diri dengan sering mencuci tangan sebelum dan setelah menyentuh bayi
  • Menerapkan etika batuk dan bersin, seperti menggunakan tisu atau lengan bagian dalam untuk menutup hidung dan mulut
  • Hindari berbagi alat makan dan minum dengan orang lain di luar lingkungan rumah terutama ketika sedang sakit
  • Jika hidung meler, lap ingus yang keluar dengan tisu dan langsung buang alih-alih mengelapnya dengan kain yang sama berulang kali
  • Berikan bayi asupan nutrisi yang memadai dari air susu atau makanan pengganti susu jika sudah bisa makan

 

Kapan Harus ke Dokter?

Karena batuk pada bayi bisa mengindikasikan banyak hal, orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan ketika mendapati buah hatinya batuk-batuk. Amati apakah bayi kesulitan bernapas saat batuk serta suhu tubuhnya naik. Bila batuk tak kunjung hilang dalam 3 hari atau Anda khawatir meski belum 3 hari, segera bawa buah hati ke dokter anak untuk diperiksa.

 

Reviewed by

dr. Puji Leksono Putranto, Sp.A, MSi.Med

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Semarang

Referensi:

  • Colds, coughs and ear infections in children. https://www.nhs.uk/conditions/baby/health/colds-coughs-and-ear-infections-in-children/. Diakses 13 Agustus 2022
  • Risk Factors for Chronic Cough in Young Children: A Cohort Study. https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fped.2020.00444/full. Diakses 13 Agustus 2022
  • Prevalence of cough throughout childhood: A cohort study. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5443519/. Diakses 13 Agustus 2022
  • Cough in Children. https://www.msdmanuals.com/professional/pediatrics/symptoms-in-infants-and-children/cough-in-children. Diakses 13 Agustus 2022
  • Humidifiers and indoor allergies. https://www.aaaai.org/Tools-for-the-Public/Conditions-Library/Allergies/humidifiers-and-indoor-allergies. Diakses 13 Agustus 2022
  • How to Decode Your Baby’s Cough. https://www.parents.com/baby/health/cough/decoding-babys-cough/. Diakses 13 Agustus 2022
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.