• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Pap Smear dan Skrining Serviks: Deteksi Dini Kanker Serviks

pap smear

Kanker serviks adalah kanker nomor dua terbanyak pada wanita Indonesia — setiap hari 60 wanita baru didiagnosis dan 30 meninggal karenanya. Yang paling menyedihkan: 70 % kasus sudah stadium lanjut saat terdeteksi karena wanita tidak pernah Pap smear atau IVA test.

Padahal, kanker serviks adalah satu-satunya kanker yang hampir 100 % bisa dicegah dan disembuhkan total jika terdeteksi dini. Dengan skrining rutin, angka kematian bisa turun hingga 80–90 % — seperti yang terjadi di Australia dan Finlandia. Di Indonesia sendiri, program IVA dan Pap smear gratis sudah tersedia di puskesmas, tapi kesadaran masih rendah.

Yuk, pahami secara lengkap apa itu Pap smear, IVA, HPV DNA test, jadwal skrining, dan mengapa satu kali tes 5 menit bisa menyelamatkan hidup Anda puluhan tahun!

skrining kanker serviks

Mengapa Kanker Serviks Bisa Dicegah Hampir 100 %?

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah karena memiliki penyebab yang sangat jelas. Sebanyak 99,7 persen kasus berasal dari infeksi HPV onkogenik, terutama tipe 16 dan 18. Virus ini ditularkan melalui aktivitas seksual dan membutuhkan waktu yang sangat panjang—sekitar 10 hingga 20 tahun—untuk berkembang dari infeksi awal menjadi lesi pra-kanker dan akhirnya kanker ganas.

Proses yang lambat ini memberi peluang besar untuk mendeteksi perubahan dini melalui skrining rutin dan mencegah perkembangan lebih lanjut. Dengan vaksinasi HPV, pemeriksaan Pap smear atau HPV DNA secara teratur, serta pengobatan dini pada lesi pra-kanker, hampir seluruh kasus kanker serviks sebenarnya dapat dihentikan sebelum mencapai tahap berbahaya.

Menurut World Health Organization 2024, skrining rutin + vaksin HPV bisa menghilangkan kanker serviks dari muka bumi pada tahun 2030 — target “90-70-90”: 90 % anak perempuan divaksin, 70 % wanita diskrining, 90 % yang sakit diobati.

3 Metode Skrining Kanker Serviks yang Paling Akurat

Metode Usia Frekuensi Akurasi Biaya (Rp)
IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) 30–50 th Setiap 5 tahun 70–80 % 50–150 rb (gratis puskesmas)
Pap Smear Konvensional 21–65 th Setiap 3 tahun 80–90 % 150–400 rb
Pap Smear Cair (LBC) + HPV DNA Test 30–65 th Setiap 5–10 tahun >95 % 600 rb–1,5 jt

Prosedur Pap Smear & IVA: Hanya 5–10 Menit

Pap smear dan IVA adalah dua metode skrining kanker serviks yang cepat, aman, dan dapat dilakukan di puskesmas maupun klinik. Kedua prosedur ini dirancang untuk mendeteksi perubahan sel serviks sedini mungkin, sebelum berkembang menjadi lesi pra-kanker atau kanker. Seluruh proses umumnya berlangsung singkat—sekitar 5 hingga 10 menit—tanpa membutuhkan obat bius ataupun waktu pemulihan. Berikut tahapannya:

  1. Pasien berbaring posisi litotomi
    Pemeriksaan dimulai dengan pasien berbaring telentang, lutut ditekuk, dan kaki disangga. Posisi ini mempermudah tenaga medis melihat area serviks dengan jelas dan memastikan pemeriksaan berlangsung aman serta efisien.
  2. Spekulum dimasukkan → serviks terlihat
    Alat bernama spekulum dimasukkan perlahan ke dalam vagina untuk membuka dinding vagina sehingga leher rahim (serviks) dapat terlihat. Pemasangan spekulum biasanya hanya menimbulkan rasa tekanan ringan, bukan nyeri tajam.
  3. IVA: oles asam asetat 3–5 % → lihat perubahan warna
    Pada metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), serviks diolesi larutan asam asetat 3–5 persen. Jika terdapat sel abnormal, area tersebut akan berubah menjadi putih dalam hitungan detik. Pemeriksaan ini sangat cepat dan hasilnya langsung terlihat saat itu juga.
  4. Pap smear: sikat kecil ambil sel serviks → dioles di kaca / cairan
    Untuk Pap smear, dokter atau bidan menggunakan sikat kecil (cytobrush) untuk mengambil sampel sel dari permukaan serviks. Selanjutnya, sampel dioleskan ke kaca objek atau dimasukkan ke cairan khusus untuk dianalisis di laboratorium guna melihat adanya perubahan sel pra-kanker.
  5. Hasil keluar 3–14 hari
    Hasil Pap smear biasanya dapat diperoleh dalam waktu 3 hingga 14 hari, tergantung fasilitas laboratorium. Laporan hasil akan menentukan apakah sel serviks normal, terdapat infeksi, atau ada perubahan yang perlu ditangani lebih lanjut.
  6. Tidak sakit, hanya rasa tidak nyaman ringan
    Secara umum, kedua prosedur ini tidak menimbulkan rasa sakit. Sebagian pasien hanya merasakan tekanan ringan atau sedikit tidak nyaman saat spekulum dipasang, tetapi prosesnya berlangsung sangat singkat dan aman bagi semua usia produktif.
Baca Juga:  Kehamilan Resiko Tinggi, Kenali Penyebab dan Cara Meminimalisirnya

Hasil Pap Smear dan Artinya

Hasil Artinya Tindakan
Normal/Negatif Tidak ada kelainan Skrining ulang sesuai jadwal
ASC-US/LSIL Perubahan ringan Ulang 6–12 bulan atau HPV test
HSIL/CIN 2–3 Les precancer Kolposkopi + biopsi + LEEP/konisasi
Karsinoma Kanker Staging + operasi/radioterapi

Manfaat Luar Biasa Skrining Rutin

  • Lesi pra-kanker (CIN) terdeteksi → pengobatan kecil → sembuh 100 %
  • Kanker stadium 1 terdeteksi → harapan hidup 5 tahun 92–95 %
  • Kanker stadium 0 (carcinoma in situ) → sembuh 100 %
  • Biaya pengobatan turun dari miliaran (stadium lanjut) jadi jutaan (dini)

15 Faktor Risiko Kanker Serviks yang Wajib Diwaspadai

  1. Infeksi HPV (terutama tipe 16, 18)
    2. Hubungan seksual dini (<18 tahun) 3. Berganti-ganti pasangan 4. Merokok (risiko 2–4x) 5. Imun lemah (HIV, transplantasi) 6. Pil KB >5 tahun
    7. Melahirkan >3 kali
    8. Infeksi klamidia
    9. Kekurangan folat & vitamin C
    10. Riwayat keluarga kanker serviks
    11. Tidak pernah skrining
    12. Vaksin HPV belum
    13. Pasangan dengan banyak pasangan seksual
    14. Infeksi herpes genital
    15. Usia 30–50 tahun
Baca Juga:  Pentingnya Pemeriksaan USG 4D

Gejala yang Harus Segera Diperiksa

  • Perdarahan setelah hubungan intim
  • Perdarahan di luar haid atau setelah menopause
  • Keputihan berbau busuk/berdarah
  • Nyeri panggul kronis
  • Nyeri saat berhubungan
  • BB turun drastis

Informasi lengkap skrining serviks dapat dibaca pada artikel kanker serviks dan layanan kebidanan dari Primaya Hospital.

Skrining Serviks = Nyawa Anda di Tangan Anda Sendiri

Kanker serviks adalah satu-satunya kanker yang bisa dicegah 100 % dan disembuhkan 100 % jika terdeteksi dini. Satu kali Pap smear atau IVA test setiap 3–5 tahun adalah “asuransi jiwa” termurah yang pernah ada. Jangan tunggu perdarahan, nyeri, atau “sudah terlambat” baru bertindak.

Mulai hari ini: catat tanggal terakhir Pap smear Anda, ajak ibu/saudara perempuan, dan jadwalkan skrining berikutnya. Ingat: kanker serviks tidak memberikan kesempatan kedua — tapi skrining memberikan kesempatan pertama untuk sembuh total. Lindungi rahim Anda — lindungi hidup Anda!

Ditinjau oleh:

dr. Ridwan Mahmuddin, Sp.OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Evasari Hospital

Referensi:

  • World Health Organization. Cervical Cancer Fact Sheet 2024. Diakses pada 5 Desember 2025. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancer
  • American College of Obstetricians and Gynecologists. Cervical Cancer Screening 2024.
  • Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Skrining Kanker Serviks 2023.
  • Indonesian Society of Gynecologic Oncology. Konsensus Skrining Kanker Serviks 2023.
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below