Seseorang dapat mengalami perubahan suasana hati atau emosi dari bahagia menjadi sedih atau dari tenang menjadi marah dalam waktu singkat dengan beragam penyebab. Keadaan yang disebut mood swing ini bisa mempengaruhi kualitas hidup sehari-hari, termasuk hubungan soal dan bahkan kesehatan mental. Dalam artikel ini akan dibahas berbagai hal seputar mood swing, termasuk gejalanya, penyebab, dan cara mengatasinya.
Mengenal Mood Swing
Mood swing adalah perubahan emosi yang ekstrem dan tiba-tiba yang kerap dijumpai dalam berbagai kondisi mental. Seseorang yang mengalami mood swing bisa merasakan senang luar biasa atau euforia, tapi kemudian secara mendadak berubah menjadi sedih, mudah marah, atau cemas.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa perubahan suasana hati itu terjadi karena perubahan kadar kimiawi otak. Perubahan ini mungkin terjadi sebagai bagian dari kehidupan biasa, misalnya ketika lapar. Dalam hal ini, suasana hati berubah secara normal karena merespons suatu peristiwa yang baru dialami.
Tapi bisa juga mood swing merupakan pertanda adanya suatu hal yang terjadi dalam tubuh, dari peralihan ke masa remaja atau menopause hingga gangguan suasana hati yang terkait dengan masalah mental.
Mood swing yang merupakan pertanda adanya gangguan psikologis cenderung lebih ekstrem dengan pemicu eksternal yang tidak jelas serta bisa mengganggu fungsi sehari-hari. Gangguan mental yang kerap ditandai dengan gangguan perubahan suasana hati ini antara lain gangguan bipolar, depresi, dan stres.
Karena itu, penting untuk mengidentifikasi secara medis apakah perubahan suasana hati yang dialami merupakan hal yang wajar dan tidak sampai mengganggu kehidupan sehari-hari atau berhubungan dengan penyakit tertentu.
Gejala Mood Swing
Gejala mood swing yang terkait dengan masalah kesehatan bisa berbeda-beda antarindividu, tapi umumnya melibatkan beberapa keadaan emosional, seperti:
- Perubahan emosi yang cepat dan intens. Misalnya, dalam hitungan jam atau bahkan menit, perasaan bisa berubah dari sangat ceria dan banyak bicara menjadi diam, murung, atau sensitif.
- Emosi yang terasa ekstrem dan sulit dikendalikan. Perasaan sedih yang sangat dalam tanpa alasan jelas atau ledakan kemarahan yang tidak sepadan dengan pemicunya.
Selain gejala psikologis, ada kemungkinan gejala fisik yang menyertai, seperti:
- Energi yang terasa sangat besar saat suasana hati sedang naik dan lemah lesu saat sedang turun.
- Sulit berkonsentrasi, pikiran ke mana-mana, atau pelupa.
- Perubahan nafsu makan (hilang atau meningkat drastis), menarik diri dari sosial, hingga melakukan tindakan impulsif (belanja berlebihan, menyetir ugal-ugalan).
Di samping itu, ada gejala utama yang membedakan mood swing normal dengan yang perlu diwaspadai, yaitu adanya gangguan dalam kehidupan akibat perubahan suasana hati itu, terutama dalam hubungan dan pekerjaan.
Penyebab Mood Swing
Mood swing bisa terjadi karena berbagai faktor yang mempengaruhi otak. Di antaranya:
- Ketidakseimbangan neurotransmitter atau zat kimia otak seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin yang sangat mempengaruhi regulasi suasana hati. Rendahnya serotonin, misalnya, terkait dengan kesedihan dan kecenderungan mudah marah.
- Perubahan hormonal yang antara lain terlihat dalam sindrom pramenstruasi (PMS), kehamilan, menopause, dan kondisi tiroid.
- Kondisi neurologis seperti multiple sclerosis, stroke, atau demensia yang dapat mempengaruhi area otak yang mengatur emosi.
- Penyakit fisik lain seperti nyeri kronis, gangguan tidur, dan kanker yang dapat menyebabkan atau memperburuk mood swing.
- Gangguan kesehatan mental seperti gangguan bipolar, borderline personality disorder, depresi, dan gangguan kecemasan.
- Stres kronis yang menguras sumber daya emosional dan menyulitkan pengaturan suasana hati.
- Kurang tidur yang secara signifikan dapat meningkatkan emosi negatif dan mengurangi emosi positif, seperti ditunjukkan dalam studi di jurnal Sleep Medicine Reviews.
- Pola makan yang tidak sehat dan kurang tercukupinya kebutuhan nutrisi.
- Penyalahgunaan zat terlarang seperti alkohol dan narkoba.
Cara Dokter Mendiagnosis Mood Swing
Diagnosis mood swing biasanya dilakukan melalui kombinasi wawancara klinis dan pengamatan terhadap gejala. Dokter atau psikolog akan melakukan evaluasi mendalam, biasanya dengan menggunakan kuesioner dan skala penilaian untuk menentukan tingkat keparahan gejala.
Dokter juga mungkin perlu melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah untuk menyingkirkan penyebab medis, seperti:
- Tes fungsi tiroid.
- Hitung darah lengkap.
- Kadar vitamin, terutama D dan B12.
- Skrining untuk kondisi hormonal lainnya.
Selain itu, pasien bisa diminta mencatat mood, pola tidur, aktivitas, dan pemicu harian selama beberapa minggu untuk melihat pola dan menegakkan diagnosis yang akurat.
Cara Mengatasi Mood Swing
Penanganan mood swing sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Ada beberapa pilihan pendekatan yang bisa dikombinasikan untuk hasil yang optimal, antara lain:
- Psikoterapi yang merupakan cara utama mengatasi mood swing yang terkait dengan kesehatan mental.
- Terapi perilaku kognitif untuk mengenali dan mengubah pola pikir negatif serta perilaku yang memperburuk mood swing.
- Terapi perilaku dialektikal untuk mengatur emosi.
- Obat-obatan yang diresepkan oleh psikiater jika diperlukan, seperti obat penstabil mood, antipsikotik, atau antidepresan.
- Modifikasi gaya hidup dan strategi untuk membantu diri sendiri, antara lain tidur sesuai dengan jadwal minimal 7 jam tiap malam, rutin olahraga, diet seimbang, dan menerapkan teknik relaksasi.
Komplikasi Mood Swing
Mood swing yang berkaitan dengan kondisi kesehatan bisa menimbulkan komplikasi bila tak terdiagnosis dan tak mendapat penanganan yang memadai, termasuk:
- Masalah dalam hubungan
- Penurunan prestasi akademik/karier
- Masalah finansial
- Penyalahgunaan hingga kecanduan zat terlarang
- Kekerasan atau perilaku berisiko
Pencegahan Mood Swing
Meski tidak semua mood swing dapat dicegah sepenuhnya, intensitas dan frekuensinya dapat sangat dikurangi dengan upaya seperti:
- Mengenali dan menghindari pemicu mood swing.
- Memprioritaskan gaya hidup sehat.
- Mengelola stres dengan baik.
- Membangun sistem dukungan sosial dengan menjaga hubungan baik dengan keluarga dan teman.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika mood swing menjadi makin sering dan mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk mencari bantuan profesional. Cek apakah gejala konsisten terjadi selama lebih dari dua minggu, merasa sulit menjalani kegiatan sehari-hari, atau ada perubahan drastis dalam perilaku yang membuat orang-orang di sekitar khawatir. Datangi dokter untuk mendapat penanganan lebih awal agar bisa mengatasi masalah yang ada sebelum berkembang menjadi lebih serius.
Ditinjau oleh:
dr. Dina Elizabeth Sinaga, Sp. KJ
Spesialis Kedokteran Jiwa
Primaya Hospital Betang Pambelum
Referensi:
- Mood Swings. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/mood-swings. Diakses 11 Desember 2025
- Mood disorders. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mood-disorders/symptoms-causes/syc-20365057. Diakses 11 Desember 2025
- Managing mood swings. https://www.healthdirect.gov.au/managing-mood-swings. Diakses 11 Desember 2025
- Sleep and Mood. https://sleep.hms.harvard.edu/education-training/public-education/sleep-and-health-education-program/sleep-health-education-87. Diakses 11 Desember 2025
- Sleep deprivation leads to mood deficits in healthy adolescents. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S138994571500698X. Diakses 11 Desember 2025
- The Effects of Estrogen on Womenโs Emotions and Mood. https://www.webmd.com/women/estrogen-and-womens-emotions. Diakses 11 Desember 2025
- The relation between thinking and mood in daily life: The effects of content and context of thought. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1053810021001197. Diakses 11 Desember 2025
- Mood Swing during Menstruation: Confounding Factors and Drug Use. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9341030/. Diakses 11 Desember 2025
- How mood is affected by environment and upsetting events: The moderating role of psychological flexibility. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/10503307.2023.2215392. Diakses 11 Desember 2025



