Jenis-jenis Penyakit Apa Saja yang Bisa Dikonsultasikan secara Online?

Jenis-jenis Penyakit Apa Saja yang Bisa Dikonsultasikan secara Online

Konsultasi dokter online lewat bantuan teknologi Internet hadir untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan tanpa perlu datang ke rumah sakit. Layanan ini juga didukung oleh Kementerian Kesehatan lewat kerja sama dengan sejumlah penyedia jasa konsultasi online dokter baik lewat situs web maupun aplikasi di telepon seluler pintar.

Kepraktisan menjadi salah satu alasan kenapa konsultasi dokter online digemari. Alasan lain adalah terdapat layanan konsultasi yang gratis meski terbatas. Layanan ini pun berguna untuk mengatasi cyberchondria alias kekhawatiran berlebih yang timbul pada seseorang setelah membaca informasi di Internet tentang suatu penyakit dengan gejala yang sama dengan yang ia rasakan.

Cyberchondria terjadi ketika seseorang melakukan diagnosis sendiri berdasarkan informasi yang ia baca di Internet, biasanya situs kesehatan. Padahal diagnosis harus ditegakkan oleh dokter berdasarkan pemeriksaan. Daripada melakukan diagnosis sendiri, lebih baik mengakses konsultasi online dengan dokter yang beragamĀ  Internet.

 

Jenis-Jenis Penyakit Konsultasi Dokter Online

Banyak jenis penyakit yang bisa dikonsultasikan secara online. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter umum ataupun dokter spesialis, sesuai dengan keluhan dan gejala yang dialami. Bila menggunakan aplikasi konsultasi online, Anda bisa memilih kategori penyakit yang tersedia untuk dikonsultasikan.

Adapun bila menggunakan layanan konsultasi online di rumah sakit, prosesnya mirip dengan konsultasi biasa. Anda mesti mendaftarkan diri dulu, baru mendapat jadwal antrean konsultasi. Dalam layanan ini, Anda sendiri yang memilih dokter mana yang akan dimintai konsultasi.

 

Jenis penyakit itu antara lain:

  • Alergi
  • Diabetes
  • Kulit dan kelamin
  • Gizi
  • Kanker
  • Kebidanan dan kandungan
  • Gigi dan mulut
  • Mata
  • Seksualitas
  • Telinga-hidung-tenggorok
  • Tulang
  • Kolesterol
  • Jantung
  • Flu
  • Ginjal dan hati
  • Virus
  • Infeksi
  • Psikologis
  • Cedera luar

 

Hal yang Dilakukan Apabila Memerlukan Pemeriksaan Lebih Lanjut

Konsultasi online adalah alternatif konsultasi tatap muka langsung di rumah sakit, bukan sebagai pengganti. Itu artinya Anda tetap mungkin diminta datang ke rumah sakit untuk melanjutkan konsultasi agar lebih jelas. Demikian pula jika dari konsultasi itu ternyata dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Jika Anda memang disarankan mendapat pemeriksaan lebih lanjut dari konsultasi online, tips berikut ini bisa membantu.

Cari Second Opinion

Sama dengan konsultasi biasa, Anda juga bisa mencari second opinion alias pendapat dokter lain mengenai tindakan terhadap keluhan dan gejala yang dialami. Kekeliruan diagnosis bukanlah hal yang mustahil dalam dunia kedokteran.

Risiko kekeliruan ini makin besar di tengah tren konsultasi online. Maka disarankan mencari second opinion atas diagnosis dokter pertama. Apalagi second opinion diatur dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit sebagai hak pasien.

Tanyakan Biaya

Anda boleh menanyakan soal perkiraan biaya tindakan lebih lanjut yang disarankan dari konsultasi online. Dokter mungkin tidak tahu persis biayanya, tapi bisa memberikan estimasi. Dengan begitu, Anda dapat menyiapkan dana jika memang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Meminta informasi lebih lanjut

Dokter bisa meminta pasien menjalani pemeriksaan lebih lanjut dalam berbagai hal. Misalnya ke radiologi atau laboratorium, bisa juga diminta menjalani tes ultrasonografi (USG) atau bahkan langsung ke unit gawat darurat. Anda mesti minta informasi lebih lanjut soal pemeriksaan ini, termasuk apakah ada pantangan sebelumnya atau tidak.

Perkembangan teknologi telah memudahkan konsultasi dokter online seputar masalah kesehatan. Anda dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan dengan selalu memastikan keamanan data diri di Internet dan kualifikasi dokter supaya mendapatkan hasil yang diharapkan.

 

Narasumber:

dr. Ricky Setiawan

Koord. Dokter Umum

Primaya Hospital Betang Pambelum

 

Referensi:

https://primayahospital.com/konsultasi-online/

https://www.healthline.com/health/cyberchondria-modern-day-hypochondriac

 

Bagikan ke :