Kulit gatal saat malam hari tidak hanya bisa mengganggu waktu tidur, tapi juga dapat menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Masalahnya, penyebab gatal malam hari bisa bermacam-macam. Terlebih bila gatal tanpa ruam. Karena itu, mungkin diperlukan pemeriksaan medis untuk menemukan pemicunya dan sekaligus cara mengatasi gatal malam tersebut.
Mengenal Fenomena Kulit Gatal Saat Malam Hari
Kulit gatal saat malam hari mengacu pada kondisi ketika sensasi gatal muncul atau memburuk secara signifikan pada malam hari dan sering kali mengganggu istirahat. Kondisi ini juga kerap disebut sebagai nocturnal pruritus (NP) yang, menurut studi di International Journal of Molecular Sciences, sering terjadi pada pasien dengan gatal kronis dan berdampak negatif pada kualitas tidur.
Kondisi kulit seperti infeksi parasit, eksim (atopic dermatitis), psoriasis, dan urtikaria (biduran) adalah penyebab kulit gatal seluruh tubuh atau sebagian yang sering dilaporkan. Yang menarik, tak jarang terjadi gatal tanpa ruam. Karena itu, kondisi badan gatal malam hari ini memerlukan pemeriksaan diagnostik yang komprehensif.
Diagnosis yang pasti dibutuhkan untuk menemukan cara mengatasi gatal malam tersebut. Terlebih, berdasarkan tinjauan sistematis di Cureus, terdapat hubungan timbal balik (bidirectional interplay) di mana kulit gatal saat malam hari, tekanan emosional, dan peradangan terkait satu sama lain. Artinya, gatal menyebabkan stres, stres memperburuk peradangan, dan peradangan menambah gatal sehingga terjadi siklus gatal terus-menerus.
Mengapa Kulit Gatal Saat Malam Hari Bisa Terjadi?
Ada sederet faktor yang dapat menjadi penyebab gatal malam hari, dari kondisi ringan hingga penyakit serius. Kondisi badan gatal malam hari juga berkaitan dengan biologi manusia. Berikut ini penjelasannya:
Ritme Sirkadian dan Hormon Kortisol
Salah satu penyebab utama kulit gatal saat malam hari berasal dari dalam tubuh kita sendiri, yakni ritme sirkadiana tau jam biologis 24 jam yang mengatur siklus tidur-bangun, pelepasan hormon, dan suhu tubuh. Pada malam, kadar kortisol yang merupakan hormon anti-inflamasi alami mencapai titik terendah. Akibatnya, kemampuan tubuh untuk menekan peradangan melemah sehingga sinyal gatal menjadi lebih intens. Ini penyebab gatal malam hari yang paling mendasar dan dialami hampir semua orang, baik yang memiliki masalah kulit tertentu maupun tidak.
Lonjakan Histamin di Malam Hari
Kadar histamin, yakni senyawa kimia yang memicu gatal, dalam tubuh secara alami meningkat pada sore dan malam, lalu mencapai puncaknya saat kita hendak tidur. Histamin dilepaskan oleh sel mast di kulit dan merangsang ujung saraf hingga menimbulkan sensasi gatal yang kuat. Inilah sebabnya kulit gatal saat malam hari sering terasa jauh lebih parah dibanding siang.
Pelemahan Fungsi Sawar Kulit
Fungsi sawar kulit (skin barrier) menurun pada malam karena kehilangan air lebih banyak. Kulit yang kering akan lebih mudah teriritasi dan memicu kulit gatal seluruh tubuh. Belum lagi jika kita mandi air panas sebelum tidur yang justru memperparah kondisi kering pada kulit.
Suhu Tubuh dan Aliran Darah
Saat tubuh bersiap tidur, suhu inti tubuh menurun sementara suhu permukaan kulit bisa sedikit meningkat. Perubahan suhu ini bisa memicu gatal. Selain itu, aliran darah ke kulit yang meningkat pada malam hari bisa menambah sensasi gatal.
Faktor Psikologis
Pada saat siang, otak kita sibuk dengan berbagai aktivitas. Pada malam, saat sudah tak ada distraksi dan suasana lebih hening, perhatian menjadi lebih terfokus pada sensasi tubuh, termasuk. Inilah penyebab gatal malam hari lebih terasa dibanding siang.
Alergi
Reaksi alergi terhadap makanan, debu, atau bahan tertentu bisa menyebabkan kulit gatal seluruh tubuh, terutama saat tubuh dalam keadaan rileks di malam hari.
Dermatosis dan Kondisi Kulit Spesifik
Beberapa kondisi medis kulit menjadi lebih aktif dan sangat mengganggu ketika malam tiba, seperti:
- Eksim: Rusaknya skin barrier membuat penderita eksim sangat rentan terhadap hilangnya cairan.
- Psoriasis: Penumpukan sel kulit mati memicu peradangan yang sering memburuk saat suhu tubuh naik ketika tidur menggunakan selimut.
- Kudis: Infeksi parasit seperti tungau dengan gejala badan gatal malam hari. Tungau betina lebih aktif bergerak dan menggali terowongan di bawah lapisan kulit dalam kondisi gelap dan hangat.
Penyebab Medis Lain
Jika Anda mengalami gatal tanpa ruam, bisa jadi penyebabnya adalah kondisi medis di dalam tubuh, seperti:
- Penyakit hati kolestatik (gatal pada telapak tangan dan kaki)
- Gagal ginjal
- Gangguan tiroid, anemia, dan limfoma
- Defisiensi zat besi
- Efek samping obat
Cara Mengatasi Gatal Malam
Tergantung penyebabnya, ada sejumlah cara mengatasi gatal malam hari. Di antaranya:
Menjaga Kelembapan Kulit
Gunakan pelembap setelah mandi untuk mencegah kulit kering. Pilih produk dengan kandungan:
- Ceramide
- Urea
- Gliserin
Selain itu, pelembap yang bebas pewangi dan hipoalergenik dapat menghindarkan iritasi tambahan.
Hindari Air Panas
Mandi dengan air panas justru memperparah kulit gatal saat malam hari karena menghilangkan minyak alami kulit. Sebaiknya mandi dengan air suam-suam kuku saja selama tidak lebih dari 10 menit, lalu segera oleskan pelembap saat kulit masih lembap untuk mengunci kelembapan.
Hindari Pemicu
Beberapa hal sederhana bisa menjadi penyebab gatal malam hari yang tidak Anda sadari:
- Kafein, alkohol, dan makanan pedas bersifat vasodilator (melebarkan pembuluh darah) yang dapat memicu gatal
- Sabun dan detergen dengan pewangi kuat
- Stres
Atur Suhu dan Kelembapan Kamar Tidur
Suhu kamar yang terlalu panas dapat memicu kulit gatal seluruh tubuh. Gunakan humidifier jika udara terlalu kering, terutama di ruangan ber-AC. Hindari juga penggunaan selimut berbahan wol atau bahan kasar yang dapat mengiritasi kulit.
Kenakan Pakaian Tidur dari Katun
Pakaian tidur berbahan katun yang longgar dan menyerap keringat jauh lebih baik daripada bahan sintetis atau wol.
Hindari Menggaruk
Jika menggaruk kulit yang gatal, siklus gatal akan terus terjadi. Apalagi jika sampai membuat kulit terluka. Coba alihkan perhatian dari rasa gatal dengan teknik relaksasi atau meditasi sebelum tidur. Gunakan juga obat oles pereda gatal di area kulit yang disebabkan oleh kondisi tertentu.
Konsumsi Obat Antihistamin
Untuk gatal alergi, dokter bisa meresepkan obat antihistamin yang membantu mengurangi reaksi alergi dan membuat tidur lebih nyenyak.
Kapan Harus ke Dokter?
Pada umumnya kulit gatal saat malam hari dapat diatasi dengan perawatan mandiri. Namun ada beberapa tanda bahaya yang memerlukan pemeriksaan dokter segera, seperti:
- Gatal berlangsung lebih dari 6 minggu (gatal kronis)
- Disertai penurunan berat badan, demam, atau keringat malam
- Gatal muncul setelah kontak dengan air
- Ada riwayat penyakit hati, ginjal, atau tiroid.
- Gatal terasa sangat hebat hingga mengganggu tidur secara signifikan dan menurunkan kualitas hidup.
Ditinjau oleh:
dr. Mutmainnah, Sp.DVE, FINSDV, FAADV
Spesialis Dermatologi Venerologi Estetika
Primaya Hospital Makassar
Referensi
- Nocturnal pruritus and sleep disturbance associated with dermatologic disorders in adult patients. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2352647521000393. Diakses 20 Juli 2026
- Itchy Skin at Night. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24338-itchy-skin-at-night. Diakses 20 Juli 2026
- The Impact of the Circadian Clock on Skin Physiology and Cancer Development. https://www.mdpi.com/1422-0067/22/11/6112. Diakses 20 Juli 2026
- Atopic dermatitis (eczema) guidelines: 2023 American Academy of Allergy, Asthma and Immunology. https://www.annallergy.org/article/S1081-1206(23)01455-2/fulltext. Diakses 20 Juli 2026
- Nocturnal Pruritus: The Battle for a Peaceful Night’s Sleep. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4813276/. Diakses 20 Juli 2026
- The Impact of Sleep Dysfunction on Inflammatory Skin Diseases: A Systematic Review. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12812233/. Diakses 20 Juli 2026
- Sleep Disturbance as a Mediator Between Itch and Quality of Life. https://jamanetwork.com/journals/jamadermatology/article-abstract/2844466. Diakses 20 Juli 2026
- The Circadian Rhythm of Itching among 241 Adults with Atopic Dermatitis: A Cross-sectional Study. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11318504/. Diakses 20 Juli 2026
- Pruritus and Systemic Disease Treatment & Management. https://emedicine.medscape.com/article/1098029-treatment. Diakses 20 Juli 2026


